Analisis

Kasus Hary Tanoesoedibjo Sebagai Alarm Bagi Organisasi Olahraga

  • Mahesa Panghegar

    kalau mau jujur nih salah satu tugas pemerintah adalam memajukan dunia olah raga, tak terkecuali futsal. tugas pemerintah teringankan dengan adanya Hary Tanoe di pucuk kepemimpinan futsal. lihat saja tahun 2014 futsal tidak terlalu beken di kalangan masyarakat, tapi berkat hary tanoe yang mempromosikan futsal lewat medianya kemudian memanggil pelatih berkualitas futsal kita semakin disegani di kawasan asia. hebatnya lagi itu dilakukan bukan dengan dana dari negara, itu murni duit pribadi Hary Tanoe

    • Hysa Ardiyanto

      Saya setuju pemerintah terbantu oleh pengusaha seperti HT, justru yang saya soroti dalam tulisan saya adalah semacam warning bagi organisasi induk cabang olahraga menyangkut dana pribadi itu.

  • Reno Febrianto

    Yang nulis ini begonya minta ampun.

    Sekarang gw tanya, SIAPA yang selama ini peduli sama olahraga FUTSAL selain Hary Tano…??

    Ini malah HT yang disalahin.
    Pemerintah selama ini kemana?

    Turnament2 futsal selama ini, biaya pelatih, gaji pemain, itu semua dari kantong pribadi Hary Tanoe. Pemerintah tak pernah keluarkan uang sepeserpun.

    Dasar media gak tau diuntung.

    • Hysa Ardiyanto

      Ups. Di mana kalimat saya menyalahkan HT? Saya justru mencoba berempati “Bayangkan saja Anda sudah habis-habisan membiayai sebuah tim nasional lalu kemudian dibalas dengan ganjaran sebagai tersangka sebuah kasus?”

      Mengenai biaya pelatih, gaji pemain, itu semua dari kantong pribadi HT yang Anda maksud Pro Futsal League? Jika pemerintah tak pernah keluarkan uang sepeserpun dalam konteks industri olahraga bukannya malah bagus daripada harus memberi subsidi?

      Jika melihat jejak komentar Anda di sini https://disqus.com/by/renofebrianto/, saya bisa mengerti mengapa Anda berkomenter demikian.

    • satya pradana

      lho bukan gitu mas. apa yang dilakukan HT emang betul positif, malah sangat bermanfaat. tapi tidak terus melegitimasi bahwa dia tidak bisa diproses dalam hukum.

      saya setuju dengan penulis artikel ini. karena di satu sisi dapat memahami bagaimana kira2 perasaan HT, di satu sisi juga menempatkan diri sebagai pendukung timnas yang khawatir dengan masa depan futsal.

      inilah yang selama ini ditakutkan kita2 sebagai penikmat sepakbola. semuanya dijadikan alat kampanye juga ujungnya. terus merembet ke bisnis juga. karena FFI mutlak menggunakan sumbangan HT, maka ketika HT terjerat kasus akhirnya aliran dana terhambat. nah di sini kembali lagi ke PSSI. apakah FFI punya anggaran yang diberikan PSSI, atau gimana? itu yang perlu diperjelas kembali.

      satu lagi. tolong jangan hubungkan olahraga, khususnya sepakbola dan futsal dengan politik. saya lihat jejak komentar mas di disqus, isinya sedikit banyak menjelaskan kenapa masnya langsung tersulut setelah baca artikel ini, terima kasih.