OBA: Open Bawahskor

OBA dulunya dikenal sebagai Omah Bersama. Kini, di penghujung 2015 ada pergeseran singkatan menjadi Open Bawahskor. Tapi, tak ada makna yang berubah.

OBA tetap menjadi ruang khusus bagi sepak bola Yogyakarta yang diinisiasi oleh Dimaz Maulana. Kurator di salah satu galeri seni Yogyakarta yang juga amat mencintai sepak bola.

Dimaz melalui Bawahskor sudah menelurkan beberapa karya terkait dengan sepak bola. Mulai dari menulis The Struggle for Soccer in Indonesia (2014) bersama Andy Fuller, pendokumentasian chants suporter (2014), pameran arsip Genealogy of Hope di LIR Space (2015), serta Memorabilia PSIM (2015).

Bertempat di Indiecology, Yogyakarta, mulai tanggal 26 Desember hingga 30 Desember 2015, Open Bawahskor dihelat. Ada serangkaian acara mulai dari diskusi, pemutaran film, hingga presentasi kerja Bawahskor selama dua tahun terakhir.

Perhelatan akhir tahun yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Berikut ini jadwal kegiatan OBA

Sabtu, 26 Desember 2015, pukul 19:00

Bincang-bincang Di Balik Film “Tresno” bersama sang sutradara, Tata Sidharta. Tresno merupakan film yang bercerita tentang sepak bola dengan setting di Yogyakarta.

Minggu, 27 Desember 2015, pukul 15:00

Perilaku Mengoleksi Jersey bersama Akbar Kusumowibowo dan Galih Satrio Pinandito. Bertukar cerita mengenai perjalanan mengoleksi jersey, terutama kostum klub Indonesia.

Senin, 28 Desember 2015, pukul 15:00

Kelas Bercerita: Memori Kecil tentang Sepak Bola dengan Perantara Benda-benda Memorabilia bersama Garda Garenk dan Bawahskor.

Selasa, 29 Desember 2015, pukul 19:00

Kelas Bersama Fajar Junaedi, dosen Ilmu Komunikasi UMY. Kumpulan tulisan sepak bolanya bisa dinikmati di sini.

Rabu, 30 Desember 2015, pukul 19:00

Pemutaran dan Diskusi Film Awaydays (2008)

oba-bawahskor
Poster kegiatan

Acara ini didukung sepenuhnya oleh Fandom.ID, Jersey Forumotion, dan Indiecology Café.

About the author

Fandom

View all posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *