Feature

Kapitalisme Semu dan Kegagalan Swastanisasi Sepak Bola Indonesia

  • Sirajudin Hasbi

    Sepanjang yang saya tahu Liga Indonesia ini merupakan ide dari Sumaryoto, tokoh sepak bola Jawa Tengah yang pernah memiliki klub Galatama, Gajah Mungkur Muria. Kalau tak salah dia sempat mengatakan di Suara Merdeka pada medio pertengahan 2000-an bahwa bukan seperti ini Liga Indonesia yang dia harapkan. Ketika menjadi Liga Indonesia semua klub melebur, meninggalkan identitas lama dan membentuk klub baru. Tidak ada nama PSIS yang ada adalah Semarang FC, dan sebagainya. Idenya mirip dengan merger LPI beberapa tahun lalu. Begitu yang saya duga. Tapi, yang saya tahu ini masih perlu diverifikasi agar memeroleh data yang akurat dan mendalam tentang ide yang mengubah peta persepakbolaan nasional.

    Tulisan yang sangat saya sukai mas Fajar, matur nuwun 🙂

  • mono13th

    Setuju mas,

    Klub kebanggaan dari kampung halaman saya Barito Putera merupakan tim eks-Galatama yang pemiliknya merupakan Birokrat dan Politisi lokal serta pengusaha di daerahnya.

    Pertanyaan saya adalah apakah ada perusahaan yang membangun atau pun membuat klub sepakbola dengan tujuan ikut kompetisi lagi selain Semen Padang.

    Petrokimia dan Pupuk Kaltim saja sudah menyerah beberapa tahun lalu.

    Mungkin fenomena menarik sekarang ada di Bali United, yang hingga saat ini masih eksis tim nya (walaupun sebagian di putus kontrak)

    • Sirajudin Hasbi

      Ada kabar bahwa BUMN tak semudah dulu mengelola dana CSR nya sehingga sulit untuk bisa membiayai klub sepak bola. Akhirnya sekarang BUMN memilih dengan klub olahraga cabor lain yang secara pembiayaan tak terlalu besar seperti Voli dan Futsal. Tapi, ada alasan lain, biasanya direkturnya suka olahraga tersebut hehe