4 Alasan Timnas Sepakbola Indonesia Juara SEA Games 1987

Hari itu tanggal 20 September 1987, Timnas Indonesia memperoleh emas SEA Games setelah menang 1-0 atas Malaysia. Kemenangan tersebut bukan tanpa sebab, ada alasan mengapa Indonesia memang layak menjadi juara pada saat itu.

Rekomendasi sepatu running Adidas ori!

Memadukan pemain handal dari dua liga

Dunia sepakbola Indonesia sedang diterpa isu tidak sedap dengan adanya ketidakharmonisan pemain yang berbeda liga. Saat itu memang sepakbola memiliki dua liga, yakni Liga Perserikatan, dan Galatama yang merupakan liga semiprofesional.

Meski demikian, tim kepelatihan timnas yang diisi Bertje Matulapelwa, Sutan Harharah, dan Sarman Panggabean, berani ambil risiko dengan tetap memilih memadukan pemain handal dari kedua liga.

Dari Perserikatan, ada nama-nama tenar seperti Robby Darwis, Budi Wahyono, dan Ribut Waidi. Kemudian dari Galatama ada Ricky Yakob dan Nasrul Koto. Alumni Garuda 1 seperti Patar Tambunan dan Marzuki Nyak Mad juga tetap dimasukkan.

Sepatu sepakbola Mills ori di sini!

Matang di ajang internasional

Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan di Brasil selama dua bulan. Tak hanya itu, mereka juga menjalani dua ajang terlebih dahulu, yakni Piala Kemerdekaan 1986 di Jakarta dan Asian Games 1986 di Korea Selatan. Indonesia juga sempat bertanding melawan PSV yang diperkuat Ruud Gullit, dkk.

Regenerasi

Walaupun punya prestasi bagus di Asian Games, timnas tetap berlatih intensif dengan target emas SEA Games 1987. Komposisi pemain dipertahankan dengan sedikit perubahan. Ada satu perubahan yang menyita perhatian.

Bertje dengan berani menunjuk Ricky Yacobi menjadi kapten menggantikan Herry Kriswanto. Padahal selisih usia Ricky dengan Herry adalah delapan tahun. Bertje beralasan ingin melakukan regenerasi, dan itu dihormati oleh Herry.

Bertje menenangkan situasi

BACA JUGA:  Timnas Indonesia dan Kewajiban Bela Negara

Timnas diguncang dengan masalah uang saku yang dianggap terlalu minim. PSSI memberi uang saku pemain “cuma” 750 ribu per bulan. Jumlah yang dipandang terlalu mepet untuk memenuhi kebutuhan.

Beruntung, Bertje dapat menenangkan situasi tim agar tetap kondusif. Ia menanamkan semangat “kibarkan Sang Merah Putih di langit internasional” kepada seluruh penggawa timnas.

Cari produk olahraga ori dari Ortus? Klik di sini!

Komentar
Menjadi fans Chelsea karena pengaruh bapak. Dapat disapa via akun Twitter @iiklil.