Giroud dan Kutukan Nomor Sembilan di AC Milan

Melalui akun media sosial resmi mereka, AC Milan memperkenalkan Olivier Giroud sebagai rekrutan baru mereka jelang bergulirnya musim 2021/2022.

Striker berkebangsaan Prancis itu didatangkan dari Chelsea dan diganjar kontrak selama satu musim dengan opsi perpanjangan semusim berikutnya.

Giroud menjadi rekrutan permanen I Rossoneri keempat sejauh ini setelah Mike Maignan dari Lille, Fikayo Tomori dari Chelsea, dan Sandro Tonali dari Brescia.

Selain mereka berempat, Milan juga sudah mengamankan jasa Fode Ballo-Toure dari AS Monaco secara permanen serta memperpanjang durasi peminjaman Brahim Diaz dari Real Madrid.

Lelaki berparas rupawan ini diproyeksikan sebagai tandem atau deputi dari Zlatan Ibrahimovic. Hal ini sekaligus mengonfirmasi bahwa lini serang tim asuhan Stefano Pioli dihuni dua penyerang veteran.

Seperti yang sama-sama kita ketahui, Ibrahimovic sudah berumur 39 tahun dan Giroud berusia 34 tahun.

Terkhusus Giroud, ada hal menarik perihal kepindahannya ke Stadion San Siro. Saat diperkenalkan secara resmi, mantan penggawa Montpellier dan Arsenal ini memilih nomor punggung 9.

Konon, nomor punggung yang umum dipakai para juru gedor itu sedang dikutuk di Milan. Kutukan tersebut sudah berjalan selama kurang lebih sembilan tahun.

Kita semua tahu bahwa pemain bernomor punggung 9 adalah gambaran dari seorang pemain depan yang haus gol dan menjadi ujung tombak sebuah tim.

Tak terkecuali di Milan, pendahulu nomor ini adalah pemain yang terkenal seperti Jean-Pierre Papin, Marco van Basten, George Weah hingga Filippo Inzaghi.

Pemain-pemain di atas merupakan bintang yang sanggup mengemban amanah berat nomor 9 sebagai pencetak gol yang ulung.

Akan tetapi, selepas pensiunnya Inzaghi pada musim 2011/2012 sebagai pemilik nomor 9, hingga saat ini belum ada pemain yang sanggup mengemban amanah berat tersebut.

BACA JUGA:  Mengapa Kau Bertahan di Manchester United, Rooney?

Kutukan Sepuluh Pemain

Tercatat ada 10 pemain yang sudah mengenakan nomor keramat tersebut di Milan.

Pemain pertama yang mewarisinya adalah Alexandre Pato. Sayangnya, ia hanya tampil empat kali di Serie A tanpa mencetak satu gol pun sebelum dilego ke Corinthians.

Selepas kepergian Pato, nomor 9 menjadi milik Alessandro Matri. Opta mencatat ia hanya bermain 15 kali dan mencetak satu gol di Serie A.

Selanjutnya, nomor 9 jatuh ke tangan Fernando Torres. Banyak pihak yang meyakini bahwa Torres bakal sukses dengan nomor tersebut.

Namun lagi-lagi, pria Spanyol ini gagal tampil optimal karena cuma merumput sepuluh kali di Serie A dan menggelontorkan sebiji gol saja.

Musim berganti, nomor 9 jatuh ke Mattia Destro. Setali tiga uang dengan pendahulunya, Destro cuma mencetak satu gol dari 15 penampilannya di Serie A.

Tak berselang lama, giliran Luiz Adriano yang mengenakan nomor punggung ini. Catatan bermainnya lebih banyak dibanding para pendahulunya yakni 26 penampilan.

Nahas, jumlah gol yang berhasil ia bukukan dengan nomor punggung 9 di kostumnya cuma empat buah. Ia lantas memilih nomor punggung 9 pada musim selanjutnya.

Sosok striker lain yang berupaya memecah kutukan nomor punggung 9 di Milan adalah Gianluca Lapadula.

Ia digadang-gadang bisa melebihi level Mauro Icardi, striker kepunyaan rival sekota, Inter Milan, pada masa itu.

Apa lacur, jangankan melebihi level Icardi yang gacor di depan gawang, Lapadula menjadi pesakitan kesekian karena cuma mengukir 8 gol dari 27 penampilan di Serie A. Semusim membela I Rossoneri, ia lalu dijual ke Genoa.

Ketika Milan diakuisisi oleh taipan asal Cina, Yonghong Li, pada musim 2017/2018 dan memiliki slogan “We Are So Rich”, striker asal Portugal, Andre Silva, direkrut dengan banderol mahal yakni 38 juta Euro.

Ia mengenakan nomor punggung 9 dan diharapkan bisa menjadi mesin gol. Namun apa mau dikata, nasib Silva sama mengenaskannya seperti para pendahulu karena cuma mencetak 2 gol dari 24 penampilan di Serie A.

BACA JUGA:  Solidaritas Melampaui Rivalitas

Musim selanjutnya, I Rossoneri meminjam Gonzalo Higuain dari Juventus dan dipercaya mengenakan nomor 9. Ironis, penyerang Argentina tersebut kembali masuk ke dalam daftar striker gagal. Ia cuma bermain 15 kali di Serie A dan mengemas 6 gol.

Nomor punggung 9 lalu berpindah ke tangan Krzysztof Piatek yang dicomot dari Genoa. Tak berbeda jauh, Piatek juga meredup sinarnya di Stadion San Siro karena hanya mengemas 4 gol dari 15 penampilan. Ia pun dilepas ke Hertha Berlin beberapa saat kemudian.

Terakhir, ada Mario Mandzukic yang mengenakan nomor punggung 9. Direkrut secara gratis dan menjadi deputi Ibrahimovic, penyerang Kroasia ini diharapkan bisa tampil menggigit.

Tragisnya, Mandzukic malah memble dan banyak bergulat dengan cedera sehingga tak ada satu gol pun yang mampu dihasilkannya selama berbaju Milan.

Pemain Kesebelas

Seperti dikutip Football Italia, Inzaghi pernah berkata, “Mengenakan nomor punggung 9 di Milan memang bukan perkara mudah. Namun percayalah, tak ada kutukan dari nomor punggung ini.”

Giroud secara resmi menjadi pemain kesebelas yang akan memakai nomor punggung 9 di Milan setelah era Inzaghi. Suka atau tidak, ada beban berat yang terpatri di pundak lelaki kelahiran Chambery tersebut.

Sanggupkah ia memutus kutukan nomor punggung 9 tersebut? Dari 10 pemain yang sudah mengenakan nomor punggung 9, kesemuanya hanya bertahan setengah musim hingga satu musim saja di Milanello. Sebuah kenyataan yang cukup mengerikan.

Dengan kontrak selama semusim plus perpanjangan di musim selanjutnya, nasib Giroud juga sukar ditebak.

Ia bisa saja menjadi pembeda dari sekian pemain yang telah memakai nomor punggung 9. Namun ia bisa juga mengikuti jejak para pendahulu menjadi pesakitan selanjutnya.

Pilih mana, Giroud?

Komentar
Fisioterapis yang biasa saja, pegiat Football Manager dan penggila AC Milan yang biasa saja juga, sih. Bisa disapa di akun Twitter @rifqiannafi.