Joao Felix di Persimpangan

Dengan penuh keyakinan, manajemen Atletico Madrid merogoh kocek sebesar 126 juta Euro buat memboyong remaja asal Portugal yang dimiliki Benfica, Joao Felix, pada musim panas 2019 lalu.

Mengingat Felix menjadi incaran banyak klub, keputusan manajemen Atletico bisa dimengerti kendati banyak yang merasa harga belinya terlalu fantastis.

Felix mereka proyeksikan sebagai protagonis tim di masa yang akan datang. Menjadi pujaan baru di Wanda Metropolitano serta membawa Los Colchoneros meraih banyak titel.

Diego Simeone, pelatih Atletico, menyambut gembira kedatangan Felix. Ia mengaku menaruh harapan besar terhadap pemuda yang sekarang berumur 21 tahun itu.

“Saya ingin melihat Felix setiap hari dan melihat perkembangannya. Kami (Atletico) memiliki salah satu bakat terbaik di Eropa”, ungkap Simeone seperti dikutip dari Okezone.

Sepakbola saat ini memang sudah tidak seperti dulu. Semenjak transfer Neymar ke Paris Saint-Germain, cabang olahraga ini kian kental aroma industrinya di mana bisnis menjadi persoalan utama.

Adalah wajar melihat banderol pemain saat ini melambung sangat tinggi. Pasalnya, ada banyak faktor yang mendasari hal tersebut. Mulai dari klausul yang tertera di dalam kontrak sampai nilai mata uang yang semakin merosot.

Penampilan elok Felix selama berkostum Benfica memang menarik begitu banyak atensi. Sepanjang musim 2018/2019, sosok setinggi 181 sentimeter ini turun di 43 pertandingan sembari menggelontorkan 20 gol dan 11 asis.

Ia mempunyai andil besar atas keberhasil As Aguias meraih titel Liga Primera Portugal pada musim tersebut. Tak kalah dengan nama-nama senior semisal Haris Seferovic dan Rafa Silva.

Keberanian Atletico menyudahi saga transfer Felix yang diincar banyak klub via tebusan yang mahal itu didasari kesuksesan mereka melepas beberapa bintangnya.

Gelson Martins dilepas ke AS Monaco via mahar 30 juta Euro. Antoine Griezmann dilego ke Barcelona dengan biaya 120 juta Euro. Lucas Hernandez merapat ke Bayern Munchen lewat cek senilai 80 juta Euro. Terakhir, ada Rodri yang dikirim ke Inggris, tepatnya Manchester City, usai ditebus 70 juta Euro.

BACA JUGA:  Luka Modrić: Taktis, Kreatif, Visioner

Walau harganya cukup mahal, tetapi khalayak menilai bahwa keputusan Atletico cukup baik. Sebab mereka menggunakan dana tersebut buat merekrut pemain muda, bukan pemain yang sudah senior.

Felix sendiri ingin membuat namanya harum di ibu kota Spanyol. Ia bernapsu mengekori jejak para striker legendaris Los Colchoneros seperti Sergio Aguero, Diego Costa, Diego Forlan, Radamel Falcao, dan Fernando Torres kendati upaya menuju ke arah sana takkan berjalan mudah.

Seiring dengan banderolnya yang selangit, ekspektasi cukup tinggi lahir di benak suporter setia Atletico. Paling tidak, pemain bernomor punggung 7 itu bisa meneruskan ketajaman Griezmann.

Musim perdananya mengenakan baju strip vertikal merah-putih berujung pada 36 penampilan lintas ajang dan mengemas 9 gol serta 3 asis. Pada musim 2019/2020 itu, Felix acap diganggu cedera pergelangan kaki sehingga penampilannya dianggap tidak maksimal.

Semusim berselang, Felix mendapat menit bermain lebih banyak seiring kondisi fisiknya yang makin prima. Hanya deraan Covid-19 dan sedikit gangguan di pergelangan kaki yang bikin ia absen. Total, Felix merumput di 40 laga serta menghasilkan 10 gol dan 6 asis.

Performanya yang membaik berujung pada keberhasilan Los Colchoneros merengkuh titel La Liga kesebelas sepanjang sejarah klub. Di klasemen akhir, Atletico unggul dua poin dari rival bebuyutan di ibu kota, Real Madrid.

Akan tetapi, ada satu hal yang cukup mengganjal kiprah Felix sedari musim lalu. Keputusan manajemen buat mendatangkan Luis Suarez dinilai membatasi ruang sang pemain muda untuk berkembang lebih jauh.

Hal ini bisa dilihat dari menit bermainnya di kancah La Liga yang jarang sekali berlangsung 90 menit. Felix acap digantikan pada pertengahan babak saat menjadi starter atau masuk sebagai pengganti.

BACA JUGA:  Menyadari Peran Set Pieces untuk Meraih Kemenangan

Berdasarkan data Transfermarkt, cuma tiga kali Felix bermain penuh di La Liga 2020/2021. Masing-masing kala berjumpa Huesca, Cadiz, dan Levante.

Terlepas dari gangguan fisik yang dialaminya, sejumlah pengamat merasa bahwa ada perubahan tugas dan peran dari Felix setelah perekrutan Suarez.

Ketika manajemen Los Colchoneros berambisi membawa Atletico mempertahankan titel La Liga di musim 2021/2022, mereka resmi membawa pulang Griezmann yang tak bersinar di Barcelona dengan status pinjaman.

Presensi Griezmann, Suarez, dan Felix di sektor penyerangan memang terlihat menjanjikan. Namun situasi demikian, sekali lagi, seperti mempersempit ruang pemuda kelahiran Viseu itu untuk meledak.

Secara keseluruhan, sampai bulan November 2021, Felix cuma turun dalam sembilan pertandingan di seluruh kompetisi. Ia baru menyumbang 1 gol dan 2 asis.

Gol itu sendiri tercipta dini hari tadi (1/11) saat Atletico membantai Real Betis dengan skor 3-0.

Di luar masalah kebugaran dan akumulasi kartu yang mendera, musim ini harus menjadi momen pembuktian bagi Felix bahwa dirinya tetaplah figur esensial di tubuh Atletico.

Felix dilarang terhenti di persimpangan antara tenggelam di belakang Griezmann dan Suarez yang terus memamerkan ketajamannya atau terkungkung banderol mahalnya sehingga kesulitan tampil paripurna.

Tatkala meroket beberapa tahun silam, namanya acap disandingkan dengan Erling Braut Haaland dan Kylian Mbappe. Namun seiring waktu, langkah Felix semakin tertinggal dari keduanya.

Dirinya kudu bangkit sesegera mungkin dan membuktikan bahwa ia memang protagonis utama Los Colchoneros buat menyongsong masa depan.

Komentar
Penggemar sepakbola, khususnya Manchester United.