Kebencian Absolut Rooney kepada Liverpool

“Mereka sangat benci terhadap Liverpool, dan bahkan tidak berpikiran sama sekali untuk pergi ke Anfield pada pertandingan derbi (Merseyside)”, cerita Wayne Rooney mengenai keluarganya.

Wayne Mark Rooney yang lahir di Croxteth tumbuh dalam keluarga penggemar Everton dan sudah dicekoki kebencian-kebencian terhadap Liverpool sejak usia kanak-kanak.

Kebenciannya terhadap Liverpool tak bertepuk sebelah tangan. Begitu pula dengan fans Liverpool, tidak ada alasan untuk tidak membenci pemegang

Penggemar Everton tulen dan top skorer sepanjang masa Manchester United menjadi alasan yang sangat paripurna bagi publik The Reds untuk mengobarkan kesumat pada pria kelahiran tahun 1985 itu.

Bleacher Report bahkan menempatkan Rooney dalam daftar tujuh orang yang paling dibenci dalam rivalitas United dan Liverpool, bersama-sama dengan Luis Suarez, Patrice Evra, Gary Neville, Michael Owen, Steven Gerrard, dan Howard Webb.

Meski demikian, dikutip dari Independent, Rooney mengungkapkan jika ia bisa saja menjadi pemain Liverpool pada tahun 1995 apabila tidak mengenakan jersei Everton saat melakukan trial untuk The Reds di Melwood. Rooney saat itu berusia sembilan tahun dan tengah bermain untuk Copplehouse.

“Mereka (juri pemandu bakat Liverpool) memandang saya dengan aneh. Mungkin itu ada hubungannya dengan seragam Everton yang saya pakai. Padahal, saya tak punya maksud untuk menantang. Saya memang selalu memakainya, saya hidup di balik baju Everton saya,” ungkap sosok sekarang menjabat sebagai manajer Derby County tersebut.

Pada tahun yang sama, seorang pemandu bakat Everton, Bob Pendleton, membawa Rooney ke Goodison Park dan memisahkan jalannya dari Liverpool untuk selama-lamanya.

Rooney tak sampai mengikuti jejak Steve McManaman dan Robbie Fowler yang merupakan pendukung Everton di masa kanak-kanak, tetapi memilih bermain untuk Liverpool karena menganggap langkah tersebut sebagai jalan terbaik untuk merajut kesuksesan.

Rasa benci Rooney terhadap Liverpool ia pupuk dengan telaten saat berseragam Everton. Di usia sebelas tahun, ia merengek untuk dijadikan maskot dalam pertandingan Derbi Merseyside.

Pada masa-masa tersebut, Rooney adalah bocah yang menghabiskan waktu di lapangan untuk belajar menirukan tendangan voli pemain Leeds United, Tony Yeboah, ke gawang The Reds pada tahun 1995.

Setelah berhasil menembus tim utama Everton, kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Rooney untuk menunjukkan ketidaksukaannya pada Liverpool.

Dalam debut Derbi Merseyside untuknya di tahun 2002, pelatih The Toffees saat itu, David Moyes, mencadangkan Rooney pada babak pertama.

Sang remaja bengal pun murka karena hal itu. Saat diturunkan di babak kedua, tahu apa yang dilakukannya? Rooney dengan sengaja menabrakkan diri ke penjaga gawang Liverpool, Chris Kirkland, ketika mengejar bola.

Beberapa tahun kemudian, ia juga pernah mendapatkan delapan buah jahitan di kakinya akibat berduel dengan Jamie Carragher.

BACA JUGA:  Memilih Dalot atau Wan-Bissaka?

Pada musim panas 2004, Rooney hijrah ke rival utama Liverpool lainnya, Manchester United.

Kebenciannya terhadap tim Merah dari Merseyside jadi benar-benar terjustifikasi. Sir Alex Ferguson bahkan menyebut jika Rooney adalah ‘Scouser yang kami adopsi untuk menjadi Mancunian’.

Istilah yang disematkan Ferguson memang nyata adanya. Pada debut perdananya mengenakan seragam United di Anfield pada Januari 2005, Rooney sudah menciptakan kegaduhan.

Ferguson tahu benar tabiat Rooney yang begitu membenci Liverpool. Sebelum laga berlangsung, pelatih kondang asal Skotlandia itu memanggil figur yang akrab disapa Wazza itu ke kantor manajer dan menasihatinya untuk tidak berulah macam-macam.

Akan tetapi, tak ada istilah menurut dalam kamus Rooney muda. Pada hari pertandingan, ia sangat ingin mencetak gol. Ia selalu berada dekat dengan kotak penalti tim yang ditangani Rafael Benitez kala itu.

Benar saja, pada menit ke-22, Rooney sukses menjebol gawang Jerzy Dudek lewat sebuah sepakan keras usai memanfaatkan umpan silang Cristiano Ronaldo.

Setelahnya, ia berlari ke tribun The Kop yang dipenuhi penggemar fanatik Liverpool dengan mendekatkan kedua tangannya ke telinga sebagai gestur ejekan.

Tak perlu menunggu lama, hujatan, makian, dan bahkan lemparan beraneka benda mulai diluncurkan ke arah lapangan.

Setelah pertandingan usai, ditemukan sebuah telepon genggam yang dilemparkan oleh penggemar Liverpool di sekitar titik Rooney melakukan selebrasi!

Musim 2008/2009 diakui Rooney sebagai periode paling bikin stres dan sering bikin dirinya moody.

Perkaranya, pada masa itu, United benar-benar terlibat pertarungan head to head dengan Liverpool dalam perebutan gelar.

Benitez membuat timnya punya peluang terbuka untuk menjuarai Premier League untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Mujur bagi Rooney, The Red Devils akhirnya keluar sebagai tim terbaik di Inggris pada musim tersebut dengan keunggulan empat poin dari sang rival.

Masih dalam rangkaian perebutan gelar di musim itu. Pada Maret 2009, Rooney blak-blakan mengenai perasaan bencinya terhadap Liverpool.

Dalam sebuah wawancara resmi di MUTV, Rooney mengatakan, “Saya tumbuh besar sebagai penggemar Everton yang membenci Liverpool, dan hal itu tidak berubah sama sekali. Saya akan membunuh harapan mereka (untuk memenangkan gelar)”.

Penyataan tersebut langsung mendapat sorotan dari banyak pihak karena dianggap sangat ofensif.

Headline berita “I HATE KOP” bertebaran di mana-mana. Sebagai respons, situs resmi United kemudian menghapus komentar Rooney tersebut.

Keributan sempat terjadi dan banyak yang menilai jika komentarnya sudah di luar batas kewajaran. Kendati demikian, Ferguson memberikan pemakluman atas tindakan anak asuhnya.

“Rooney punya keterikatan besar selama bertahun-tahun ketika dia bermain melawan Liverpool. Bisa dimengerti karena ia juga punya loyalitas kepada Everton saat masih anak-anak. Jadi saya tak melihat apapun (dari pernyataan itu) yang keluar dari kewajaran,” ujar lelaki kelahiran tahun 1941 tersebut.

BACA JUGA:  Cody Gakpo: Winger Lincah Incaran Setan Merah

Ketika United berhasil menjadi kampiun Premier League musim 2010/2011 sekaligus sukses menyalip perolehan gelar liga milik Liverpool, Rooney merupakan orang yang paling bahagia di hari itu.

Di akun Twitter pribadi, Rooney mengunggah foto dirinya dengan bulu dada dicukur membentuk angka 19 yang bermakna keberhasilan The Red Devils melampaui gelar juara liga Liverpool yang berjumlah 18 pada saat itu.

Tak lupa, ia membubuhkan takarir yang berbunyi, “Sebuah pengingat untuk penggemar United dan Liverpool”.

Pada tahun-tahun terakhirnya bersama United, tepatnya musim 2015/2016, saya ingat betul performa Rooney sudah menurun drastis ketimbang musim-musim sebelumnya.

Di bulan Januari 2016, United melakoni laga tandang berat kontra Liverpool yang sedang merasakan manisnya bulan madu bersama Jurgen Klopp.

United yang saat itu dilatih oleh Louis van Gaal sangat kesulitan untuk mencetak gol. Melawan Liverpool yang bermain spartan di Anfield, The Red Devils begitu susah payah membongkar pertahanan The Reds.

Hingga pada menit ke-78, menyambut bola pantul dari mistar gawang hasil tandukan Marouane Fellaini, Rooney sukses melesakkan tendangan voli deras ke gawang Simon Mignolet dan membawa United menang 1-0 di kandang lawan!

Menurut Van Gaal, Rooney mendapatkan motivasi ekstra untuk tampil baik di laga tersebut lagi-lagi karena rasa sentimentalnya terhadap Liverpool.

“Kita tahu jika Rooney pernah bermain untuk Everton, dan kini ia adalah pemain United, jadi dirinya sangat ingin menjebol gawang Liverpool. Gol itu benar-benar berarti buatnya,” ucap pelatih berpaspor Belanda tersebut.

Ucapan Van Gaal memang benar, di musim itu Rooney memang kesulitan untuk menemukan ketajamannya yang dulu.

Sebelum laga melawan Liverpool, sang penyerang hanya bisa membuat 5 gol dari 18 pertandingan Premier League. Semangatnya untuk menjungkalkan The Reds jadi dorongan terbesarnya unjuk kehebatan malam itu.

Setelah pensiun dari sepakbola dan menjalani karir kepelatihan bersama Derby, rasa benci Rooney buat Liverpool bisa dipastikan belum memudar.

Hari Minggu besok (24/10), bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-36, Rooney bakal jadi orang yang paling antusias untuk memenuhi kerongkongannya dengan sorak sorai luapan dukungannya kepada The Red Devils yang akan menjamu Liverpool di Old Trafford dalam laga Derbi North West edisi ke-188.

Tentu, ia berharap kawan lamanya, Ronaldo, bisa memberikan kado indah lewat sepakan keras ke pojok gawang Alisson Becker dan mendulang poin penuh bagi tim yang mereka bela bersama-sama sedari 2004 hingga 2009.

Andai Ronaldo tak mampu melakukannya. Sepakan penalti Bruno Fernandes yang bikin Alisson dan kawan-kawan tertunduk pun akan dirayakannya secara emosional.

Komentar
Sesekali mendua pada MotoGP dan Formula 1. Bisa diajak ngobrol di akun twitter @DamarEvans_06