Liukan Riko Simanjuntak yang Dirindukan

Kurang lebih empat bulan sudah kompetisi sepakbola di tanah air melakoni jeda. Sebagai fans Persija, tentu saya rindu melihat aksi Riko Simanjuntak dan kawan-kawan di atas lapangan.

Hal ini berbeda dengan liga-liga di Eropa yang pada September ini bahkan siap memanggungkan musim terbarunya. Sementara kita di Indonesia, kudu menunggu setidaknya hingga Oktober guna melihat lagi tim kesayangan berlaga dalam lanjutan Liga 1 musim 2020.

Tentu ada alasan kenapa Liga 1 baru digulirkan lagi, itu pun bila sesuai rencana, pada bulan kesepuluh. Pasalnya, sebaran Corona di Indonesia masih sangat masif.

Hari demi hari, penambahan kasus baru terus terjadi. Bahkan menunjukkan grafik meningkat. Artinya, keadaan di Indonesia tidak aman karena siapapun berpotensi terjangkiti virus Corona. Maka sebagai fans, kita hanya bisa menunggu dengan sabar seraya berharap yang terbaik. Dilanjutkan silakan, andai tidak pun tak mengapa.

Akan tetapi, bila kompetisi benar-benar dilanjutkan, maka harapan saya untuk kembali melihat liukan Riko bakal terwujud. Ya, dari sekian penggawa Persija, Riko adalah figur yang berhasil mencuri atensi saya. Ini terjadi bahkan sejak dirinya bergabung dari Semen Padang medio 2018 silam.

Berposisi natural sebagai winger, Riko punya modal kecepatan dan kelincahan yang mumpuni. Terlebih, ia punya kemampuan olah bola yang pilih tanding. Kapabilitas Riko ini pula yang membuat banyak The Jak, pendukung setia Persija, mengidolakannya.

Dengan postur tubuh mungil, pergerakan Riko sangat eksplosif. Centre of Gravity-nya rendah sehingga memungkinkan dirinya untuk bergerak cepat dalam rentang waktu yang singkat. Maka jangan kaget bila Riko sering mempecundangi bek-bek lawan saat duel satu lawan satu. Pasalnya, ketika para bek bergerak ke arah kanan, Riko dengan bola di kakinya yang awalnya bergerak ke kiri, tiba-tiba mengubah arah gerakannya.

BACA JUGA:  Rifad Marasabessy, Permata dari Tulehu

Tak berhenti sampai di situ karena Riko juga mempunyai visi bermain dan akurasi umpan yang top. Hal ini dijustifikasi dengan catatan asis buatannya yang selalu nangkring di posisi teratas. Wajar bila Macan Kemayoran dan The Jak mensyukuri presensi Riko di tubuh tim.

Cukup banyak aksi yang ia lakukan, tetapi ada dua yang paling membekas dalam ingatan saya. Pertama saat melawan Newcastle Jets (Australia) dalam laga Preliminary Round 2 Liga Champions Asia 2019. Kedua, partai melawan PS Tira dalam lanjutan Liga 1 2018.

Saya akan membahas dan mengurutkan kedua aksi tersebut dari yang berkesan (laga kontra Jets tak berujung gol) sampai yang paling berkesan (laga kontra PS Tira berujung gol). Kalau ditanya kenapa aksi yang paling berkesan adalah saat melawan PS Tira? Maka jawabannya karena saya mempercayai apa yang pernah dikatakan oleh mendiang Johan Cruyff, “Quality without results is pointless. Results without quality is boring”.

Dalam partai melawan Jets, Riko kedapatan berduel dengan Daniel Georgievski pada menit-menit akhir laga. Bola digiring Riko dari sisi kanan pertahanan Persija hingga masuk ke area kiri pertahanan Jets. Awalnya, Georgievski bisa mengimbangi Riko. Namun sesampainya di area tengah lapangan, bek berumur 32 tahun itu kehabisan bensin.

Akibatnya, Riko dapat menggiring bola mendekati gawang Jets sampai akhirnya melepas umpan terukur ke kotak penalti. Namun apes, akselerasi yang berujung umpan tersebut gagal dikonversi secara brilian oleh Novri Setiawan. sehingga kans tersebut terbuang percuma.

Sementara di laga melawan PS Tira, lagi-lagi terjadi pada menit-menit akhir pertandingan, Riko mendapatkan bola yang jatuh di belakang garis pertahanan sang lawan dari umpan Ramdani Lestaluhu. Berbekal kecepatan dan liukannya, Riko mempermalukan Andy Setyo sebelum melesakkan bola ke tiang dekat jala PS Tira yang kala itu dijaga oleh Ramadhan.

BACA JUGA:  Mengingat Christian Lenglolo, Mengingat PSIR

Jika mengingat kedua aksi dari pemain bernomor punggung 25 tersebut, kerinduan saya kepadanya dan Persija semakin meluap-luap. Rasanya tak sabar melihat Riko kembali beraksi dengan mengajak lari bek-bek lawan dan membuat mereka pontang-panting kerepotan.

Semoga saja kondisi Indonesia segera membaik dan kompetisi sepakbola di tanah air dapat bergulir lagi. Dengan begitu, saya bisa mengobati kerinduan saya akan aksi-aksi menawan pria setinggi 158 sentimeter itu di atas lapangan berbalut kostum Macan Kemayoran.

Sajete!

Komentar
Penggemar Persija dan Juventus yang bisa disapa di akun Twitter @gerrymaulanaaa