Mengangkut Sepakbola dengan Mobil Formula 1

Saat ini, Cristiano Ronaldo tampaknya menjadi atlet dengan gaji termahal yang bekerja di bawah keluarga Agnelli. Yang jelas, ia baru saja naik satu tingkat. Sebelumnya, putra favorit Madeira itu masih kalah dengan olahragawan lain yang bahkan tidak berada di lingkungan sepakbola.

Sebastian Vettel. Pilot Formula 1 itulah yang mengungguli Ronaldo selama ini. Membalap untuk Scuderia Ferrari, selama ini ia lebih banyak menguras kantong keluarga Agnelli dibanding penyerang Juventus pengoleksi lima Ballon d’Or tersebut.

Juventus dan Ferrari memang bersaudara. Benang merahnya berujung pada Exor NV, perusahaan yang dipegang keluarga Agnelli. Melalui perseroan itulah, kontrol terhadap Si Nyonya Tua maupun Si Kuda Jingkrak di lakukan.

Tak pelak, Andrea Agnelli duduk nyaman di kursi Presiden Juventus. Sementara itu, sepupunya, Johan Elkann berdiri di puncak struktur eksekutif organisasi Ferrari, juga sebagai presiden.

Meski bisa dikatakan saudara, baik Juventus maupun Ferrari jarang bekerja sama dengan terang-terangan dengan menampilkan logo mereka di kostum pemain atau livery mobil F1. Kebijakan yang sungguh tak masuk akal bagi Tony Fernandes.

“Mengapa tidak aku pasang saja logo klub Queens Park Rangers di mobil Caterham F1? Toh, keduanya punyaku,” kurang lebih seperti itu pikirnya.

Dan terjadilah. Neil Warnock, manajer QPR saat itu, bersama Shaun Wright Phillips, Jay Bothroyd dan Heidar Helguson, memenuhi undangan Fernandes sesaat sebelum balapan di Abu Dhabi digelar pada 2011.

Dalam acara itu, mereka meresmikan penampilan perdana logo QPR pada livery Caterham ―kala itu masih bernama Team Lotus. Lambang klub yang bermarkas di Loftus Road tersebut ditampilkan di bagian pangkal hidung mobil pada dua seri terakhir musim itu.

Pada tahun berikutnya, logo The Superhoops juga masih beberapa kali terlihat di bodi mobil F1 medioker itu. Contohnya saja saat seri balapan di Sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada. Lambang QPR masih tampil di jet darat yang dikendarai Heikki Kovalainen dan Vitaly Petrov kala itu.

BACA JUGA:  Alvaro Morata: Penyerang Modern dalam Taktik Juventus

Sebagai bentuk timbal balik kerja sama, pasukan Loftus Road pernah mengenakan kostum dengan corak mirip Caterham. Tepatnya pada 2013/2014, ketika jersey ketiga mereka memiliki strip hijau tua-kuning, warna yang lekat dengan tim F1 tersebut.

Beralih ke Berkshire. Pada awal musim itu, Reading baru saja terdegradasi ke kasta kedua. Bukan hal yang baru sebetulnya. Mereka sepatutnya sudah akrab dengan tradisi naik-turun kasta pada awal dekade 2010-an.

Berusaha memperbaiki branding, tim asuhan Nigel Adkins coba menggandeng Marussia F1, tim yang sama semenjananya dengan Caterham. Kesepakatan itu diambil di bekas bandara yang kemudian menjadi sirkuit legendaris, Silverstone, menjelang balapan seri Britania Raya digelar.

Hasilnya, pada akhir pekan, mobil yang dipiloti Jules Bianchi dan Max Chilton turun dengan menampilkan tulisan Royals, julukan dari Reading. Kedua pebalap itu memang gagal mengemas poin, tetapi, toh, hal itu tak membuat kerja sama lintas cabang olahraga tersebut berakhir.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh F1 | Formula 1 Illustration (@boxboxnow) pada

Pada seri berikutnya, representasi klub yang bermarkas di Stadion Madejski itu kembali tampil. Mengaspal di Sirkuit Nurburgring, tulisan Royals tampak di kedua end plate dari sayap depan mobil Marussia. Namun, balapan itu juga menandai akhir dari penampilan Reading di ajang tersebut.

Mundur satu musim ke tahun 2012, Sauber F1 pernah menampilkan tulisan Out of the Blue pada balapan seri China di Sirkuit Shanghai. Tentu saja hal itu membuat banyak orang menggaruk kepala mengenai maksud yang ingin disampaikan oleh tim asal Swiss tersebut.

Sepekan kemudian, di Sirkuit Shakir, Bahrain, mereka kembali mengulang keputusan yang sama. Kali ini, tulisan True Blue terpampang di atas penutup mesin jet darat yang dikendarai Kamui Kobayashi dan Sergio Perez tersebut.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh F1 | Formula 1 Illustration (@boxboxnow) pada

Hingga akhir pekan berikutnya, semua menjadi jelas ketika kolaborasi dengan Chelsea diumumkan. Seremoninya dimulai dengan memarkirkan mobil tiruan milik Sauber ke tempat latihan The Blues di Cobham.

BACA JUGA:  Transfer Gila-Gilaan dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi

Ron Gourlay, CEO Chelsea, memulai sesi foto bersama mobil itu. Lalu, diikuti oleh segenap tim utama yang dipimpin oleh kapten John Terry. Sehari berikutnya, giliran anak-anak Sauber yang berfoto dengan merchandise klub London itu di Sirkuit Catalonia, Spanyol.

Di depan paddock, baik Perez maupun Kobayashi memamerkan jersey Chelsea yang bertuliskan nama mereka. Keduanya berdiri di belakang mobil berseri C31 yang sudah menampilkan logo The Blues di atas penutup mesin dan pangkal hidungnya.

Tak lupa, bos Sauber, Monisha Kaltenborn, mengunkapkan rasa bangganya atas keberhasilan anak asuh Roberto Di Matteo yang saat itu menjadi kontestan final Liga Champions. Kemudian, disusul dengan ucapan selamat saat Didier Drogba dan kolega sukses mengangkat Si Kuping Besar sepekan berselang.

Komentar
Pendukung Persiba Bantul dengan akun twitter @AndhikaGila_ng