Berharap Performa Aduhai dari Osvaldo Haay

Sosok Osvaldo Haay memang kalah tenar jika dibandingkan rekan setimnya di tim nasional Indonesia U-23 yang bertempur di South East Asian (SEA) Games 2019, seperti Evan Dimas Darmono atau Egy Maulana Vikri. Bahkan nama Osvaldo tidak begitu sering digembar-gemborkan media sebagai figur kunci Indonesia.

Walau demikian, aksi pemuda yang akrab disapa Valdo ini justru melejit di Filipina. Namanya paling sering dirapalkan para komentator di televisi dibandingkan pemain timnas lainnya. Maklum saja, penggawa kepunyaan Persebaya Surabaya itu menjadi penyumbang gol terbanyak bagi Indonesia. Sampai tulisan ini dibuat. Osvaldo telah mengemas delapan buah gol. Sebiji gol ia ciptakan di fase gugur, sementara tujuh lainnya pada babak penyisihan grup.

Torehan delapan gol itu juga memantapkan posisi Osvaldo sebagai pencetak gol terbanyak di ajang SEA Games 2019 bersama penyerang Vietnam, Ha Duc Chinh. Andai dirinya sanggup mencetak satu gol lagi, maka Osvaldo bakal melampaui rekor yang ditorehkan striker legendaris Indonesia era 1990-an sampai 2000-an, Kurniawan Dwi Yulianto, yang mengoleksi delapan gol di SEA Games 1995 dan SEA Games 1997.

Menariknya, Osvaldo bukanlah penyerang murni. Pemuda kelahiran Jayapura tersebut aslinya merupakan seorang winger. Namun pelatih timnas U-23, Indra Sjafri, mempercayainya sebagai ujung tombak tim. Peran ini sendiri tak kelewat asing buat Osvaldo karena di Persebaya, dirinya cukup sering dimainkan di posisi tersebut.

Osvaldo memang benar-benar aduhai. Namun akan lebih aduhai lagi jika sosok yang tumbuh dan berkembang sebagai pemain profesional bareng Persipura Jayapura tersebut berhasil membawa Indonesia terbang tinggi sekaligus menggondol medali emas SEA Games 2019 untuk kali pertama dalam tempo 28 tahun!

Tugas Osvaldo untuk mewujudkan cita-cita seluruh masyarakat Indonesia itu memang tidak mudah. Dia harus mengoyak gawang Vietnam yang diasuh Park Hang-seo, malam nanti (10/12) di Stadion Rizal Memorial, Manila.

BACA JUGA:  Perihal Sanksi Ahmad Hisyam Tolle

Sebelum berjumpa di final, Indonesia dan Vietnam sudah dipertemukan pada babak penyisihan grup lalu. Ketika itu, The Golden Stars sanggup membungkam Garuda Muda via skor 2-1. Osvaldo sendiri gagal mencetak gol di partai tersebut.

Dalam partai final nanti, Osvaldo akan bersaing dengan Duc Chinh dan Nguyen Tien Linh, duo subur milik Vietnam yang secara keseluruhan telah mengukir 14 gol. Sebuah catatan yang sangat impresif dan wajib diwaspadai tim besutan Indra Sjafri. Salah melakukan antisipasi, keduanya bisa menghujamkan palu hukuman bagi Garuda Muda.

Meski sedang bersaing ketat dengan sepasang penggawa The Golden Stars itu guna merebut sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen, Osvaldo tak sepatutnya mendahulukan kepentingan pribadinya tersebut dengan bermain egois demi menambah pundi-pundi gol.

Bagaimanapun juga, Osvaldo wajib bekerja sama dengan rekan setimnya secara brilian guna menyudahi paceklik prestasi Indonesia di kancah sepakbola yang telah berlangsung nyaris tiga dekade. Keegoisan Osvaldo, bila muncul di partai final, tentu punya kecenderungan untuk merugikan Indonesia sendiri. Alih-alih berhasil menggetarkan jala Vietnam, bisa-bisa serangan Osvaldo dan kawan-kawan mudah diantisipasi. Hal inilah yang mesti ia tekan karena kepentingan Indonesia ada di atas segalanya.

Lebih jauh, Osvaldo juga harus mampu mengontrol emosi saat diprovokasi tim lawan. Momen di menit-menit akhir laga semifinal SEA Games 2019 melawan Myanmar jadi bukti rentannya mentalitas para pemain Indonesia.

Saat menit-menit akhir perpanjangan waktu kontra The Asian Lions, Osvaldo diganjar kartu kuning oleh wasit akibat bersitegang dengan pemain Aung Naing Wing yang sudah melanggarnya. Sesungguhnya, itu adalah kartu kuning kedua Osvaldo sepanjang SEA Games 2019. Namun mujur, kartu kuning pertama yang dirinya peroleh pada laga di fase grup telah diputihkan sehingga Osvaldo bisa tampil di laga puncak.

BACA JUGA:  Manchester United dan DNA Eropa yang Hilang

Pertandingan versus Vietnam nanti pasti berjalan tidak mudah bagi Indonesia. Namun di titik inilah, kekuatan sejati mereka diuji. Apakah Garuda Muda memang layak beroleh medali emas atau bakal setia menahbiskan diri sebagai langganan medali perak?

Dan Osvaldo merupakan satu dari sekian figur yang berpeluang besar menjadi protagonis utama buat Indonesia. Entah lewat gol, asis maupun kontribusi lain yang tidak tercatat dalam data statistik.

Sebagai penggemar, saya berharap jika Osvaldo dapat menampilkan performa aduhainya di final sembari membantu Indonesia menorehkan prestasi manis dari kancah sepakbola usai tertidur lama dan lekat dengan ejekan.

 

Komentar
Penggemar berat Chelsea dan pernah mencintai sepenuh hati AC Milan, serta bisa disapa di akun Twitter @blues_honeyfah.