Berlatih Menggunakan Bentuk dan Kompleksitas Sederhana

Berlatih menggunakan bentuk sederhana berguna untuk mempertajam prinsip-prinsip model permainan di masing-masing sektor atau lini (belakang, tengah, dan depan) maupun antarsektor. Bagaimana bentuk dan penerapannya dalam latihan? Berikut beberapa opsi yang bisa dipakai.

5v3 melatih keterlibatan kiper dalam build-up serangan

Melatih kiper (ditandai dengan nomor 1) dalam build-up dari lini pertama (lini belakang).

 

Jumlah pemain, umpan, sentuhan, dan ukuran lapangan, dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau kebetulan sesi harian ini berada dalam sesi satu hari sebelum (H-1) pertandingan, misalnya, rasio antara durasi bermain dan istirahat dapat diatur untuk menciptakan beban kerja seringan mungkin.

Poin rondo 5v3 di atas adalah, mempertajam komunikasi antara kiper dengan kedua bek tengah, gelandang bertahan, dan pemain terjauh. Pastikan untuk terus mengingatkan pemain tentang kediagonalan, bentuk berlian, segitiga, kelebaran dan kedalaman (width dan depth) struktur, memanipulasi pressing lawan, dan untuk terus berusaha mengakses pemain terjauh (secara vertikal).

Barcelona build-up dari kiper.

 

Latihan ini berguna untuk melatih ketenangan (composure) dan kreativitas kiper ketika ia harus terlibat dalam sirkulasi bola demi memanfaatkan superioritas jumlah (menang jumlah) maupun superioritas posisional (menciptakan pemain bebas) dalam fase membangun serangan dari lini pertama (lini belakang).

5v3 membangun komunikasi dan memperkuat koneksi permainan di sayap

Selain dapat digunakan untuk membangun komunikasi di area tengah, 5v3 juga dapat digunakan untuk melatih berbagai variasi permainan di area-area lain. Salah satunya, di sisi sayap. Kegunaannya adalah, mempertajam overload di sayap sebagai bagian dari usaha memancing lawan bermain melebar sehingga, diharapkan, membuka celah di half-space dan tengah.

5v3 di sisi sayap.

 

Latihan 5v3 di sini ditujukan untuk sekaligus melatih komunikasi kedua bek sayap dengan #6, sebagai pemain terdalam dalam struktur overload, dan #8. Bergantung kepada kebutuhan latihan, pelatih bisa saja fokus untuk melatih satu sisi sayap.

BACA JUGA:  Cesc Fabregas Bakal Dilatih Legenda Timnas di Como 1907

Perhatikan gambar di bawah:

Bayern Munchen overload sisi kiri dan berprogres melalui half-space terdekat.

 

Contoh di atas merupakan build-up Bayern melalui sisi kiri. Arturo Vidal yang merupakan #6 awal, turun ke lini belakang (tidak terlihat) dan berperan sebagai bek tengah untuk membiarkan Mats Hummels bergerak ke atas melalui sisi kiri untuk melakukan progres serangan. Hummels, dalam situasi di atas dapat diasumsikan sebagai #6 dalam drill 5v3.

Perbedaan situasi dalam bentuk bermain Bayern di atas dengan bentuk 5v3 dalam latihan ini adalah, Thiago Alcantara dan Douglas Costa yang berperan sebagai #8 kembar dan keberadaan Robert Lewandowski sebagai #9 di depan.

Untuk mereplikasi dan melatih prinsip taktik dalam model permainan seperti yang dipraktikkan oleh Bayern, Anda bisa menggantikan #2 dengan #8 (Thiago), #6 area depan dengan #9 (lewandowski), dan #6 di area bawah dengan #4 (Hummels).

4v2 di depan kotak penalti lawan

4v2 di depan kotak penalti (zona 14).

 

Latihan 4v2 di sini secara spesifik ditujukan untuk mempertajam komunikasi dalam progres serangan di sekitar zona 14. Prinsip taktik dalam model permainannya sendiri adalah, saat bola masuk ke zona 14, salah satu penyerang bergerak masuk ke pos #10.

Hoffenheim di zona 14.

 

Dalam prinsip taktik Hoffenheim di atas, adalah Mark Uth (#7) yang bergerak masuk ke pos #10. Pergerakan Uth membuat Hoffenheim menciptakan situasi 4v2 ketika bola diprogres ke zona 14. Pengambilan posisi yang dilakukan Uth membuat menjadi “pemain bebas” (superioritas posisional).

Variasi lain yang mungkin diterapkan adalah, memainkan dua lapangan yang masing-masing terdiri berisi situasi 3v2 ditambah satu pemain netral (#6) yang bergerak di kedua lapangan secara bergantian.

3v2 dan 2v1 + kiper

Latihan ini baru sebatas ide dan konsep, sehingga belum pernah kami terapkan dalam latihan. Ide dasarnya adalah:

  • Mempertajam serangan oleh para penyerang ke dalam kotak penalti lawan.
  • Memperkuat komunikasi antara penyerang sayap dan penyerang tengah untuk mendapatkan koneksi yang kuat dari sayap ke tengah dan ke gawang lawan.
BACA JUGA:  Taisei Marukawa, Poros Serangan Persebaya
Latihan 3v2 dan 2v1 + kiper. Peralihan serangan sayap ke kotak penalti.

 

Kekuatan koneksi peralihan serangan ketika penyerang sayap melakukan pergerakan inversi ke half-space turut dipengaruhi oleh kecakapan #9. Kehadiran #9, sebagai penyerang tengah, di waktu dan ruang yang tepat diperlukan untuk menjembatani (koneksi) peralihan horizontal dari sayap ke tengah.

Peraturan latihan:

  • Tiga pemain merah di area berbentuk persegi melakukan kombinasi permainan untuk memecahkan problem 3v2.
  • Baik #11, #7, dan #9 bebas menyentuh bola sebanyak mungkin.
  • Ketiga pemain merah diperbolehkan menembakkan bola ke gawang.
  • Biru #6 dan #8 hanya boleh bertahan di area persegi.

Setelah melewati pressing dua pemain biru di lapangan persegi, tim merah diperbolehkan menggunakan dua pemain untuk bermain di area di depan kiper (K) untuk menciptakan situasi 2v1 dan memudahkan merah untuk melewati blokade bek (B) biru.

Bentuk dalam infografik di atas bertujuan untuk melatih peralihan serangan dari kedua sayap ke area tengah. Anda dapat memvariasikan latihan dengan cara melibatkan #10 yang berperan sebagai konektor bagi #9 dan #11 sebagai duo eksekutor. Atau, menghilangkan kiper dan gawang besar serta menggantikannya dengan dua gawang mini yang dijaga oleh 1 bek.

Komentar