Gracias Pique!

Gerard Pique (theguardian.com)
Gerard Pique (theguardian.com)

“Saya selalu mengatakan bahwa tidak akan ada tim lain setelah Barca. Dan begitulah yang akan terjadi. Pertandingan Sabtu ini akan menjadi pertandingan terakhir saya di Camp Nou.” Itu adalah ucapan Gerard Pique dalam video perpisahannya bersama Barcelona.

Pemain berusia 35 tahun itu resmi menyatakan pensiun dari klub kebanggaannya dan bakal melakoni laga terakhirnya pada Sabtu (5/10) saat menjamu UD Almeria. Sejatinya kontrak Pique baru akan berakhir pada 2024 mendatang, hanya saja menurut The Athletic pihak klub belum memberikan kepastian terkait gaji dan utang klub kepadanya.

Pique meninggalkan klub sebagai pemain ke-5 dengan penampilan terbanyak bersama Barça (612) dan setelah memenangkan 30 trofi utama bersama Barcelona, ​​​​termasuk tiga trofi Liga Champions, delapan gelar La Liga dan tujuh Copa del Rey.

Selain punya prestasi paripurna di level klub, pemain bertinggi 191 cm ini juga menjadi bagian sejarah emas Timnas Spanyol. Ia memenangkan Piala Dunia bersama Spanyol pada 2010, Euro pada 2012 dan pensiun pada 2018 setelah 102 caps, menjadi pemain ke-11 dengan pertandingan terbanyak bersama La Furia Roja.

Kecintaan pada Barcelona

Kecintaan Pique pada Barca tidak perlu diragukan lagi. Ia tumbuh dan besar di Barcelona dan berasal dari keluarga Blaugrana sejati. Sang kakek, Amador Bernabeu, adalah mantan direktur dan wakil presiden Barcelona. Kemudian ia juga sudah ikut di Akademi La Masia sejak usia 10 tahun.

Pique memang dilahirkan untuk Barcelona. Meskipun sempat hijrah ke Inggris membela Manchester United pada musim 2003/2004, dan mempersembahkan satu gelar Champions League, Liga Inggris, Piala Liga dan Community Shield. Namun, hatinya masih tertambat di Barcelona, hingga akhirnya ia pulang pada tahun 2008.

BACA JUGA:  Sepak Bola, Teknologi Komunikasi, dan Idealitas Sepak Bola

https://twitter.com/FabrizioRomano/status/1588235888303259651?s=20&t=OUnCpxfoO1DLmOPoosyLDw

Sejak saat itu pemilik nomor punggung 3 itu, menjelma menjadi salah satu bek tangguh di dunia dalam satu dekade setelahnya. Selain dikenal sebagai bek yang punya distribusi bola dan duel udara yang baik, Pique adalah bek yang terbilang rajin mencetak gol. Sepanjang kariernya bersama El Barca total sudah menyumbang 30 gol dan 5 asis.

Salah satu kalimat yang Pique ucapkan dalam video perpisahannya adalah “Aku akan kembali” tentu menyiratkan banyak interpretasi. Tapi jika mundur ke belakang di tahun 2013, Pique memang pernah menyatakan diri untuk menjadi presiden klub untuk mengikuti jejak sang kakek di masa mendatang. Ini tentu sudah menjadi bukti yang cukup betapa cintanya Pique terhadap Azulgrana.

Pemain berjiwa besar

Pemain dan pelatih boleh datang dan pergi. Namun Pique menetapkan hatinya untuk terus bersama Barcelona. Bahkan disaat klub tengah mengalami paceklik gelar maupun keuangan Pique menjadi orang terdepan untuk menyatakan setia dan menawarkan solusi

Disaat klub diambang kebangkrutan, ialah orang pertama yang rela memotong gajinya untuk Barca. Tidak hanya sekali melainkan, lebih dari dua kali pemotongan kali. Ia juga berbesar hati dengan gaji yang sudah dipotong itu pun harus kembali dibayar dengan skema mencicil atau hutang.

https://twitter.com/brfootball/status/1588227693841104896?s=20&t=OUnCpxfoO1DLmOPoosyLDw

Hingga apa yang dilakukan Pique membuat rekan-rekan lain di tim mau mengikuti langkahnya dan bisa menyelamatkan Barcelona setidaknya dalam beberapa tahun mendatang.

Pemain jebolan La Masia ini juga menjadi salah satu pemian Barca yang sangat aktif terlibat dalam kegiatan amal. Sejak 2015 putra asli Catalan ini aktif bekerja sama denagn UNICEF untuk menggalang dana untuk program vaksin anak di seluruh dunia.

Seorang businessman yang cerdas

BACA JUGA:  Menghormati Handanovic

Pada tahun 2012, Ayah Pique yang juga seorang businessman terkemuka di Barcelona melakukan test IQ pada anaknya. Dan hasilnya, IQ Pique mencapai 140. Ini sangat luar biasa karena rata-rata IQ orang di dunia berkisar di angka 81-115.

Pique memang seorang yang benar-benar punya intelegensi yang tinggi. Sadar bahwa menjadi pemain sepakbola bukanlah pekerjaan abadi, ia mempersiapkan dirinya sebagai seorang pebisnis handal.

Ia memulainya di tahun 2017 dengan mengambil gelar master bisnis administrasi di Universitas Harvard. Setelahnya, ia mendirikan sebuah perusahaan bernama Kosmos Holding yang bergerak di bidang F&B, sport, teknologi dan masih banyak lagi. Total omzet bisnis Pique mencapai 230 triliun rupiah.

https://twitter.com/brfootball/status/1432398825692532742?s=20&t=OUnCpxfoO1DLmOPoosyLDw

Terbaru perusahaan ia pimpin adalah pengelola gelaran Piala Davis dan salah pemilik hak siar La Liga dan Ligue 1. Dengan bisnisnya yang semakin menggurita tentu Pique tidak perlu pusing lagi setelah memutuskan pensiun.

Dengan apa yang sudah dilakukan Pique bagi Barcelona ia pantas mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Gracias Pique! 

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara