Harapan yang Hadir Kembali Bagi Sergi Roberto

Di sini ada yang sudah menonton The Shawsank Redemption? Kalau belum segeralah kalian menonton film tersebut. Film dengan rating terbaik versi IMDB ini bercerita tentang perjuangan seorang bankir bernama Andy Dufresne (yang diperankan oleh Tim Robbins) yang sebelumnya dijebloskan ke dalam penjara karena dituduh membunuh istrinya. Perjuangan mencari kebenaran dan kebebasan inlah yang menjadi cerita film ini.

Dalam sebuah percakapan antara Andy dan Red (Morgan Freeman) terdapat sebuah kutipan mengenai harapa yang menarik. Andy berkata bahwa harapan adalah hal yang baik, dan hal yang baik akan terus hidup”.

Berbicara mengenai harapan, tentu banyak definisinya tergantung individu yang menginterpretasikannya. Penulis sendiri setuju dengan kata-kata Andy tersebut. Harapan haruslah dibiarkan hidup dan tumbuh dengan sendirinya, semakin Anda keukeuh mengejar harapan maka semakin lama harapan itu akan menjadi kenyataan.

Semua manusia pasti punya harapan, begitu pula dengan Sergi Roberto. Ketika berusia 14 tahun, Sergi Roberto kecil datang dari Gimnastic Tarragona untuk menimba ilmu di La Masia.

Pada sebuah lamunan malam seusai berlatih sambil  menangis teringat orang tua, Sergi Roberto kecil bermimpi suatu saat kelak ia harus bisa bermain di Estadio Camp Nou dan menjadi pemain utama FC Barcelona.

Keesokan harinya Sergi Roberto hanya berlatih sekaligus menunggu harapan yang ia buat itu lama-lama akan tumbuh, waktu tentu terus berjalan. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sudah Sergi Roberto lalui, berbagai jenjang yang ada di La Masia sudah ia lewati mulai dari Cadet, Juvenil hingga Barca B. Sergi Roberto senang, harapan yang ia buat dulu sudah mulai tumbuh dan siap ia petik jika sudah matang.

Kesempatan itu datang ketika pada musim 2013/2014 ia dipromosikan oleh Gerardo “Tata” Martino. Sayang Sergi tak memperoleh momentum yang tepat. Dia belum mampu membuat banyak pihak terkesan dengan kemampuannya.

BACA JUGA:  Dilema (Mencintai) Daniel Sturridge

Rasa frustasi sempat bersemayam karena harapan yang tak kunjung muncul membuat Sergi Roberto ingin mencari pelabuhan baru. Tapi ia masih bersabar, entah karena kecintaan yang begitu mendalam kepada FC Barcelona atau Sergi tidak berani berjudi dengan pindah klub. Saat itu Sergi Roberto masih setia menunggu meski menit bermain tak mudah diraihnya.

Hasil memang tak pernah mengkhianati proses. Setelah sembilan musim lamanya Sergi Roberto berdarah-darah menunggu, harapan itu muncul. Pada awal musim 2015/2016, Barcelona sedang dilanda badai cedera lalu datanglah Luis Enrique yang berlagak seperti Ratu Adil yang mengangkat Sergi Roberto yang sudah berada pada situasi malaise (tidak nyaman atau lesu, red.).

Ketika pramusim posisi bek kanan kosong ditinggalkan oleh Dani Alves karena cedera. Lalu sang entrenador menunjuk pemuda berusia 23 tahun yang mirip dengan Harry Styles untuk mengisi posisi tersebut. Sisanya adalah sejarah yang manis untuk seorang Sergi Roberto.

Badai cedera yang jadi masalah klub nyatanya justru menjadi berkahnya. Memberinya kesempatan untuk bermain dan menunjukkan diri bahwa dia adalah seorang pemain serbabisa. Ketika Dani Alves cedera ia dipasang di bek kanan. Saat El Classico ia bermain di posisi yang biasanya ditempati Lionel Messi. Lalu ketika Andres Iniesta cedera ia pun mau dan bisa dimainkan di posisi sang jenderal lapangan tengah Blaugrana itu.

Kepiawaian Sergi Roberto ketika memainkan berbagai posisi membuat Luis Enrique puas. Tak heran Sergi Roberto sudah memainkan tujuh posisi berbeda dari total sepuluh posisi yang memungkinkan ia mainkan. Bahkan dalam satu pertandingan Sergi Roberto pernah memainkan dua posisi berbeda.

posisi-sergi

Fleksibilitas adalah nilai jual utama Sergi Roberto saat ini. Mungkin ia tak sehebat Sergio Busquets dan ia tak selihai Neymar. Akan tetapi ia lebih serbaguna dibanding kedua rekannya itu. Dan dengan fleksibilitas itu pula klub tak perlu khawatir apabila Adriano atau Sandro Ramirez akan hengkang, serahkan saja semua pada Sergi Roberto. Tak perlu ada Douglas yang lain.

BACA JUGA:  Eric Choupo-Moting Haus Gol di Munchen

Ketika usaha, momentum dan harapan bertemu pada satu titik yang sama secara bersamaan akan menimbulkan sebuah manfaat yang sangat besar. Bukan hanya bagi Sergi Roberto, tapi bagi Luis Enrique dan Barcelona. Apa yang terjadi pada Sergi Roberto juga bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang sedang menimba ilmu di La Masia.

Karena sejatinya harapan akan selalu ada jika kita mempercayainya.

 

Komentar
Mahasiswa jurusan sejarah yang sedang berusaha menyelesaikan studinya di salah satu universitas di semarang, penikmat sepakbola dari layar kaca setiap minggunya dan mantan pemain futsal tingkat jurusan.