Karamnya Kapal Napoli

Dalam konferensi pers jelang laga melawan Liverpool pada matchday kelima Liga Champions di Grup E, pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, menyangkal bahwa situasi internal timnya sedang bermasalah.

“Apa yang beredar di media tak sepenuhnya benar. Segenap elemen yang ada di tubuh klub sedang mengevaluasi kenapa performa kami di Serie A tak sesuai ekspektasi. Padahal, di Liga Champions kami masih berada di jalur yang benar”, terang Ancelotti seperti dikutip dari Sky Sports Italia.

Selama beberapa pekan terakhir, berita soal memburuknya kondisi internal I Partenopei terus bergulir. Kabarnya, konflik dimulai saat presiden klub, Aurelio De Laurentiis, memerintahkan seluruh skuat untuk tetap berlatih selepas hasil imbang kontra Red Bull Salzburg (5/11) silam.

Akan tetapi, skuat Napoli menolak keras perintah tersebut. Akibatnya, sang patron naik pitam dan menyebut bahwa Lorenzo Insigne dan kawan-kawan sudah melakukan pemberontakan.

Kenyataan itu memicu Edo, putra Aurelio yang juga wakil presiden klub, angkat bicara. Alih-alih meredam situasi panas, dirinya juga mengklaim bahwa Insigne dan kolega tidak menghormati tim yang mereka perkuat dan juga kota Napoli secara keseluruhan.

Pada akhirnya, Aurelio disebut-sebut rela bertindak ekstrem terhadap pemain-pemain yang menghuni kesebelasannya dengan memotong gaji mereka sebesar 25 persen. Sebuah tindakan gila yang menimbulkan kontroversi dan perdebatan.

Tak cukup sampai di situ, sang presiden juga terang-terangan melarang para pemain untuk berbicara kepada media. Sementara Ancelotti, sangat enggan untuk membeberkan apa yang sedang berkelindan di tubuh Napoli yang kini terlihat seperti kapal bersiap karam.

BACA JUGA:  Pandemi di Belanda dan Keberuntungan Twente

Alhasil, rumor bahwa I Partenopei siap melego beberapa pemain berpengaruh yang dianggap sebagai otak pemberontakan semisal Allan, Jose Callejon, Insigne, Kalidou Koulibaly, dan Dries Mertens, baik di bursa transfer musim dingin bulan Januari 2020 mendatang maupun jendela transfer musim panas jelang bergulirnya musim kompetisi 2020/2021, juga terdengar semakin kencang.

Mengingat pemain-pemain di atas memiliki kualitas yang mumpuni, sejumlah kesebelasan kabarnya siap melayangkan tawaran kepada Napoli meski nominal yang kudu dikeluarkan tidak sedikit jumlahnya.

Terasa makin menarik, sosok Callejon dan Mertens berpeluang hijrah dengan gratis sebab durasi kontrak mereka akan habis pada musim panas 2020. Sedangkan figur seperti Elseid Hysaj dan Piotr Zielinski masa baktinya cuma tersisa semusim sehingga harga jualnya bisa ditekan oleh para peminat.

Semenjak gejolak internal di tubuh Napoli menyeruak ke permukaan, performa yang mereka suguhkan di atas lapangan pun terlihat jeblok. Bila pada musim-musim sebelumnya Insigne dan kolega sanggup bersaing di papan atas Serie A, kini mereka terdampar di posisi tujuh klasemen sementara dengan bekal 20 poin.

Beruntung di babak penyisihan grup Liga Champions mereka masih aman di peringkat dua klasemen sementara Grup E via raihan 9 poin, dini hari tadi (28/11) Napoli bermain imbang 1-1 dengan Liverpool di Stadion Anfield meski sempat unggul terlebih dahulu via Mertens sebelum disamakan oleh Dejan Lovren, sehingga kans untuk lolos ke babak berikutnya terbuka lebar.

Kendati demikian, ada hal yang perlu dibenahi lagi oleh Ancelotti dan seluruh skuatnya jika tak ingin kapal Napoli semakin karam. Semenjak 27 Oktober 2019 atau sudah genap sebulan, Insigne dan kawan-kawan tak pernah lagi mencicipi manisnya kemenangan (dalam rentang tujuh partai).

BACA JUGA:  Konsistensi AS Roma di Tangan Paulo Fonseca

Suka atau tidak, keadaan itu berpotensi mengganggu mental seisi skuat I Partenopei. Terlebih, lawan-lawan yang mereka hadapi di fase krisis tersebut bisa dikategorikan lebih lemah yaitu SPAL, Genoa, dan Salzburg.

Jika Ancelotti dan para pemainnya tak segera kembali ke jalan yang lurus dengan peningkatan performa, jangan kaget apabila mereka akan semakin tercecer di Serie A. Lebih jauh, mimpi untuk berbicara banyak di Liga Champions pun dapat pupus dalam waktu singkat.

Di sisi lain, Aurelio sebagai presiden klub juga harus bersikap lebih bijaksana dalam menyikapi krisis hasil yang dipetik tim miliknya. Berbicara dengan Ancelotti serta para pemain jadi hal yang selayaknya ia lakukan. Dengan begitu, Aurelio paham akar masalah di tim ini dan bisa mencari solusi terbaik bersama-sama. Bukankah hal itu tampak lebih baik daripada koar-koar di media perihal hukuman yang dapat ia jatuhkan kepada seluruh pemain?

Berhasil melaksanakannya akan memperbesar kans Insigne dan kawan-kawan untuk bangkit di sisa musim ini. Namun tenggelamnya kapal Napoli yang tengah karam bisa jadi keniscayaan kalau hal sebaliknya yang terjadi.

Komentar