Kilas Balik dan Prediksi Perjalanan Persipura di Piala AFC 2015

Pada suatu sore yang panas, 12 Mei 2015, pukul 19.00 waktu Bangalore, India, berlangsunglah pertandingan terakhir Grup E Piala AFC 2015 antara Bengaluru FC dan Persipura Jayapura. Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Sree Kanteerava itu, Persipura tertinggal lebih dulu melalui gol Udantha Singh pada menit ke-24. Namun, gol dari pemain yang baru berusia 18 tahun itu cepat dibalas oleh tendangan dari luar kotak penalti Robertinho Pugliara yang menghujam deras ke pojok kiri atas gawang tim asuhan Ashley Westwood itu.

Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-72, Immanuel Wanggai mencetak gol kedua untuk Persipura melalui tendangan dari luar kotak penalti yang dengan deras menuju pojok kanan bawah gawang yang dikawal Lalthuammawia Ralte. Empat menit kemudian, Boaz Solossa menambah keunggulan Persipura menjadi 3-1 sekaligus mencetak gol terakhir pertandingan tersebut lewat sundulan ciamik. Pertandingan berakhir dan Persipura pun berhasil lolos dari Grup E Piala AFC 2015 sebagai juara grup.

Pencapaian Tim

Tidak sekadar lolos, Persipura juga mencatatkan beberapa torehan yang gemilang pada gelaran Piala AFC 2015 ini, di antaranya dengan mencatat rekor tak terkalahkan dengan 5 kemenangan dan 1 hasil imbang. Pencapaian ini barangkali bukan hal yang istimewa, mengingat ada empat tim lain yang juga tak terkalahkan, yaitu Persib Bandung, Ayeyawady United, South China dan Al-Jaish.

Pencapaian Persipura tentu tidak berhenti sampai di sana. Tim besutan Osvaldo Lessa juga menjadi tim tersubur kedua di turnamen dengan mencetak 17 gol dari 6 laga, hanya berada di bawah South China yang mencetak 19 gol. Dari aspek pertahanan, Persipura juga mencatatkan hasil lumayan bagus dengan hanya 4 kali kebobolan, di bawah Al-Jaish yang baru sekali kebobolan dan Johor Darul Takzim, South China serta Al-Wehdat yang masing-masing kebobolan 3 kali.

pencapaian-individu

Pencapaian Individu Pemain

Selain pencapaian secara tim, pencapaian individu pemain Persipura juga membanggakan. Pemain bernomor punggung 86 yang juga merupakan kapten tim, Boaz Solossa, masuk dalam jajaran teratas pencetak gol terbanyak dengan 5 gol. Boleh jadi, Bochi hanya berada di urutan keempat di bawah Riste Naumov (Ayeyawady) yang mencetak 8 gol, Daniel McBreen (South China) dan Dickson Nwakaeme (Pahang) yang masing-masing mencetak 6 gol. Namun, perlu diketahui bahwa Riste berasal dari Montenegro, McBreen dari Australia dan Dickson berasal dari Nigeria. Artinya, sampai sejauh ini Boaz Salossa adalah penyerang dari Asia yang paling tokcer dalam pagelaran Piala AFC 2015.

BACA JUGA:  Mengapa Riedl Memilih Kurnia Meiga

Gol-gol yang dicetak oleh Boaz benar-benar menunjukkan keahliannya sebagai seorang penyerang. Hal ini ditunjukkan dengan 2 gol dari kaki kanan, 2 gol dari kaki kiri dan 1 gol dengan sundulan. Artinya, Boaz mampu memanfaatkan bagian manapun dari tubuhnya untuk mencetak gol, meski kita tahu bahwa Boaz adalah seorang pemain kidal. Bahkan, satu gol yang dicetak oleh pencetak gol terbanyak sepanjang masa Persipura ini ketika melawan Maziya dilakukan dengan menggiring sendiri bola dari tengah lapangan. Gol tersebut mengingatkan kita pada gol solo run Diego Maradona ketika melawan Inggris di Piala Dunia 1986 dan salah satu gol Lionel Messi ketika melawan Getafe di La Liga.

Boaz Solossa penyerang asal Asia paling tajam di Piala AFC 2015
Boaz Solossa penyerang asal Asia paling tajam di Piala AFC 2015

 

Tantangan Berikutnya

Lawan Persipura di babak 16 besar adalah Penang FA yang merupakan peringkat kedua grup G. Melawan Pahang FA, tentu Persipura tidak boleh meremehkan lawannya. Pahang adalah juara dua tahun berturut-turut Piala Malaysia 2013 dan 2014, serta juara Piala FA Malaysia 2014. Pada Liga Super Malaysia 2014 pun Pahang cukup kompetitif dengan menempati posisi ketiga di bawah Johor Darul Takzim dan Selangor FA.

Selain itu, seperti yang sudah dituliskan di atas, penyerang mereka asal Nigeria, Dickson Nwakaeme, adalah salah satu pencetak gol terbanyak di Piala AFC 2015 ini. Pemain belakang Persipura seperti Dominggus Fakdawer dan Bio Pauline harus siap beradu kekuatan karena pemain bertinggi badan 186 cm ini sangat kuat hingga dijuluki “Iron Man oleh penggemarnya di Malaysia.

Satu lagi pemain Pahang FA yang paling menarik perhatian adalah Zesh Rahman. Editor Football Fandom, Yoga Cholandha, sampai-sampai pernah menuliskan sebuah artikel khusus untut Zesh yang merupakan pemain keturunan Inggris-Asia pertama yang mampu bermain di Liga Primer Inggris. Dalam artikel berjudul Zesh Rahman, Imigran Asia dan Sepak Bola itu, Yoga menuliskan “Zesh Rahman mungkin bukanlah pesepak bola terbaik yang pernah kita kenal, tapi ia adalah salah satu yang paling inspiratif”. Pengalamannya di Liga Inggris berhadapan dengan penyerang tangguh macam Michael Owen dan Robbie Fowler, tentu diharapkan oleh Pahang FA mampu meredam serangan-serangan Persipura.

BACA JUGA:  Lautaro Martinez: Sang Protagonis Utama

Prediksi

Persipura dan Pahang FA adalah dua tim yang sama-sama dihuni oleh pemain lokal yang malang-melintang di tim nasional Indonesia dan Malaysia. Pemain asing yang dimiliki kedua tim ini pun sangat berkualitas. Namun, beberapa catatan menguntungkan tim Mutiara Hitam untuk bisa melaju ke babak perempatfinal.

Pagelaran Piala AFC 2015 ini sama-sama merupakan keikutsertaan ketiga Persipura dan Pahang FA. Meski demikian, prestasi yang Persipura catatkan jauh lebih bagus. Persipura mampu menembus babak perempa final pada 2011 dan semifinal pada 2014. Lebih istimewa lagi, pada Piala AFC 2014, Persipura mengalahkan Al-Kuwait dengan agregat 8-4, padahal Al-Kuwait saat itu merupakan juara bertahan Piala AFC dua tahun berturut-turut, 2013 dan 2014. Sementara, Pahang FA yang sebelumnya turut serta di Piala AFC 2005 dan 2007 selalu terhenti di fase grup.

Selain jam terbang dan catatan Persipura yang lebih baik dibanding Pahang FA di Piala AFC, status Mutiara Hitam yang merupakan juara grup dan tok gajah sebagai peringkat kedua tentu saja memiliki keuntungan khusus bagi tim kebanggaan Papua. Persipura berhak melangsungkan pertandingan dengan status tuan rumah, karena perempatfinal Piala AFC hanya dilaksanakan satu pertandingan saja. Dukungan tuan rumah dan keinginan untuk minimal menyamai capaian musim lalu tentu menjadi motivasi tersendiri untuk Persipura. Sementara itu, Pahang FA tak hanya akan berjuang melawan Persipura, tapi juga melawan jauhnya jarak yang harus ditempuh dan panasnya bumi Sentani.

Untuk mengatasi kelelahan akibat perjalanan jauh, Pahang FA bisa saja mengaplikasikan apa yang ditulis di artikel ini: Mengenal Jet Lag dan Cara Mengatasinya.

 

Komentar