Kyogo Furuhashi: Harta Karun Jepang yang Gagal ke Piala Dunia Qatar 2022

Kyogo Furuhashi tidak masuk dalam skuad Jepang untuk Piala Dunia 2022. (The Sun)
Kyogo Furuhashi tidak masuk dalam skuad Jepang untuk Piala Dunia 2022. (The Sun)

Jepang telah merilis 26 nama penggawa yang akan berlaga di Piala Dunia 2022 Qatar. Tim Samurai Biru punya beberapa pemain fenomenal yang mencuri perhatian musim ini. Sebut saja nama-nama seperti Takehiro Tomiyasu, Takefusa Kubo, hingga Kaoru Mitoma yang menunjukkan performa menjanjikan di level kompetisi Eropa.

Namun, ada satu nama yang luput dari skuad Piala Dunia dan memunculkan pertanyaan besar. Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu memutuskan membawa tiga penyerang yakni Takuma Asano, Ayase Ueda, dan Daizen Maeda. Moriyasu meninggalkan Kyogo Furuhashi, striker yang sedang naik daun bersama Celtic sejak musim 2021/2022.

https://twitter.com/indo_jleague/status/1587427697885839361

Kyogo Furuhashi dalam sekejap menjadi pujaan para pendukung The Hoops sejak bergabung pada musim panas 2021 lalu. Dalam total 33 laga yang dijalani, Furuhashi moncer dengan torehan 20 gol dan 5 assists di semua ajang. Ia menjadi ujung tombak andalan Celtic sehingga sukses merebut gelar juara Liga Skotlandia 2021/2022 dan mengawinkannya dengan trofi Scottish League Cup.

Torehan golnya musim itu terasa semakin fenomenal mengingat Furuhashi sempat mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen beberapa bulan sejak Desember 2021 hingga awal April 2022.

We’ve got Kyogo, he’s doing his thing!” Begitu kira-kira sorak sorai suporter Celtic terhadapnya, mengiringi keberlanjutan kiprah Furuhashi yang terus menampilkan performa menjanjikan awal musim ini. Ia telah mengoleksi 8 gol dan satu assist dalam 10 kesempatan tampil sebagai ujung tombak Celtic sekaligus menjadi top skor sementara klub.

Sosok 27 tahun kelahiran Ikoma, prefektur Nara tersebut juga telah berjasa besar untuk kembali membuka jalan bagi rekan senegaranya untuk merapat ke Skotlandia. Kini, Celtic punya tiga penggawa lain dari Negeri Sakura yakni Rio Hatate, Yosuke Ideguchi, dan striker pilihan Moriyasu di Piala Dunia 2022, Daizen Maeda.

Kunci awalnya ada di sosok pelatih Celtic yang juga eks J1 League, Ange Postecoglou yang juga baru bergabung pada musim panas 2021. Ange diboyong dari Yokohama F. Marinos untuk menggantikan pelatih Celtic sebelumnya, Neil Lennon yang kontraknya habis pada Februari 2021. Nuansa kental Jepang di skuad Celtic membawa kembali romansa klub yang bermarkas di Celtic Park itu ketika diperkuat salah satu pemain terbaik Jepang sepanjang masa, Shunsuke Nakamura medio 2005-2009 silam.

Timeline kiprah Ange dan Furuhashi nyaris bebarengan sejak keduanya mentas di J1 League pada 2018. Furuhashi awalnya bermain sepakbola untuk klub amatir tingkat SMA, Kokoku HS dan melanjutkannya saat menimba ilmu di perguruan tinggi bersama Chuo University.

BACA JUGA:  Dunia Bayang-Bayang Dani Pedrosa

Titik awal karier profesionalnya terjadi pada 2017 saat berseragam FC Gifu di kasta kedua Liga Jepang. Selama dua musim, Furuhashi mengoleksi 18 gol dari 68 laga di J2 League. Ketajamannya membuat Vissel Kobe kepincut sehingga memboyong striker 1,70 meter itu ke kasta tertinggi sepakbola Negeri Sakura.

Ia beruntung bisa bergabung dengan klub kota pelabuhan tersebut. Furuhashi kemudian berbagi satu ruang ganti dan lapangan dengan pemain sekelas Andres Iniesta dan David Villa selama beberapa musim. Dua sosok itu juga yang menjadi pendorong kepindahannya ke Celtic. Furuhashi mengalami perkembangan signifikan sejak berseragam Vissel Kobe.

Selama empat musim, ia menjadi andalan di lini depan dengan 42 gol dari 95 pertandingan. Andres Iniesta mengakui talenta dan ketajamannya. Iniesta dan Furuhashi memiliki ikatan pertemanan yang cukup dekat. Saat momen perpisahan Furuhashi, Iniesta terlihat emosional seraya menyampaikan ucapan perpisahan kepada Kyogo.

“Dia punya talenta untuk bermain di Eropa. Dia punya teknik yang kuat dan saya percaya dia akan sukses,” ungkap Iniesta terhadap Furuhashi. Benar saja, Furuhashi sama sekali tak canggung sejak awal kepindahannya ke Celtic. Kontribusinya untuk The Bhoys secara instan langsung berdampak di tengah upaya merebut gelar juara liga dari Rangers.

Namanya mulai dikenal luas ketika mencatatkan hattrick pertama untuk klub saat Celtic menggilas Dundee United 9 gol tanpa balas. Berdasarkan statistik Fbref, kontribusi gol plus assist (G+A) miliknya musim lalu mencapai 0.89 per laga dan meningkat hingga 1.31 per 90 menit sepanjang musim ini. Atas musim pertamanya yang sukses, Furuhashi masuk dalam jajaran PFA Team of the Year Liga Skotlandia.

Kemampuannya secara mutlak juga diakui oleh rekan setimnya, David Turnbull. Menurut sang gelandang, Furuhashi memiliki kualitas dan kecepatan untuk mendukung pergerakannya mencari ruang di lini depan. Ia nyaris selalu menciptakan momentum yang pas untuk menerima through pass dari belakang dan menghindari offside. Run in behind Furuhashi amat memudahkan koleganya untuk membuat jalur umpan yang pas. Furuhashi juga terampil dengan bola. Ia bisa menjalankan peran lain sebagai pemantul dengan penguasaan bola dan kemampuan passing yang mendukung.

Dua golnya yang membawa Celtic menjuarai Scottish League Cup musim lalu sangat mencerminkan kualitas pergerakannya. Celtic kebobolan di menit 51 oleh Hanlon dari Hibernian. Semenit kemudian, The Hoops merespons cepat dengan gol Furuhashi yang langsung berlari ke sepertiga akhir lapangan untuk mencari ruang.

Sontekannya berhasil menyamakan kedudukan, lalu membalikkan keadaan dengan chip indahnya sekitar 20 menit kemudian. Padahal Furuhashi kala itu masih belum fit. Ia baru sembuh dari cedera, tapi seolah menjadi pemain yang paling siap untuk laga final.

Usai peluit panjang, pelatih Ange memeluknya dan memuji sang pemain. “Saya tidak tahu bagaimana ia melakukannya. Sungguh pemain fantastis dan orang yang luar biasa. Klub ini dan dia (Furuhashi) adalah perpaduan yang tercipta di surga,” pujinya. Di level timnas, Furuhashi telah merumput 16 kali dengan koleksi 3 gol dan 2 assists.

Debutnya terjadi saat Jepang menggelar laga persahabatan kontra Venezuela pada November 2019 lalu. Kontribusinya tak bisa dibilang buruk untuk Negeri Sakura. Maka, menjadi aneh ketika namanya absen dari daftar skuad yang dibawa pelatih Moriyasu ke Qatar.

Moriyasu tak menjelaskan secara gamblang terkait alasannya tak membawa Furuhashi ke Qatar. Namun, berdasarkan keterangannya, ia ingin Jepang bermain dengan intensitas tinggi sepanjang laga. Sementara skuad yang kini terpilih dinilai mampu mengampu tugas itu secara tim. Namun, Furuhashi juga terbiasa dengan permainan tempo tinggi khas Celtic yang mengalami peningkatan sejak ditangani Ange musim lalu.

Hal itu juga yang menjadi alasan Postecoglou untuk memboyong Furuhashi ke Celtic. Ia menyukai striker subur yang juga mampu menjalankan link-up dengan pemain lain dengan kemampuan tracking back serta pressing mumpuni. Furuhashi nyaris memenuhi semua kriteria itu yang mendukung fluiditas di jajaran tiga penyerang utama.

Bek tengah Celtic, Stephen Welsh juga mengakui kemampuan defensif sang ujung tombak. Dengan aksi pressing yang dimulai dari depan oleh seorang striker, Welsh menilai Furuhashi menjalankan peran itu dengan baik. “Bagaimana cara kami bermain, semua orang bisa melihatnya dengan intensitas tinggi dan pressing dari pemain depan, terutama Kyogo. Pressing-nya mungkin yang terbaik dari seorang striker yang pernah saya lihat. Saya pikir anda bisa melihat itu,” ungkapnya pada Desember lalu.

Komentar