Lembaran Kisah Revolusi AC Milan dalam Buku “La Storia: Scudetto”

Buku La Storia Scudetto. (Casa Milan Podcast)
Buku La Storia Scudetto. (Casa Milan Podcast)

Buku setebal 208 halaman merangkum kisah perjuangan dan penantian panjang AC Milan untuk kembali meraih scudetto setelah 11 tahun lamanya. La Storia: Scudetto berisi kisah perjuangan salah satu klub sepakbola tersukses di Eropa, AC Milan yang berusaha bangkit dari keterpurukan. 

Segala upaya menyeluruh klub diceritakan secara runut mencakup berbagai aspek penting yang pada akhirnya bermuara saat Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan berpesta usai memenangkan laga sekaligus gelar juara Serie A setelah mengalahkan Sassuolo di giornata terakhir Serie A musim 2021/2022. 

Secara umum, La Storia: Scudetto lebih berfokus pada sisi industri tentang bagaimana AC Milan dijalankan sebagai klub sepakbola profesional. Kultur dan pandangan konservatif di Italia yang selama ini bertahan di tubuh klub mengalami perubahan signifikan, terutama pada periode musim 2020/2021 – 2021/2022. 

Aditya Nugroho benar-benar menyediakan servis memanjakan bagi para Milanisti di Indonesia. Segala cerita dari lingkup manajemen, pelatih, dan para pemain kunci dapat menjadi pegangan dan penguat rasa optimis terhadap performa Milan di musim-musim selanjutnya. 

La Storia: Scudetto merupakan pelengkap cerita perjalanan AC Milan yang kali ini mengisahkan titik klimaks di mana akhirnya Rossoneri meraih gelar juara. Buku ini menjadi edisi ketiga dari kumpulan tulisan tentang AC Milan oleh Aditya Nugroho. La Storia: Kumpulan Cerita Milan era Berlusconi dan La Storia: Finanza lebih dulu terbit pada 2017 dan 2019.

Bagian demi bagian di La Storia: Scudetto memang secara khusus ditujukan kepada Milanisti. Namun, tak menutup kemungkinan para penikmat sepakbola lain membacanya. Sah-sah saja karena cerita tentang tata kelola dan upaya revolusi di tubuh AC Milan bisa menjadi suntikan pengetahuan terkait pengelolaan klub di masa modern seperti sekarang. 

BACA JUGA:  Analisis Performa Juventus Paruh Pertama Musim 2015/2016

Mungkin, pengecualian untuk para Internisti. Membacanya bisa membuat para suporter Inter Milan kebakaran jenggot dan emosi. Apalagi di dalamnya juga diceritakan laga per laga krusial yang menjadi titik balik Rossoneri untuk tampil lebih gahar hingga puncaknya saat meraih Scudetto ke-19. 

La Storia: Scudetto seolah mendekatkan AC Milan yang bermarkas di San Siro kepada para penggemar loyal mereka di Indonesia yang telah lama menanti perubahan dan prestasi. “Gelar ini juga menandai berakhirnya era mismanagement yang telah dialami Milan sejak hampir satu dekade, sekaligus menjadi sebuah pernyataan tegas bahwa tim ini siap untuk melangkah lebih jauh lagi,” kira-kira begitu niat Aditya Nugroho sebagai penulis saat menyusun sepenggal kisah AC Milan dalam meraih kejayaan musim 2021/2022. 

Sebagai sesama penggemar klub berjuluk Setan Merah, saya suka Manchester United, buku ini secara ajaib juga bisa memunculkan secercah harapan bahwa Setan Merah di daratan Inggris juga bisa berbenah. Saya juga dibuat tertarik untuk menyaksikan pertandingan AC Milan lagi baik itu di Serie A maupun Liga Champions. 

Buku ini nyaman dibaca saat momen apapun karena penulisannya yang rapi, runut, dan lugas. Apalagi amit-amit saat AC Milan mengalami pertandingan buruk, barangkali La Storia: Scudetto bisa menjadi pelipur lara sekaligus penjaga asa bahwa AC Milan akan terus berusaha menuju puncak kejayaan. Haha…peace.

Langsung checkout bukunya di sini dan kenang kejayaan terkini AC Milan sambil menghibur diri.

 

Komentar