Pembuktian Miguel Almiron

Miguel Almiron (naijaonpoint.com)
Miguel Almiron (naijaonpoint.com)

Ingatkah kalian dengan sosok Santiago Munez dalam film “Goal” ? Tampaknya film yang tayang pada tahun 2005 silam benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Hanya saja lakon utamanya kali ini adalah seorang bintang dari Newcastle United bernama Miguel Almiron. 

Miggy, sapaan akrabnya, mampu mencuri perhatian pecinta sepakbola melalui penampilan memukaunya bersama The Magpies. Pemain asal Paraguay ini tak tergantikan di 13 laga dan menjadi top skor klub dengan 7 golnya. Torehan ini tentu mampu membungkam Jack Grealish yang pernah menjadikannya sebagai bahan ejekan.

Perjalanan karier yang tidak mudah

Layaknya Santiago Munez dalam film Goal, Almiron juga lahir dari keluarga yang miskin tapi memiliki mimpi besar menjadi seorang pesepakbola. Ayah Almiron adalah seorang satpam yang bekerja 18 jam per hari sementara Ibunya adalah kasir di sebuah minimarket. Almiron adalah anak pertama dari 5 bersaudara yang tinggal di sebuah rumah kecil di kota Asuncion, Paraguay.

Meskipun hidup di tengah keterbatasan, tidak membuat pemain kelahiran 11 Februari 1994 itu mengubur mimpinya. Ayah Almiron sangat mendukung apa yang ia impikan dengan mendaftarkan anaknya ke sebuah akademi sepakbola yang tak jauh dari rumahnya.

Bakat Almiron sempat tercium salah satu klub besar Paraguay, Nacional. Namun sayang, Almiron tidak lolos tes kesehatan karena dianggap tubuhnya terlalu kurus dan didiagnosa tidak bisa mengalami pertumbuhan badan.

Miggy tidak patah arang. Hingga akhirnya ia direkrut oleh klub divisi dua Liga Paraguay Cerro Porteno pada tahun 2011. Setelah empat musim bersama Cerro Porteno, Almiron memutuskan untuk hijrah ke Liga Argentina dengan memperkuat klub Lanus. Bersama Lanus, Almiron bermain mampu mencetak 4 gol dan 4 asis serta membawa klubnya menjuarai Liga Argentina tahun 2016. 

Berjaya di MLS dan tiba-tiba direkrut Newcastle United

Setelah dua musim membela Lanus, pada tahun 2017 Almiron memutuskan pindah ke MLS (Major League Soccer) dengan memperkuat Atlanta United. Bersama klub berjuluk The Five Stripes ini, Almiron menemukan performa terbaiknya. Ia terlibat di 70 laga dan mampu membukukan 22 gol dan 21 asis. Tak hanya itu, ia juga berandil besar terhadap raihan gelar juara MLS 2017/2018 bagi Atlanta United.

Nasib tak dapat diraih, mujur tak bisa ditolak. Secara mengejutkan di tahun 2019, Almiron mendapatkan sodoran kontrak dari Newcastle United. Bahkan, ia menjadi pemain termahal yang pernah dibeli Newcastle saat itu dengan mahar 20 juta pound sekaligus memecahkan rekor transfer Michael Owen pada tahun 2005.

BACA JUGA:  Elegi Mario Mandzukic

Peran besar Eddie Howwe

Kedatangan Migueal Almiron di Saint James Park tidak berjalan semulus apa yang ia bayangkan. Di musim pertamanya ia tidak bisa mencetak gol dan pada tiga musim berikutnya ia hanya mampu mencetak 9 gol dari 100 laga. Ini tentu menjadi catatan buruk bagi pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap.

Dipecatnya Steve Bruce membawa angin segar bagi Almiron. Eddie Howwe, sebagai pengganti, mampu menumbuhkan kepercayaan diri seorang Miggy. Bahkan Eddie pasang badan terhadap kritikan yang diterima Almiron dan mengajak orang-orang mengubah persepsi bahwa striker tidak hanya dinilai dari kontribusi golnya.

Eddie sendiri memang sudah lama tertarik dengan gaya main Almiron. Bagi Eddie penting bagi timnya memiliki pemain pekerja keras dan punya kemampuan langka seperti Almiron. Saat klub menyodorkan nama Antony Gordon sebagai pengganti Almiron, Eddie lebih memilih mempertahankannya. Dan keputusannya sejauh ini berhasil.

Posisi dan gaya bermain

Miggy Almiron di era Eddie banyak ditempatkan sebagai RWF atau penyerang sayap kanan dalam skema 4-3-3. Dilansir dari The Athletic,  Almiron mendapatkan tugas khusus dari Eddie untuk mematangkan pergerakan, pengambilan keputusan di sepertiga akhir dan akurasi tembakannya. 

Hasilnya, Almiron mampu menjalankan hal tersebut dengan baik. Almiron menjelma menjadi penyerang sayap yang lincah, cepat, punya positioning yang bagus, dan punya tembakan jarak dekat dan jauh yang sangat mematikan. Dari kombinasi tersebut Almiron mampu menorehkan 7 gol dan menjadi elemen penting dalam skema penyerangan The Magpies.

Seperti saat mencetak gol ke gawang Aston Villa (29/10), Almiron membuktikan kemampuannya membuka ruang, melakukan cut inside dan melepaskan gol indah lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.

Meskipun berposisi sebagai pemain depan, Almiron punya kemampuan defense yang cukup baik. Berdasarkan heatmap dari sofascore.com, ia cukup sering mengisi sektor sayap tengah depan dan sayap tengah belakang atau sebagai seorang mezzala. Ia juga sering melakukan tekel dalam pertandingan guna merebut bola atau memotong serangan. Rata-rata Miggy melakukan 1,5 tekel per 90 menit.

BACA JUGA:  Skema Tendangan Sudut: Gol Koulibaly dan Norgaard

Komparasi statistik Miggy Almiron dan Jack Grealish

Apa yang dilakukan Miguel Almiron di 13 laga awal Premier League seakan membayar tuntas terhadap ejekan yang dilakukan Grealish. Bahkan The Athletic membuat sebuah komparasi statistik antara Almiron dengan winger Manchester City tersebut. Hasilnya si pendiam dan pemalu dari Paraguay unggul telak atas pemain berharga 100 juta pound milik City tersebut.

Dari menit bermain Almiron lebih banyak bermain dengan 13 laga, sementara Grealish baru 5 kali bermain. Angka xG Miggy pun menyentuh 0,49 per laga, sedangkan Grealish hanya 0,28. Pemain yang wajah. 

Pun dari sisi produktivitas gol. Pemain Timnas Paraguay itu, sudah mencetak 7 gol, sementara Pemain Timnas Inggris baru mencetak 1 gol.

Pemain berusia 28 tahun itu  juga unggul dalam frekuensi melakukan tembakan per laga. Almiron berhasil melakukan 2,5 tembakan, sedangkan mantan pemain Aston Villa hanya 1,4. 

Memang Grealish bukanlah pilihan utama Pep layaknya Miguel Almiron bersama Eddie Howe. Namun berdasarkan statistik di atas bisa memperlihatkan betapa kerja keras, tekun dan sabarnya seorang Almiron untuk berada di level ini. Dan secara tidak langsung memberi bukti bahwa ia tidak seburuk apa yang dipikirkan Grealish.

Punya kans besar bawa The Magpies lolos ke kompetisi Eropa

Terakhir kali Newcastle United berlaga di kompetisi Eropa adalah di musim 2012/2013 silam pada ajang Europa League dan mampu melangkah hingga quarter final. Tapi melihat performa luar biasa Miguel Almiron dan Newcastle United musim ini, mereka berpeluang besar kembali mentas di kompetisi Eropa. 

Pasalnya dari 13 laga, The Magpies baru sekali menelan kekalahan dan menjadi tim dengan pertahanan terbaik yang baru kemasukan 10 gol. Bahkan Pep dalam wawancaranya bersama Daily Mail mengatakan skuad yang dipimpin oleh Eddie Howwe layak tampil di kompetisi Eropa. Menurutnya Newcastle punya karakter main yang sangat kuat dan berani menghadapi tim-tim besar dengan skema menyerang.

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara