Saatnya Berburu Gelar Liga Champions dan Liga Europa

Satu demi satu liga-liga di Eropa selesai dan memunculkan satu kesebelasan tertentu sebagai jawaranya. Dalam selimut kegembiraan yang sangat besar itu, wajar bila mereka mengadakan pesta perayaan. Namun perlu diketahui bahwa musim 2019/2020 belum betul-betul usai. Pasalnya, ajang Liga Champions dan Liga Europa akan bergulir kembali.

Merebaknya virus Corona selama tahun 2020 membuat banyak kompetisi olahraga, termasuk dari cabang sepakbola, dihentikan sementara. Hal ini dilakukan sebagai tindak preventif kepada para atlet, pelatih, wasit dan juga penonton, supaya tidak terpapar penyakit yang mengganggu sistem respirasi itu.

Tatkala Liga Champions dan Liga Europa disetop beberapa waktu lalu, ada banyak sekali wacana yang muncul. Mulai dari penghentian kompetisi secara penuh maupun dilanjutkan pada waktu yang ditentukan kemudian.

Asosiasi sepakbola Eropa (UEFA) akhirnya memilih opsi kedua dan bulan Agustus 2020 dipilih sebagai waktu dua ajang antarklub paling prestisius di Benua Biru tersebut digulirkan kembali.

Berbagai penyesuaian juga dilakukan oleh UEFA supaya Liga Champions dan Liga Europa musim ini dapat diselesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Pasalnya kalender sepakbola pada musim 2020/2021 di mayoritas negara Eropa bakal dimulai lagi pada bulan September 2020 nanti.

BACA JUGA:  Sengitnya Persaingan Memperebutkan Titel Ligue 1

Maka wajar bila kemudian UEFA menyusun jadwal laga yang padat, menerapkan laga tunggal di fase gugur (pengecualian bagi laga yang sudah dilangsungkan sebelumnya), tempat penyelenggaraan yang terpusat (Liga Champions di Portugal dan Liga Europa di Jerman), dibolehkannya melakukan pergantian pemain sebanyak lima kali dan masih banyak lagi.

Ada delapan kesebelasan di Liga Champions yang akan berebut empat tiket tersisa guna menyusul Atalanta, Atletico Madrid, Paris Saint-Germain (PSG), dan RB Leipzig yang telah menempatkan dirinya di babak 8 besar. Pendukung dari Barcelona, Bayern Munchen, Chelsea, Juventus, Lyon, Manchester City, Napoli, dan Real Madrid akan rela mengurangi waktu tidurnya demi menyaksikan tim kesayangan berjuang di atas lapangan.

Sementara di kancah Liga Europa, terdapat 16 klub yang akan mati-matian bertarung demi jatah lolos ke perempatfinal. Tak perlu kaget andai fokus suporter AS Roma hingga Wolfsburg menurun kala bekerja lantaran begadang menonton klub favorit berlaga.

Format Berbeda, Atmosfer Berbeda

Segala penyesuaian yang dibuat UEFA juga menuntut klub-klub yang masih berpartisipasi untuk melakukan adaptasi secara intensif. Pasalnya, ini adalah kali pertama Liga Champions dan Liga Europa dimainkan dalam rentang waktu yang sangat pendek laksana hajatan sepakbola antarnegara sekelas Piala Dunia.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang tertera di bagian awal tulisan, kita akan disuguhi atraksi pemain-pemain kelas atas di Benua Biru nyaris setiap hari dalam kurun tiga pekan. Gila? Tentu saja. Menyenangkan? Sudah pasti.

Di tengah hiruk-pikuk mengenai sebaran virus Corona yang belum juga mereda dan bikin kita was-was, pertandingan sepakbola merupakan hiburan yang sulit ditampik oleh para penggemar fanatiknya.

Dengan format yang lain dari biasanya, maka atmosfer yang lahir pastilah berbeda. Tekanan bagi tim-tim yang ada bisa melonjak drastis dan memengaruhi mental. Ada yang bisa tampil sangat baik, tapi ada juga yang seketika tak bertaji. Mereka yang mulanya jadi unggulan bisa saja bersalin rupa jadi pecundang sejati.

BACA JUGA:  Valencia, Peter Lim, dan Mainan Yoyo

Keunggulan 2-1 yang dikantongi City di partai pertama kontra Madrid mungkin saja sirna di pertemuan selanjutnya. Ada pula probabilitas yang bikin Getafe dapat menggulingkan Inter kendati tak diunggulkan.

Tak cuma mental, kekuatan fisik juga akan diuji oleh jadwal pertandingan yang padat dan waktu istirahat yang minim. Gagal memulihkan kondisi secara cepat berpotensi menurunkan kualitas dan mereduksi kans melaju ke babak berikutnya.

Jujur saja, ada banyak yang hal mesti dipertaruhkan oleh para kontestan. Namun demikian, sudah sepatutnya mereka tampil mati-matian di partai Liga Champions dan Liga Europa yang akan dijalani.

Setiap partai dilakoni bak takkan ada lagi hari esok. Do or die. Pasalnya, bermain buruk dan tak sanggup mencetak gol lebih banyak dari lawan sama artinya dengan menggali kuburan sendiri buat menyudahi partisipasi.

Percayalah, bakal ada jutaan drama yang tersaji dari Liga Champions dan Liga Europa dalam rentang 5 sampai 23 Agustus nanti. Perburuan titel dari dua ajang ini akan sama ketatnya dengan pertempuran yang dilakukan oleh para kontestan saat berkecimpung di kompetisi lokalnya masing-masing.

Siapa yang bakal jadi juara?

Komentar