Sevilla adalah Sebaik-baiknya Mantan

Balikan dengan mantan semestinya jadi hal yang harus dihindari. Terlebih jika pernah memiliki kisah masa lalu yang kelam saat bersama. Namun jangan katakan tidak jika hal ini terjadi di kancah sepakbola dan mantanmu adalah klub asal Spanyol, Sevilla.

Jangan pedulikan Alit Susanto yang pernah bilang, “Salah sekali itu nggak apa-apa, yang penting jangan mengulangi kesalahan yang sama, contohnya balikan sama mantan.”

Seperti itulah prinsip dari Sevilla. Pasalnya, klub yang berkandang di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan itu tidak pernah segan untuk memberi kesempatan kedua bagi eks pemainnya yang memilih pulang guna merumput lagi bersama Los Nervionenses.

Pada musim ini saja ada nama-nama semisal Jesus Navas, Ivan Rakitic, sampai Aleix Vidal kembali mengisi skuad Los Nervionenses.

Navas membela membela Sevilla sejak 2003 sampai 2013 sebelum memutuskan merantau ke Inggris untuk memperkuat Manchester City.

Tatkala kontraknya di Stadion Etihad selesai pada musim panas 2017, Navas mudik ke Sevilla.

Sementara Rakitic mengenakan kostum Sevilla pertama kali pada 2011 sampai 2014. Ia kemudian dipinang Barcelona dan merumput di tanah Catalan hingga musim panas 2020.

Per musim 2020/2021, lelaki Kroasia ini kembali ke Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.

Vidal merupakan andalan Los Nervionenses di musim 2014/2015. Performa apiknya tersebut bikin dirinya dilego ke Barcelona.

Namun dalam kurun 2015 sampai 2018, kariernya mentok di Stadion Camp Nou. Kenyataan itu mendorongnya buat pulang ke Sevilla.

Sempat dipinjamkan ke Alaves, kini Vidal kembali jadi pilar di lini pertahanan tim asuhan Julen Lopetegui.

Lebih jauh, saat ini Navas adalah kapten tim Sevilla. Usianya sendiri akan mencapai 36 tahun pada November mendatang.

BACA JUGA:  Jangan Khawatir, Liverpool!

Namun Lopetegui senantiasa mengandalkan sosok setinggi 170 sentimeter tersebut sebagai andalan di sektor sayap kanan.

Pun dengan Rakitic yang kini jadi jenderal lini tengah Los Nervionenses. Presensi Rakitic sendiri begitu krusial dalam membantu Sevilla duduk di posisi empat klasemen sementara La Liga Spanyol.

Barangkali cuma Vidal yang kesulitan mendapat tempat reguler karena sosok yang mesti ia lawan dalam perebutan pos sayap kanan adalah sang kapten, Navas.

Selain berpeluang lolos ke Liga Champions musim mendatang, jarak poin mereka dengan pemuncak klasemen sementara, Atletico Madrid, juga tidak terlalu jauh.

Hal ini membuka kans anak asuh Lopetegui untuk ikut bersaing dalam perebutan titel juara.

Terlebih, dini hari tadi (5/4), gol semata wayang Marcos Acuna sudah cukup untuk mengandaskan perlawanan Atletico saat berduel di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.

Deretan Mantan Lain yang Diajak Balikan

Tidak terlalu berlebihan jika menyebut Sevilla sebagai tim yang ramah pada mantan. Beberapa musim lalu, Ever Banega jadi mantan yang diajak balikan.

Gelandang asal Argentina itu membela Los Nervionenses pada 2014 sampai 2016. Ia lalu berpetualang ke Italia bareng Inter Milan.

Nahas, karier Banega di Negeri Pizza tidak maksimal. Hanya semusim berseragam biru-hitam, Banega lalu mudik ke tanah Andalusia guna mengenakan baju putih-putih khas Sevilla.

Keputusan membela kembali panji Sevilla juga berbuah manis karena di musim 2019/2020, Banega mengantar timnya jadi kampiun Liga Europa dengan mengalahkan Inter.

Setelah itu, barulah lelaki 175 sentimeter ini hijrah secara gratis ke Al Shabab, klub Arab Saudi.

Sebelum Banega, ada pula nama mendiang Jose Antonio Reyes yang balikan dengan Los Nervionenses.

Reyes yang merupakan produk akademi Sevilla diberi kesempatan membela tim senior pada musim 1999/2000 sampai separuh musim 2003/2004.

BACA JUGA:  Kemenangan Sevilla dan Hegemoni Spanyol di Eropa

Performa apiknya bikin Arsenal kesengsem dan memutuskan buat memboyongnya ke Inggris pada musim dingin 2004.

Kiprah Reyes di Negeri Ratu Elizabeth tergolong ciamik karena sukses membawa The Gunners menjuarai Premier League 2003/2004 yang jadi rekor karena tak terkalahan sepanjang musim.

Ia juga memenangkan trofi Piala FA 2004/2005 dan nyaris mengecup titel Liga Champions 2005/2006 andai tidak dikalahkan Barcelona.

Setelah mencicipi kerasnya Premier League, Reyes pulang ke Spanyol. Awalnya, ia memperkuat Real Madrid dengan status pinjaman hingga ditebus permanen oleh Atletico.

Ia juga sempat bermain di Portugal bersama Benfica sebelum mudik ke Stadion Ramon Sanchez Pizjuan pada musim panas 2011.

Pilihannya kembali sungguh menyenangkan karena Reyes membawa timnya sukses jadi kampiun Liga Europa selama tiga musim beruntun.

Jika Cristiano Ronaldo mendapat julukan Mr. Champions League, Reyes pun beroleh label Mr. Europa League dari sejumlah media Benua Biru.

Tidak selamanya mantan yang pergi akan jadi pembuat luka yang tak dapat diobati. Banyak dari mereka yang nyatanya juga bisa menorehkan kisah manis saat diajak balikan.

Sevilla dan barisan mantannya memberi contoh riil tentang hal tersebut sebab semuanya akan indah pada waktunya.

Komentar
Penggemar biasa saja tim merah yang ada setannya dan konsisten hanya memainkan satu game online, Pro Evolution Soccer dalam hidupnya. Silakan disapa di Twitter via akun @mhmdiqbaal11.