Tentang Leo yang Lain, Leonardo Bonucci

Bukan, ini bukan tentang Leonardo Di Caprio yang baru saja menerima Piala Oscar untuk pertama kalinya.

Ini tentang seseorang yang paling ekspresif di skuat Juventus. Siapa dia? Jika kalian penggemar Juventus dan dapat menebak siapa pemain paling ekspresif di antara semua pemain Juve saat ini ketika salah satu rekannya mencetak gol, pasti kalian tahu siapa yang saya maksud.

Ya, itu dia. Seseorang yang memiliki  nama depan yang serupa dengan Mr. Di Caprio. Leonardo Bonucci.

Untuk meyakinkan sikap ekspresif yang kerapkali ia tunjukkan, kalian bisa cek Instagram @Insta_Juve, akun Twitter @bonucci_leo19, atau video replay pertandingan Juventus. Leo Bonucci akan mengepalkan tangannya ke udara, berteriak, meloncat atau menunjuk-nunjuk ke hidungnya. Ini selebrasi yang acapkali ia lakukan sendiri ketika mencetak gol.

Ketika ia mencetak gol ke gawang Internazionale Milanno (29/2) melalui sebuah tendangan voli jarak dekat memaksimalkan kesalahan D’ Ambrossio dalam menyapu tendangan bebas Paolo Dybala, Bonucci kembali menunjukkan selebrasi yang khas itu.

Dalam situasi set-piece, ia memang seringkali merangsek naik guna memaksimalkan kepiawaan membaca bola ditunjang dengan postur tubuh yang menjulang. Suatu hal yang acapkali ia lakukan meskipun ia berposisi asli sebagai pemain belakang.

Dalam formasi 3-5-2 –pola yang kerap kali digunakan Allegri– pada fase menyerang seringkali Leonardo Bonucci merangsek hingga ke garis tengah lapangan lawan meninggalkan dua rekan lain di belakang, Rugani-Barzagli atau Barzagli-Chiellini.

Golnya ke gawang Samir Handanovic tersebut merupakan gol keduanya sepanjang tahun 2016 di seri A. Ini salah satu bukti bahwa Bonucci rajin ikut membantu serangan.

Kemampuan menyerangnya itu pun melengkapi lugasnya pemain jebolan akademi Inter tersebut dalam mengawal pertahanan Juventus.

BACA JUGA:  Real Madrid (1-1) Juventus: Serangan Sayap Madrid vs Pertahanan Narrow Juventus

Pencapain delapan clean sheet berturut-turut di Serie A dengan rincian 746 menit tanpa kebobolan, lalu kalian hanya memuji Gianluigi Buffon dan mengabaikan  kinerja semua lini khususnya lini belakang? Itu semua tak akan terjadi tanpa kinerja apik dari pemain bertahan, termasuk Bonucci.

Gianluigi Buffon sendiri pernah mengatakan bahwa ia sangat beruntung bermain di belakang bek-bek berkualitas seperti Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, dan Leonardo Bonucci dan menyebut mereka adalah bakat-bakat terbaik yang pernah bermain di depannya.

Terlepas apakah pernyataan tersebut hanya basa-basi seorang kapten untuk memaksimalkan kemampuan rekannya, tapi empat trofi Serie A, satu Coppa Italia dan dua Piala Super Italia cukup membuktikan bahwa Buffon benar-benar serius dengan ucapannya. Dan tentunya perlu menyebut mengenai satu final Liga Champions 2014/2015 sebagai salah satu pencapaian mereka.

Leonardo Bonucci sendiri bermain sebagai bek sentral pada formasi 3-5-2. Peran yang seringkali dilakoninya sejak perpindahannya dari Bari ke Juventus pada 2010 lalu. Ia pun mulai fasih ketika tim bertransformasi dalam sistem empat bek dalam formasi 4-4-2 diamond. Positioning (penempatan posisi, red.) dan kemampuannya membaca  pertandingan menjadi keunggulan pria yang lahir pada 28 tahun yang lalu tersebut.

Salah satu momen heroiknya pada musim ini dapat kita lihat ketika ia berhasil membelokkan umpan silang salah satu pemain Napoli sebelum bola menjumpai Gonzalo Higuain yang sudah siap menerima bola.

Leonardo  Bonucci seringkali menjadi orang pertama dalam memulai alur serangan Juventus, kemampuan distribusi dan long ball-nya pun di atas rata-rata. Menurut data selepas pertandingan melawan Inter, Bonucci  melakukan 75 sentuhan sepanjang petandingan, paling banyak di antara semua pemain, serta menyelesaikan lima umpan panjang dengan baik.

BACA JUGA:  Duo Kiper Muda Di Balik Bayang-bayang Gianluigi Buffon

Dari semua data dan bukti kemampuan seorang Leonardo Bonucci, tak ayal, Pep Guardiola, pelatih yang akan menangani Manchester City musim depan, selepas pertandingan melawan Juventus tengah pekan lalu (24/2) mengatakan bahwa Leonardo Bonucci adalah salah satu pemain belakang favoritnya.

Selain Pep Guardiola yang secara terang-terangan mengatakan ketertarikannya kepada pemain bernomor punggung 19 ini, Antonio Conte, mantan bos Juventus sekaligus pelatih yang digadang-gadang akan menjadi pelatih Chelsea musim depan, memasukkan nama Leonardo Bonucci di daftar belanja pemain.

Yang jelas ada kontrak yang mengikatnya hingga 2020 di Juventus Stadium. Tetapi apa pun bisa terjadi, entah apakah kita melihat tingkah ekspresifnya di J-stadium atau akan melihatnya dalam balutan jersey lain. Tidak ada yang tahu.

Komentar
Bangunkan saya jika sudah berada di depan Mol Antonelliana, atau saat terdampar di perairan Venezia. Penulis bisa dihubungi melalui akun Twitter @vchmn22.