Ketika Stephen Hawking dan Pep Guardiola Menemukan Pola Dalam Kekacauan Pertandingan Sepak Bola

  • Struktur posisional dan tugas seoramg pemain pun bisa berubah dalam satu pertandingan dan dalam 1 babak yang sama dlm rentang waktu singkat. #Pep

    Contoh, selama 15 menit pertama Pep memainkan bentuk dasar menyerang 2-3-5. Di ‘3’, ia memakai 1 pivot (Xabi) dan 2 false wing back (Philip-David). Dalam ‘5’, Arturo dan Thomas bertindak sebagai no. 9. Karena Pep merasa bentuk ini terlalu agresif dan lawan bermain terlalu dalam, ia meminta Vidal untuk berposisi lebih ke bawah (sejajar dgn Xabi) dan David didorong lebih ke depan sebagai no. 10. Perubahan ini membuat Bayern bermain dengan 2 pivot dalam build-up fase 1. Dgn cara ini, Pep jg meramalkan lawan akan lebih terpancing “keluar”.

    Juga, dengan bentuk ini transisi bertahan Bayern lebih stabil, karena okupansi ruang di depan ‘2’ lebih tinggi dan berpengaruh positif terhadap kebutuhan akan gegenpressing. Ini bagian dari “perkiraan Pep” utk berhadapan chaos2 lain yg mgkin merugikan kalau ia tetap memainkan Bayern dgn bentuk dasar awal.