FC Bayern Munchen 5-1 Arsenal: Perubahan Struktur Posisional Menjadi Kunci Kemenangan Die Roten

  • mono13th

    Sedikit pertanyaan :

    Apakah pemahaman taktik ini bisa dipelajari oleh pemain di Indonesia?

    • Bisa mas, taktik itu kan “kesepakatan” yg dibangun bersama lewat proses latihan. Dari situlah muncul komunikasi, misal kalo bola ada di flank kiri pemain no. 6 harus kemana, pemain no. 2 harus kemana, dll. Di sini latihannya harus kontekstual sesuai situasi permainan.
      Yg jadi masalah adalah kalo latihannya gak kontekstual. Misal tim lemah dalam mencetak gol, tapi yg dilatih adalah shooting. Padahal pas situasi permainan bola gak pernah sampe ke zona shooting yg ideal buat nyetak gol.
      Di sini pelatih harus punya “imajinasi” tentang situasi permainan, mulai dari 11vs11 sampe 1vs1.
      Kira2 begitu mas, semoga menjawab 🙂

      • Jawaban untuk pertanyaan mono13th sudah terwakilkan oleh mas Naufal 🙂 kebetulan, yang jawab juga merupakan praktisi yang berkiblat pada juego de posicion-nya Pep.

        Sebagai tambahan, irisan dalam latihan mesti tepat, mesti kontekstual. Dan yang saya paling setuju adalah betapa pentingnya imajinasi akan bagaimana bentuk dan detail2 permainan.

  • harli

    Sebenarnya klo menurut saya Bayern bermain tdk jauh berbeda dr pertandingan melawan Arsenal 2 minggu sebelumnya. Hal ini bisa terlihat dr possession 66% (pd matchday 3 sebesar 69%) serta 21 tembakan (pd matchday 3 Bayern melakukan 22 shot). Hanya saja, kali ini Bayern mampu mengonversi peluang2-nya menjadi gol.

    Apalagi gol pertama terjadi di menit ke-10, yg mungkin menjadikan defense Arsenal menjadi lebih terbuka…mengingat Arsenal sangat butuh 3 poin — paling tdk hasil seri — guna menjaga peluang kelolosan mereka dr fase grup.

    Perlu jg diketahui, hingga musim yg saat ini berjalan…hanya 2 tim yg mampu mengalahkan & menahan Bayern (Arsenal di matchday 3 UCL & Eintracht Frankfurt di pertandingan Bundesliga terakhir). Kesamaan mereka ketika itu hanya 1, yakni mencegah Bayern mencetak gol bagaimana pun caranya.

    • Kalo tidak jauh berbeda memang iya mas. Tapi kalo diperhatikan, ada hal detail yg membuat perubahan signifikan. Pertemuan pertama di kandang Arsenal cuma ada Lewandowski di dalam blok struktural Arsenal, selebihnya di luar blok Arsenal.
      Nah kalo di pertandingan ini ada 4-5 pemain yg masuk blok Arsenal terutama di ruang antar lini. Bedanya adalah, kalo ada banyak pemain yang masuk ke dalam blok akan “lebih mudah” untuk bikin kordinasi blok Arsenal tidak stabil. Efeknya memudahkan pemain2 Bayern buat nemu ruang yg lebih bebas. Contoh paling representatif di gol pertama. Setelah situasi 1v1 Coman-Campbell, Thiago bisa dapet ruang bebas buat ngasih umpan ke Lewandowski. Kenapa gitu? Soalnya ada Alaba di ruang antarlini yg “mengunci” Debuchy dan pivot terdekat Arsenal. Di sini Arsenal juga lemah dalam hal block-shifting.
      Pas lawan Frankfurt, Guardiola juga nerapin “kesalahan” yg sama. Hanya 1-2 pemain di dalam blok Frankfurt.

    • Kl dikatakan sama, pasti sama. Tapi sama dalam hal filosofi permainan. Pep, bagaimana pun akan selalu berkiblat pd filosofi juego de posicion dgn ball possession mnjadi salah satu tool-nya. Perbedaan antara Bayern Emirates dgn Bayern 5-1 sdh dijelaskan mas Naufal. Ada beda taktik di antara keduanya. Trutama struktur posisional dlm upaya mnggoyahkan area tengah struktur pertahanan Arsenal. Okupansi Bayern jelas berbeda.

      Di sisi lain, keterlibatan Alaba dlm semua fase serang Bayern jg diubah oleh Pep. Pep mnambahkan fitur tembakan dari luar kotak 16 memanfaatkan blok super rendah Arsenal dgn Alaba sbg eksekutor utama sttategi ini. Sesuatu yg tdk dilakukannya di leg I.

      Hal lain, kalau kita berpatokan pd statistik ball possession dan tembakan (serta bbrp statistik umum lainnya), kita tdk akan dapat gambaran bagaimana bentuk bermain sebuah tim dlm konteks2 tertentu. Stat semacam ini bersifat trlalu umum untuk menilai taktik. Apa lagi trhadap Pep yg dalam juego de posicion nya ditemukan bnyk sekali bentuk hibrida, baik formasi mau pun peran masing2 pemain.