David Gill, Kehilangan Besar Manchester United

David Gill bersama Sir Alex Ferguson Dirindukan oleh Fans Manchester United. (BBC)
David Gill bersama Sir Alex Ferguson Dirindukan oleh Fans Manchester United. (BBC)

Sebelum Ed Woodward menghabiskan lebih dari 19,6 triliun rupiah untuk kebijakan transfer yang buruk, Manchester United punya sosok penting yang menjadi kunci keberhasilan klub di era kepelatihan Sir Alex Ferguson. Dia adalah David Gill, CEO Manchester United periode 2003-2013. Kehilangan David Gill rasanya satu tingkat seperti saat kehilangan Ferguson.

Satu hal yang juga diungkapkan Cristiano Ronaldo dalam interview kontroversialnya dengan Piers Morgan. “Sir Alex Ferguson meninggalkan celah begitu besar di klub, tidak hanya Sir Alex Ferguson, satu orang lagi saya pikir membuat perbedaan. David Gill, dia orang yang sangat baik,” ujar Ronaldo. Gill telah menjadi bagian dari Manchester Merah sejak 1997. Di awal kepengurusan, Gill menjabat sebagai direktur keuangan klub sebelum diangkat rangkap jabatan sebagai wakil CEO Manchester United tiga tahun berselang.

Kemudian pada 2003, Gill secara resmi masuk ke CEO Manchester United, menggantikan Peter Kenyon yang berpaling ke Chelsea. “Suatu kehormatan besar bisa melayani Manchester United selama 16 tahun dan 10 tahun terakhir sebagai CEO. Saya bekerja bersama manajer terhebat di dunia sepakbola dan menjadi bagian dari klub yang saya anggap sebagai klub olahraga terbaik di dunia,” ungkap Gill usai mengumumkan pengunduran dirinya pada 2013 lalu, tahun yang sama ketika Sir Alex Ferguson pensiun dari kursi kepelatihan Setan Merah.

Gill menimba ilmu di Birmingham Unversity. Pasca kelulusan, ia melamar ke enam perusahaan akuntan besar dengan ketertarikannya terhadap pasar saham. Gill akhirnya bekerja untuk Pricewaterhouse Coopers (PwC), salah satu di antara empat firma akuntansi terbesar di dunia. Gill amat menyukai bisnis dan seluk beluk pengelolaannya. Setelah PwC pada 1981, ia hengkang selama dua tahun ke San Francisco dan kembali ke Inggris untuk bergabung dengan departemen finansial BOC Group.

Kiprah gemilangnya di bidang bisnis dan finansial terus berlanjut. Gill bertanggung jawab atas penjualan Avis, perusahaan leasing mobil raksasa ke GE Capital senilai 1 miliar dollar pada Agustus 1992. Atas kinerjanya tersebut, Gill lalu menduduki jabatan direktur finansial di Proudfoot PLC, sebuah perusahaan konsultan bisnis dan masuk ke First Choice Holidays PLC, operator dan agen tour & travel terbesar ketiga di Inggris sebelum bergabung dengan Manchester United.

BACA JUGA:  Kekaguman terhadap Zidane

Pada musim panas 1997, Robin Launders selaku eks direktur keuangan klub pindah ke Leeds United sebagai wakil kepala eksekutif. Gill saat itu sedang liburan dan baru enam bulan di First Choice. Tapi peluang datang untuk seorang pesepakbola gagal dan fans Setan Merah dari selatan.

Bertahan di First Choice sebenarnya adalah pilihan aman bagi Gill. Namun, menurutnya sepakbola adalah sektor potensial untuk dikelola. Iming-iming Old Trafford mustahil untuk ditolak meski pengelolaan keuangan klub sepakbola tidaklah mudah. Gill yang saat itu berusia 39 tahun menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Ia mendapat sorotan dari berbagai pihak lintas divisi sebelum akhirnya mendapat kesempatan naik sebagai CEO. “Memiliki kehidupan sebagai direktur keuangan Manchester United sangat mudah. Tetapi saya memilih untuk terus membangun pengetahuan tentang klub dan bagaimana ‘seluruh mesin’ bekerja,” ungkap Gill.

Keputusan-keputusan besar di tubuh klub lahir dari seorang David Gill. Yang paling mencuri perhatian, tentu ketika keluarga Glazer mengambil alih klub pada 2005 silam. Ia dihujani kritik saat itu karena tetap bertahan di klub yang diambil alih menggunakan dana utang. Namun, sejarah membuktikannya.

Bagaimana Gill dan Ferguson bekerja untuk klub sedemikian rupa hingga menghasilkan dominasi besar sebuah klub sepakbola, baik di atas lapangan maupun dari sisi pemasaran global. Meski tidak menihilkan fakta bahwa keluarga Glazer inkompeten dalam pengelolaan klub sampai sekarang.

Gill juga lekat dengan rangkap jabatan. Pada 2006 ia diangkat sebagai anggota dewan FA, namun tetap berupaya profesional di kedua sisi. Kedatangan rekrutan sukses macam Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Edwin van der Sar, Michael Carrik, hingga David de Gea adalah buah dari kecerdikannya dalam pengelolaan klub.

Atas alasan itu, Sir Alex Ferguson merasa amat kehilangan ketika Gill memutuskan hengkang. Chemistry antara Gill dan Ferguson adalah sesuatu yang spesial. Keduanya berjalan integral demi tujuan kejayaan untuk Manchester United.

BACA JUGA:  Prediksi Atalanta vs Manchester United: Jadwal Liga Champions Live Streaming

Gill mengundurkan diri pada Februari 2013, beberapa bulan sebelum Ferguson pensiun. “Pengunduran dirinya adalah kerugian besar bagi saya, tapi fakta bahwa dia ada di dewan FA dan UEFA mendorong saya untuk terus meyakini jika kepergiannya adalah jalan yang baik untuk kariernya,” jelas Fergie. Keduanya bekerja sama sebagai satu kesatuan. Ketika Ferguson menginginkan seorang pemain, Gill akan bergerak gesit membuka obrolan sepanjang hari untuk menemukan keputusan tepat yang menguntungkan tim.

Dalam buku otobiografi Sir Alex Ferguson, sang pelatih legendaris menceritakan bagaimana Gill meneleponnya pada suatu hari untuk memberi tahu Fergie tentang keputusannya mundur. Fergie terkejut dan berkata, “Bloody hell David, saya juga punya rencana yang sama.” Jika era Ed Woodward terkenal dengan kebijakan yang berorientasi penuh ke bisnis dan komersial, maka Gill tidak demikian. Ia punya batasan-batasan tertentu dalam hal perekrutan pemain serta cenderung unik.

Gill tidak akan menyetujui pembelian pemain yang berusia lebih dari 27 tahun. Hanya Edwin van der Sar, pemain berusia lebih dari 27 tahun yang diizinkan masuk ke klub. Kebijakan itu dijaga untuk mempertahankan tradisi Setan Merah sebagai rahim para pemain muda yang bisa menjadi aset jangka panjang untuk klub. Tercatat, hanya dua kali kebijakan ini diterobos, yakni saat kedatangan Michael Owen secara gratis pada 2009 dan perekrutan Robin van Persie dari Arsenal.

Setelah keluar dari Old Trafford, Gill sempat menjadi wakil presiden FIFA periode 2015-2019. Chemistry CEO dan pelatih seperti halnya Gill dan Ferguson memang sangat dirindukan oleh para penggemar United. Kini, dua pekerjaan itu diemban oleh Richard Arnold dan Erik ten Hag yang menghasilkan transfer gemilang dari kedatangan Christian Eriksen, Lisandro Martinez, hingga Casemiro di awal musim.

Menurutmu, apakah Arnold dan Ten Hag mampu menjalin kerja sama serupa di masa depan? Saat ini, David Gill masih berada di jajaran dewan United bersama Sir Alex Ferguson. Kolaborasi keduanya di level atas manajemen diharapkan mampu mengembalikan United ke marwahnya sebagai klub top dunia.

Komentar