Jangan Ada Penundaan Kompetisi

Melalui situs resminya, Divisi Humas Polri menyampaikan sebuah pernyataan dari Asops Kapolri, Irjen Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si., bahwa surat izin menyelenggarakan kompetisi sepakbola di tanah air akan segera dikeluarkan.

Keterangan tersebut disampaikan secara langsung pada saat konferensi pers di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Hal tersebut menjadi oase bagi penggila sepakbola nasional karena harapan untuk menyaksikan klub-klub Indonesia bertanding kembali menyeruak.

Lebih jauh, pihak PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi juga sudah menyepakati bahwa Liga 1 dan Liga 2 musim 2021 nanti tetap menggunakan format promosi dan degradasi.

Siapapun mengerti bahwa adanya sistem itu membuat marwah dari sebuah kompetisi terjaga.

Wajar bila gelombang protes sempat muncul ketika ada sejumlah klub yang ingin sistem promosi dan degradasi dihapuskan sebagai dampak pandemi.

Meski demikian, menarik melihat langkah PSSI dalam menentukan format kompetisi.

Sebagai pemegang kuasa atas perputaran kompetisi sepakbola profesional di Indonesia, sebetulnya mereka punya kekuatan untuk menentukan secara langsung apakah Liga 1 dan Liga 2 musim 2021 diselenggarakan dengan atau tanpa degradasi.

Akan tetapi, bukan PSSI namanya kalau tidak membuat sensasi terlebih dahulu. Alih-alih langsung memutuskan, mereka seperti mengecek ombak dahulu dengan melemparkan wacana kompetisi tanpa degradasi itu ke publik.

PSSI seolah ingin melihat bagaimana respons yang diberikan publik jika Liga 1 dan Liga 2 musim 2021 benar-benar dihelat tanpa regulasi degradasi untuk klub-klub yang menghuni papan bawah di kasta teratas maupun hak promosi bagi tim-tim yang bertengger di papan atas pada divisi yang lebih rendah.

Adanya promosi dan degradasi bikin klub-klub peserta lebih semringah dan bersemangat dalam mempersiapkan diri jelang bergulirnya kompetisi.

Setidaknya, ada satu ‘intrik’ yang berhasil dihilangkan guna menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan sengit.

BACA JUGA:  Kualitas Juventus

Kesebelasan-kesebelasan di tanah air pun menggeliat. Mereka mulai berani merekrut pemain anyar, pelatih baru, sampai melakoni pemusatan latihan.

Iwan Setiawan diresmikan Persela sebagai juru taktik baru. Taisei Marukawa digamit oleh Persebaya. PSM mencomot Ilham Udin Armaiyn dan Friska Womsiwor.

Bursa perekrutan pemain dan pelatih tentu menarik untuk diikuti sampai beberapa pekan ke depan.

Namun pekerjaan rumah dari PSSI dan PT. LIB belum selesai sampai di sini. Sekarang, mereka harus mampu menyiapkan segalanya demi berlangsungnya kompetisi.

Beberapa waktu lalu, PSSI menyebut awal Juli sebagai momen sepak mula Liga 1 dan Liga 2.

Bisakah itu diwujudkan? Tentu saja.

Asalkan, PSSI komitmen dengan apa yang selama ini mereka janjikan. Sedari awal, Ketua Umum PSSI, M. Iriawan, mengatakan bila kompetisi di musim baru nanti diproyeksikan berlangsung pada awal bulan ketujuh kalender Masehi tersebut.

Bila surat izin dari Kepolisian memang sudah dikantongi, maka jadwal pertandingan harus segera disusun.

Kesiapan wasit yang bakal dipercaya menjadi pengadil lapangan juga mesti ditinjau kembali. Pun begitu dengan negosiasi bersama pemegang hak siar kompetisi.

Belum lagi soal verifikasi kelayakan stadion yang akan dijadikan markas sebuah tim. Jadi, bila ditemukan stadion yang tidak memenuhi syarat, pihak klub dapat meminta PSSI dan PT. LIB untuk mengajukan stadion alternatif.

Segala persiapan di atas kudu dikebut agar tak terjadi penundaan atau pemunduran waktu sepak mula.

Dengan begitu, pekerjaan PSSI dan PT. LIB juga akan semakin mudah karena meminimalisasi adanya jadwal pertandingan yang molor.

Selama ini kita terlalu menganggap remeh pemunduran jadwal. Padahal, itu berpengaruh pada banyak aspek. Termasuk jadwal pertandingan tim nasional Indonesia pada kalender internasional.

BACA JUGA:  AHHA PS Pati, Berburu Prestasi atau Sensasi?

Lebih jauh, hal semacam itu juga mencoreng muka PSSI dan PT. LIB sendiri karena tak cakap dalam mempersiapkan segalanya. Padahal mereka selalu menuntut klub-klub tanah air untuk bersikap lebih profesional.

Semoga saja, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 dapat berlangsung dengan tepat waktu dan lancar. Sebab perputaran kompetisi nanti bakal menghadirkan banyak sekali hal positif.

Komentar
Penikmat sepakbola yang kebetulan mencoba tekun membaca. Bisa disapa di Twitter via akun @junaidi_afif.