Leicester City Degradasi, Kisah Dongeng Berakhir!

Usai sudah perjalanan Leicester City di Premier League. Mereka harus menerima kenyataan degradasi setelah hanya mampu finish di peringkat 18 Premier League 2022/23.

Rekomendasi sepatu running Adidas ori!

Padahal, Leicester yang kita tahu pernah mengukir kisah dongeng yang sangat mengejutkan. Tepatnya pada musim 2015/16, mereka mengakhiri dominasi klub-klub besar, dan tampil sebagai Juara Premier League.

Bersama pelatih legendaris mereka, Claudio Ranieri, Leicester disulap menjadi klub yang disegani oleh banyak orang. Berkat kepiawaiannya juga, kita jadi menyadari bahwa Leicester saat itu dihuni oleh pemain-pemain yang sangat potensial kala itu, seperti N’golo Kante, Riyad Mahrez, hingga Sang Bomber, Jamie Vardy.

Sepatu sepakbola Mills ori di sini!

Bahkan di tahun 2021, Leicester City masih menjadi juara Piala FA. Hanya berselang dua musim kemudian, nasib berbalik 180 derajat. Kesalahan dalam rekrutmen menjadi salah satu faktor mengapa Leicester tak bisa tampil maksimal musim ini.

Selain itu, Leicester juga sedang memiliki masalah keuangan. Masa pandemi Covid-19 membuat pemilik mereka, perusahaan bebas bea yang berbasis di Thailand, mengalami periode yang buruk dalam hal bisnis.

Faktor-faktor tersebut mengakibatkan The Foxes mengumumkan rekor kerugian finansial sebesar 92 juta pounds pada Maret 2023. Dan terakhir, mungkin karena faktor kepergian Kasper Schmeichel.

Sebagai mantan kiper utama Leicester, Schmeichel memiliki peran yang sangat besar di dalam klub. Sebagai pemain senior, dia mampu memimpin timnya dengan baik. Kemampuannya di atas lapangan juga sangat baik jika dibandingkan dengan Danny Ward yang saat ini menjadi kiper Leicester.

Sedih melihat Leicester harus menjadi tim yang terpilih oleh takdir untuk degradasi.

Cari produk olahraga ori dari Ortus? Klik di sini!

Komentar
BACA JUGA:  Enam Catatan Penting dari Liga Inggris Sepanjang Tahun 2015
Menjadi fans Chelsea karena pengaruh bapak. Dapat disapa via akun Twitter @iiklil.