Konspirasi Pemenang Liga Champions

Ada satu teori konspirasi yang menarik untuk dibahas dalam dunia sepakbola, yakni sola pemenang Liga Champions. Sejak Bayern Munchen juara pada 2013, terdapat tradisi yang tak pernah berubah sampai sekarang.

Rekomendasi sepatu running Adidas ori!

Hal itu soal adanya pemain dari Kroasia yang membela tim pemenang Liga Champions. Pada 2013, ada Mario Mandzukic yang masih membela Bayern Munchen. Kemudian saat Real Madrid juara, ada Luka Modric di sana.

Semusim setelahnya, Barcelona menjadi juara dengan trio legendaris ‘Messi – Suarez – Neymar’. Namun tak luput juga bahwa dalam skuad mereka tersebut ada pemain asal Kroasia, yakni Ivan Rakitic.

Kemudian di saat Real Madrid hattrick juara Liga Champions secara berturut-turut, nama Luka Modric dan Mateo Kovacic juga ada di dalam skuad. Pemain Kroasia lagi-lagi tak absen dalam daftar juara Liga Champions di musim selanjutnya.

Sepatu sepakbola Mills ori di sini!

Kali ini Dejan Lovren yang memenangkan Liga Champions bersama Liverpool pada 2019. Selanjutnya, Bayern Munchen yang memenangkan Liga Champions pada Covid-19 berlangsung juga diperkuat pemain Kroasia lainnya, yakni Ivan Perisic.

Mateo Kovacic meneruskan tradisi pemain Kroasia memenangkan Liga Champions bersama Chelsea saat mengalahkan Manchester City pada 2021. Dan terakhir, Luka Modric yang mengisi kuota tersebut bersama El Real.

Nah, apakah tradisi ini akan terus berlanjut? Mengingat masih ada pemain Kroasia yang akan bermain di laga Final Liga Champions 2023 nanti, yakni Marcelo Brozovic bersama Inter Milan.

Atau Manchester City yang akan mengakhiri konspirasi ini? Melihat dari permainan dan kedalaman skuadnya yang sangat luar biasa.

Cari produk olahraga ori dari Ortus? Klik di sini!

Komentar
BACA JUGA:  Lazio Harus Tetap Menegakkan Kepala
Menjadi fans Chelsea karena pengaruh bapak. Dapat disapa via akun Twitter @iiklil.