Menimbang Nasib De Bruyne di Manchester City: Richie Rich atau Kevin McCalister?

Bursa transfer telah ditutup saat hari memasuki tanggal 1 September 2015. Itu artinya beberapa klub-klub top Eropa sudah menyelesaikan petualangan mencari amunisi terbaru agar siap berjibaku dalam kompetisi domestik atau pun Eropa. Begitu pula dengan klub asal kota Manchester, Manchester City kali ini melakukan perombakan pada skuatnya dengan harapan bisa membawa kembali trofi Barclays Premier League ke kota Manchester.

Untuk memenuhi keinginan tersebut, maka Manchester City melakukan pembelian empat pemain yang tiga di antaranya berstatus pemain bintang, pemain yang dimaksud adalah Raheem Sterling, Nicolas Otamendi, dan Kevin De Bruyne. Untuk mendapatkan tiga pemain ini Manchester City setidaknya harus merogoh kocek sebesar 135 juta poundsterling. Apabila dirincikan maka 49 juta poundsterling diberikan kepada Liverpool untuk transfer Sterling, 27,5 juta poundterling diberikan kepada Valencia, dan 57 juta poundsterling kepada Wolfsburg untuk transfer De Bruyne.

Namun kesampingkan dulu sejenak tentang transfer Sterling dan Otamendi, penulis lebih tertarik dengan wonderkid Belgia yang berparas mirip Macaulay Culkin –pendapat pribadi penulis–. De Bruyne yang sekarang berumur 24 tahun ini memulai petualangan sebagai pesepak bola profesional di klub KRC Genk selama empat musim, kemudian pada tahun 2012 ia mencoba peruntungan dengan bermain bersama Chelsea selama semusim. Tak mendapatkan waktu bermain yang sesuai, dua musim selanjutnya ia dipinjamkan pada dua klub berbeda, KRC Genk dan Werder Bremen.

Dari lima posisi di sektor gelandang Manchester City, mungkin posisi Jesus Navas lah yang paling bisa dieksploitasi De Bruyne.

Dieter Hecking yang pada saat itu menukangi VfL Wolfsburg mencium bakat spesial dari De Bruyne, akhirnya ia pun menginginkan De Bruyne bermain untuk timnya. Seusai tampil apik bersama timnas Belgia di WC 2014, performa De Bruyne pun semakin meningkat dan berhasil menasbihkan dirinya sebagai pencetak asis terbanyak di Bundesliga musim lalu, dan inilah mengapa Manchester City rela mengeluarkan biaya untuk mendatangkan Macaulay Culkin.

BACA JUGA:  Tepuk Tangan bagi Andre Schurrle

 Siapa sih Macaulay Culkin? Kok bisa dimirip-miripin sama De Bruyne? Pesepakbola juga dia? Menurut penulis apabila dilihat secara sekilas, ada persamaan bentuk wajah antara Kevin De Bruyne dengan Macaulay Culkin. Bagi yang belum tahu, Macaulay Culkin ini adalah aktor cilik yang memerankan karakter Richie Rich dan Kevin McCallister pada film Home Alone yang rutin ditayangkan setiap liburan sekolah di salah satu stasiun tv lokal.

Karakter yang diperankan oleh Macaulay Culkin dalam kedua film cilik yang dibintanginya pun berbeda. Jika dalam film Richie Rich, ia digambarkan sebagai seorang anak konglomerat yang mempunyai kekayaan tak terhingga namun tidak memiliki kebebasan dan tidak memiliki teman sebaya. Sedangkan dalam film Home Alone, Macaulay Culkin dikisahkan sebagai anak kecil pembuat onar namun memiliki akal yang cerdik.

Ternyata bukan hanya korelasi dalam bentuk wajah saja, karir sepak bola De Bruyne pun hampir mirip dengan kedua karakter yang diperankan Macaulay Culkin. Mendapatkan kekayaan dalam sekejap namun merasa terkekang karena sejatinya yang dibutuhkan De Bruyne pada saat itu adalah teman berwujud menit bermain. Semenjak berlabuh di Wolfsburg, kini ia sudah mulai menemukan teman yang diinginkannya. Bahkan ia sekarang bisa mengeksploitasi teman tersebut dengan cerdik seperti karakter Kevin McCalisster, saking cerdiknya pemain yang memiliki saudari Stefanie de Bruyne ini transfernya menjadi rekor transfer termahal Manchester City.

Membicarakan sedikit tentang nasib De Bruyne sendiri di Manchester City memang sulit. Berisikan gelandang-gelandang sekelas timnas tentu tak mudah memperoleh tempat di tim inti. Yaya Toure, David Silva, Raheem Sterling, Jesus Navas, Fernandinho dan Samir Nasri adalah rekan setim sekaligus pesaing untuk memperebutkan posisi sebagai starter. Kebetulan saya menonton dua dari empat pertandingan yang dilakukan Manchester City musim ini, rasa-rasanya kans De Bruyne untuk masuk ke dalam starting eleven Manchester City musim ini cukup besar.

BACA JUGA:  Chile vs Argentina: Chile Superior Berkat Transposisi Struktural Namun Gagal Mencetak Gol

Formasi yang digunakan Pellegrini adalah 4-2-3-1, di mana trio di belakang Kun Aguero adalah Sterling, Silva dan Navas. Mungkin apabila De Bruyne bisa tampil impresif seperti musim lalu, bisa jadi ia akan bisa menggusur Jesus Navas kemudian tukar posisi dengan Silva yang bisa berperan sebagai seorang winger. Dari lima posisi di sektor gelandang Manchester City, mungkin posisi Jesus Navas lah yang paling bisa dieksploitasi De Bruyne. Rasanya tak mungkin menggusur peran Silva apalagi Yaya Toure.

Sebuah tantangan baru bagi De Bruyne dimulai musim ini. Keputusan untuk menerima pinangan Manchester City bisa menjadi pembeda nasib pemuda asal kota Drongen dalam karir sepak bolanya. Bisa menjadi sebuah batu sandungan bagi karirnya, dan bisa juga menjadi batu lompatan dalam karirnya. Dan bisa juga menjadi Richie Rich atau bisa juga menjadi Kevin McCallister lagi, semua tergantung kau Kevin!

 

Komentar
Mahasiswa jurusan sejarah yang sedang berusaha menyelesaikan studinya di salah satu universitas di semarang, penikmat sepakbola dari layar kaca setiap minggunya dan mantan pemain futsal tingkat jurusan.