Real Madrid Mencari Jenderal Baru di Lini Belakang

Jelang bergulirnya musim 2021/2022, fans Real Madrid dikejutkan dengan hengkangnya dua pilar utama mereka di jantung pertahanan, Sergio Ramos dan Raphael Varane.

Ramos memutuskan untuk hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG) setelah kontraknya habis dan tidak menemukan kesepakatan kontrak baru dengan manajemen.

Sementara Varane memutuskan bergabung dengan Manchester United guna mencari tantangan baru.

Mempunyai pemain seperti Ramos dan Varane di jantung pertahanan adalah perpaduan yang sempurna.

Ramos adalah kunci permainan Los Merengues dalam satu dekade terakhir. Bukan melulu tentang skill, tetapi kepemimpinannya di ruang ganti juga memegang peran krusial.

Begitupun Varane, jika Ramos dikenal sebagai bek yang keras dan identik dengan pelanggaran, pemain asal Prancis ini adalah bek yang lebih stylish dengan kemampuan membaca permainan yang apik serta pengambilan keputusan prima.

Ramos dan Varane merupakan kombinasi yang saling melengkapi sehingga lini belakang Madrid begitu tangguh.

Meskipun banyak orang, termasuk fans Madrid sendiri, yang menganggap kualitas mereka sudah menurun, tetapi kehilangan keduanya secara bersamaan memunculkan kekhawatiran.

Jika melihat aktivitas dan rencana transfer Los Merengues kali ini, sepertinya kecil kemungkinan mereka akan mendatangkan bek tengah dengan nama besar.

Madrid sejauh ini masih fokus untuk mendatangkan dua nama besar yang telah mereka incar sejak lama Erling Braut Haaland dan Kylian Mbappe.

Fakta tersebut membuat Madrid sepertinya akan mengandalkan bek tengah yang sejauh ini telah mereka miliki.

Terdapat dua nama bek tengah yang tersisa dari skuad musim lalu yaitu Nacho Fernandez dan Eder Militao.

Keduanya telah mendapat banyak kesempatan bermain pada musim-musim sebelumnya saat Ramos dan Varane harus absen secara bersamaan akibat cedera.

Bahkan puncaknya saat Madrid menghadapi pekan berat di mana mereka harus menghadapi Liverpool dalam dua laga perempat final Liga Champions serta partai El Clasico menghadapi Barcelona dalam rentang 8 hari, Nacho dan Militao dipasang sebagai pilihan utama.

BACA JUGA:  Olahraga Kok Malam-Malam, Emangnya Sehat Ya?

Sebetulnya, baik Nacho maupun Militao merupakan bek tengah yang punya kemampuan oke. Namun secara level permainan dan konsistensi, keduanya masih harus membuktikan kapabilitasnya.

Menaruh ekspektasi kepada mereka untuk konsisten selama satu musim penuh adalah pilihan yang mengandung risiko tinggi. Terlebih mereka selama ini diplot sebagai pelapis dari Ramos dan Varane.

Opsi baru untuk lini belakang Los Merengues adalah David Alaba yang didatangkan secara gratis setelah kontraknya bersama Bayern Munchen habis.

Kendati berposisi natural sebagai bek kiri, Alaba dalam dua musim terakhir lebih banyak dipasang sebagai bek tengah sejak Mata Hummels pergi.

Namun beberapa media menyebut, Carlo Ancelotti sebagai pelatih ingin memainkannya sebagai bek kiri maupun gelandang. Hal itu kabarnya juga diamini oleh sang pemain.

Akan tetapi, dengan hengkangnya Ramos serta Varane, Ancelotti dipaksa untuk memikirkan segala kemungkinan yang ada, termasuk memainkan Alaba sebagai bek tengah.

Sebagai penggawa anyar, Alaba juga masih butuh waktu beradaptasi dengan kultur serta lingkungan. Maka dari itu, ia perlu membangun komunikasi yang baik dengan rekan-rekannya di sektor pertahanan.

Selanjutnya ada nama Jesus Vallejo. Ia sejatinya bukan nama baru usai didatangkan dari Real Zaragoza pada 2016 silam.

Sempat dipinjamkan sejenak ke Eintracht Frankfurt selama satu musim, Vallejo naik ke tim utama setelah kepergian Pepe di tahun 2018.

Vallejo juga tergabung dalam skuad Madrid yang terakhir menjuarai Liga Champions pada musim 2018/2019. Sayangnya, ia cuma semusim menghuni tim utama.

Kedatangan Militao membuatnya kembali dipinjamkan ke Wolverhampton Wanderers pada musim 2019/2020. Namun Madrid memutuskan mengakhiri masa peminjaman tersebut di tengah musim karena Vallejo tidak mendapatkan menit bermain yang memadai.

BACA JUGA:  Solidaritas Melampaui Rivalitas

Ia hanya bermain dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi dalam setengah musimnya di Inggris. Los Merengues akhirnya memutuskan untuk meminjamkannya ke Granada supaya mendapat menit bermain lebih banyak.

Di Granada nasibnya sedikit lebih baik, satu setengah musim di sana, Vallejo merumput dalam 51 pertandingan lintas ajang.

Meski begitu, banyak fans yang merasa ia belum menunjukkan kualitas yang cukup untuk bermain di tim utama Madrid.

Di luar nama Nacho, Militao, Alaba, dan Vallejo, terdapat tiga nama penggawa muda yang kemungkinan dipromosikan ke tim utama.

Tiga nama tersebut adalah Victor Chust, Pablo Ramon, dan Mario Gila. Chust dan Ramon adalah duet bek tengah yang mengantarkan Real Madrid Juvenil (U19) asuhan Raul Gonzalez menjuarai UEFA Youth League pada musim 2019/2020 kemarin.

Chust bahkan beberapa kali dipanggil sebagai pemain cadangan pada musim lalu, meski baru bermain dua kali di La Liga dan sekali di Copa Del Rey. Sementara Gila mulai dicoba dicoba oleh Ancelotti dalam laga-laga pramusim.

Menarik untuk melihat siapakah empat nama bek tengah yang akan mengisi skuad utama Madrid musim depan dan menggantikan poros Ramos-Varane yang dilepas.

Regenerasi memang perlu dilakukan oleh sebuah klub agar terus konsisten berprestasi, tetapi melepas duet bek tengah mereka secara bersamaan benar-benar melahirkan rasa was-was.

Kelak, kita akan melihat apakah keputusan itu merupakan hal yang tepat dari manajemen atau justru sebuah blunder besar yang tak termaafkan.

Komentar
Nurul Arrijal Fahmi
Seorang penggemar Real Madrid yang sedang menjalani masa kuliah di Universitas Negeri Surabaya. Dapat dihubungi di akun Twitter @RijalF19.