Roberto Firmino: Andalan di Liverpool, Terbuang dari Timnas Brasil

Roberto Firmino tidak masuk dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022 Qatar. (Carl de Souza/Getty Images)
Roberto Firmino tidak masuk dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022 Qatar. (Carl de Souza/Getty Images)

Tidak ada Roberto Firmino dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022 Qatar. Striker Liverpool itu padahal sedang dalam momentum bagus dan menjadi tulang punggung klub musim ini dengan 8 gol serta 4 assists dalam 19 penampilan di semua ajang. Namun di Timnas Brasil, penampilan terakhir pemain 31 tahun tersebut terjadi saat final Copa America tahun lalu, kala Brasil kalah dari Argentina di final.

Banyak orang mengrenyitkan dahi mengetahui Bobby tak masuk dalam rencana Tite, pelatih Brasil untuk menempuh gelaran akbar di Qatar. Sementara lini depan Brasil akan diisi oleh Antony, Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, Neymar, Pedro dos Santos, Rapinha, Richarlison, Rodrygo, dan Vinicius Jr.

Berdasarkan kontribusi gol dan assist di level klub musim ini, Firmino masih unggul dari empat penyerang Brasil lain yang mentas di Premier League seperti Antony, Martinelli, Jesus, dan Richarlison. Rata-rata dalam 90 menit, ia membubuhkan 0.85 gol plus assists.

Ia juga paling banyak memainkan pertandingan di semua ajang bersama klub musim ini (19) dan hanya duo Arsenal, Jesus dan Martinelli yang mendekati dengan 18 penampilan. Firmino kembali menjadi plihan utama Jurgen Klopp di tengah performa The Reds yang jauh dari kata konsisten. Terlebih setelah Klopp mengganti formasi default-nya dengan 4-4-2 diamond yang dapat mengakomodir kemampuan terbaik Firmino sebagai konektor, presser, maupun kreator peluang di lini depan.

Bobby juga tipikal pemain versatile yang dapat memberikan perbedaan terhadap taktik tim. Atribut yang bisa jadi kartu As bagi tim Samba ketika buntu di tengah laga. Firmino bisa menjalankan peran sebagai penyerang tengah, second striker, atau bahkan gelandang serang sekaligus. Musim ini, pemain serba bisa itu telah menjajal ketiganya bersama Liverpool.

BACA JUGA:  Lagu You'll Never Walk Alone, Inspirasi Bagi Kita Semua

Namun, Tite sebenarnya bukan sosok maniak taktik macam pelatih top Eropa lain seperti Klopp atau nama-nama beken lainnya. Ia cenderung stagnan mempertahankan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan mengandalkan para winger cepat yang melimpah.

Latar belakangnya yang lama berkecimpung di sepakbola Brasil membuat Tite lebih mengutamakan jogo bonito, filosofi permainan Negeri Samba dengan skill individu sebagai senjata utama. Untuk alasan itu, Firmino memang masih kalah dari nama-nama winger lain di skuad Brasil untuk Piala Dunia.

Pada Copa America 2021, Firmino tampil lima kali dengan kontribusi satu gol untuk Brasil. Namun, ia tak pernah tampil penuh. Paling lama, ia dipasang selama 63 menit sebagai winger kanan saat Brasil ditahan imbang Ekuador di laga terakhir Grup B. Bersama Selecao, Firmino secara reguler menjadi pilihan pelatih sejak debutnya di era Dunga pada 2014 silam.

Total ia telah mencatatkan 55 penampilan dengan kontribusi 17 gol dan 7 assist untuk tanah kelahirannya. Firmino menjadi salah satu sosok senior di skuad Brasil dengan pengalamannya tampil di berbagai kompetisi bergengsi Benua Biru.

Eks penyerang Brasil era 70-an, Tostao pernah menyebut Firmino sebagai “Brazilian Benzema” dalam sebuah tulisannya di koran Folha de Sao Paulo. Tostao menganggap sang striker punya kelebihan dengan pergerakan aktifnya yang tanpa lelah membantu tim dan kontribusi besarnya yang tak sebatas gol dan assist saja.

Akan tetapi, Firmino memang tak selalu nyetel dengan komposisi dan gaya main skuad Brasil. Permainan Tite cenderung lebih mengandalkan kelebaran lapangan dengan mempertahankan jarak antar pemain yang tetap rapat. Firmino, kurang mampu menjalankan itu. Pada jeda internasional September lalu, ia menjadi satu-satunya pemain di skuad Brasil yang sama sekali tidak diturunkan oleh Tite.

BACA JUGA:  Hidup Bahagia ala Margarida

Ketika Brasil menguasai bola, Firmino cenderung turun ke tengah untuk menjemput bola sehingga menyebabkan lini tengah terlalu padat dan meninggalkan ruang kosong di depan. Sementara Tite, ingin para penyerangnya menjaga kelebaran kemudian melakukan penetrasi ketika bola sampai di sepertiga akhir lapangan.

Dalam fungsi dan peran itu, Firmino dinilai kurang cocok untuk menjalankan skema dibanding Richarlison, Jesus, Rapinha, atau bahkan Pedro yang musim ini moncer bersama Flamengo. Nama terakhir memang masih muda dan tak memiliki atribut serta pengalaman selengkap Bobby. Tapi, Pedro dengan tubuh besarnya dinilai efektif sebgai target man dan diproyeksikan sebagai lumbung gol tim Samba ketika ingin bermain lebih direct.

Absennya Firmino memang cukup mengherankan. Tapi pada akhirnya, Tite memilih skuad untuk Piala Dunia berdasarkan preferensi dan kecocokan para pemain terhadap strategi miliknya. Brasil punya ambisi besar dengan pemain depan bertabur bintang di gelaran Piala Dunia 2022 Qatar kali ini. Tujuan membawa pulang piala emas untuk Ke-6 kalinya tak bisa diganggu gugat setelah hanya mampu menembus perempat final di edisi Rusia pada 2018 lalu. Tanpa Firmino, mampukah Tite membawa Brasil melaju jauh?

Komentar