Saul Niguez yang Semakin Penting untuk Atletico Madrid

Pada 27 April 2016, Stadion Vicente Calderon, untuk ke-11 kalinya musim ini, penuh. Sekitar 54 ribu suporter Atletico Madrid menyesaki stadion di bibir sungai Manzanares itu.

Pertandingan memasuki menit ke-11 saat sebuah gol tercipta. Bukan Antonie Griezmann atau Fernando Torres, tetapi pemain 21 tahun bernomor punggung 17, Saul Niguez.

Menerima bola lambung di tengah lapangan, Saul mengontrol bola dengan sempurna. Thiago Alcantara membayangi Saul yang membawa bola ke arah pinggir lapangan.

Alih-alih menunggu Juanfran naik membantu serangan, Saul mendrible bola menusuk sisi kiri pertahanan Munchen, melepaskan diri dari kawalan Thiago juga melewati hadangan Juan Bernat dan Xabi Alonso.

Saul kini berhadapan dengan David Alaba. Ia kemudian melepaskan tendangan kaki kiri. Bola meluncur melengkung menuju gawang. Sliding Arturo Vidal untuk memblok bola terlambat.

Manuel Neuer, meski sudah meregangkan badan, tak sanggup menjangkau bola. Terciptalah gol satu-satunya di pertandingan itu. Gol yang membawa Atletico Madrid mengalahkan Bayern Munchen di pertandingan pertama semifinal Liga Champions 2015/2016 (28/4).

Di Liga Champions musim ini Saul Niguez bermain di semua pertandingan Los Rojiblancos. Ia berhasil mencetak 3 gol dan 2 asis.

Satu asis cantik ia buat pada pertandingan leg ke-2 laga perempat final melawan Barcelona. Dengan punggung kaki kiri, Saul melepaskan crossing dari sisi kiri pertahanan Barca yang berhasil disundul Griezmann untuk membobol gawang Marc-Andre Ter Stegen.

Gol Griezmann sangat penting karena memberi keunggulan bagi Atletico yang kalah 2-1 di leg pertama. Pertandingan itu akhirnya dimenangi Atletico 2-0 setelah Griezmann mencetak gol kedua di ujung laga lewat penalti.

Diego Simeone juga memberikan kepercayaan besar pada Saul Niguez di La Liga musim ini. Pemain kelahiran 21 November 1994 itu tercatat bermain dalam 29 laga Atletico Madrid, 24 di antaranya ia bermain sebagai starter. Los Rojiblancos kini bersaing ketat dengan Barca dan Madrid dalam perebutan gelar juara La Liga.

BACA JUGA:  Charlie Morgan: Ballboy yang Ditendang Eden Hazard Jadi Juragan Miras

Saul Niguez mengawali karier profesionalnya bersama Atletico Madrid B pada tahun 2010. Ia sempat beberapa kali memperkuat tim utama sebelum dipinjamkan semusim penuh ke Rayo Valencano pada musim 2013/2014.

Saul kembali ke Atletico Madrid pada musim 2014/2015. Saat itu ia menjadi pelapis barisan gelandang Atletico yang masih diperkuat Arda Turan (sekarang Barcelona) dan Mario Suarez (Fiorentina). Pada 38 pertandingan La Liga musim itu Saul hanya 9 kali bermain sebagai pemain inti.

Musim ini Saul Niguez menjadi salah satu elemen penting Atletico Madrid dalam memperebutkan trofi La Liga dan Liga Champions. Bukan tak mungkin bila hal itu akan membuat Vicente Del Bosque memanggilnya untuk memperkuat Spanyol di Piala Eropa 2016. Saul belum sekalipun mencatatkan caps bersama timnas senior.

Diego Simeone jauh-jauh hari telah memagari Saul dari incaran klub lain. Pada sebuah wawancara Simeone berujar, “A departure for him (Saul Niguez) seems hasty to me because he’s young and, in order for him to keep improving, there’s nowhere better than home – which is Atletico.”

Saul Niguez sedang menjalani musim yang luar biasa bersama Atletico Madrid. Membicarakan ke mana ia akan berlabuh musim depan, atau membandingkan penampilannya dengan pemain lain, seperti Messi misalnya, sesungguhnya terlalu prematur.

Lebih menarik untuk melihat sejauh mana kontribusinya bagi Atletico Madrid di beberapa laga tersisa. Juara La Liga? Lolos ke final Liga Champions? Keduanya? Atau tidak keduanya?

Komentar
Penyuka desk research. Sedang belajar menulis feature. Bisa dihubungi melalui akun Twitter @waprijadi