Serangkaian Kisah Bayern Munchen Tempo Doeloe

Apa perbedaan Bayern Munchen dengan klub-klub lain di Bundesliga? Jawaban cepat terhadap pertanyaan tersebut adalah konsistensi Bayern dalam menjuarai Bundesliga.

Maka tak heran kalau sebagian orang menyindir Liga Sepak Bola Jerman dengan sebutan Bayernliga. Namun, jauh sebelum berkuasa di Jerman (dan Eropa), Bayern termasuk dalam kategori klub yang minim prestasi.

Sejak didirikan pada Februari 1900, Bayern baru meraih titel perdana pada musim 1907/1908. Itu pun masih di tingkat lokal. Mungkin semacam tarkam. Mereka menjadi juara di kompetisi Upper Bavaria.

Selanjutnya di tahun 1910 dan 1911, mereka naik tingkat. Bayern dua kali merajai kompetisi di tanah Bavaria atau dulu dikenal dengan sebutan Eastern District Championship. Bayern meraih kesuksesan di bawah asuhan pelatih asal Inggris, Taylor.

Sedangkan pemain bintang mereka ketika itu adalah Max Gablonsky. Pemain sayap kanan yang gesit dan cepat ini merupakan pemain Bayern pertama yang dipanggil berlaga di ajang internasional. Ia memiliki 4 caps pada tahun 1910 dan 1911.

Perlahan tapi pasti, prestasi Bayern terus menanjak. Pada tanggal 11 April 1926, Bayern berhasil menjadi yang terbaik di wilayah Selatan Jerman. Di final mereka menaklukkan SpVgg Fϋrth dengan skor 4-3.

Sepanjang musim itu, Bayern memiliki daya serang yang begitu perkasa. Mereka mencatatkan 176 gol! Sayang, langkah mereka di babak knock-out pada kompetisi sepak bola nasional Jerman tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Bayern kalah dari Fortuna Leipzig, 2-0.

Pada era 1920-an Bayern memiliki sejumlah bintang. Beberapa di antaranya adalah bek kiri andalan Emil Kutterer, Josef Pottinger, dan Ludwig Hofmann. Pottinger sendiri merupakan pemain asli Munich dari distrik Neuhausen. Ia merupakan seorang striker yang sangat tajam.

Pada musim 1925/26, Pottinger menciptakan 57 gol. Sedangkan Hofmann merupakan pemain sayap kiri yang penuh dengan talenta. Salah satu keunikannya adalah menggunakan sepatu kanan pada kaki kirinya. Katanya hal tersebut bisa menambah spin pada bola ketika ditendang. Ada-ada saja!

BACA JUGA:  Kembalinya Old Firm Derby: Glasgow Celtic vs Glasgow Rangers

Ketiga pemain andalan Bayern, sekaligus langganan tim nasional ini sudah pensiun atau pindah klub ketika Bayern berhasil berprestasi di kasta tertinggi sepak bola Jerman.

Pada tahun 1932, Bayern meraih titel nasional perdana mereka. Bersama pelatih baru Richard Kohn (panggilan: Little Dombi), Bayern mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 2-0. Dua gol Bayern disumbangkan oleh striker andalan mereka, Oskar “Ossi” Rohr dari titik putih dan Franz Krumm.

Salah satu keberhasilan Dombi adalah memperkuat lini pertahanan Bayern. Dengan kombinasi pertahanan dan penyerangan yang kuat, Bayern terus melaju hingga ke babak knock-out kompetisi nasional Jerman.

Sebelum mengalahkan Frankfurt, mereka mematahkan perlawanan FC Nuremberg di semifinal. Kala itu, Nuremberg termasuk raja sepak bola di Jerman.

Lini pertahanan Bayern yang kokoh digalang oleh duo Sigmund Haringer dan Conrad Heidkamp. Kombinasi keduanya merupakan salah satu duet pertahanan yang paling ditakuti di Jerman ketika itu. Heidkamp sendiri merupakan kapten Bayern pada masa tersebut dan terus menjadi komponen penting klub hingga tahun 1944.

Sementara itu di lini tengah, ada tiga pemain yang menjadi motor permainan Bayern. Mereka adalah Robert “Pius” Breindl, Ernst Nagelschmitz, dan di sentral, Ludwig “Lutte” Goldbrunner. Breindl dikenal memiliki fighting spirit yang luar biasa sedangkan Nagelschmitz punya teknik yang sangat baik.

Goldbrunner sendiri merupakan pemain tangguh yang sering memenangi duel dan kuat dalam perebutan bola-bola di udara.

Di depan, Bayern punya lima pemain tangguh. Ada Franz Krumm, Josef Bergmaier, Hans Schmid, dan Hans Welker di sayap kiri dan kanan. Dan tentu saja, di tengah-tengah mereka ada striker haus gol, Oskar Rohr.

Ia didatangkan dari Vfr Mannheim pada tahun 1930. Rohr hanya berada di Bayern selama 16 bulan dan mencetak 30 gol pada periode tersebut. Pada tahun 1933, demi mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, Rohr meninggalkan Jerman dan pindah ke Racing Strasbourg.

BACA JUGA:  Thiago Alcantara: Metamorfosis Sempurna di Sabener Starsse

Pilihan tersebut membuatnya dicap sebagai penghianat. Sejak saat itu, Rohr tidak pernah lagi dipanggil membela skuat Jerman.

Pada tahun 1933, Adolf Hitler berkuasa di Jerman. Hal ini turut memengaruhi persepakbolaan Jerman. Bayern termasuk yang merasakan dampak negatif. Sejumlah anggota klub yang memiliki darah Yahudi, termasuk presiden Kurt Landauer, terpaksa harus meninggalkan Jerman.

Prestasi Bayern pun terus menurun. Titik nadir pada periode itu terjadi di musim 1954/1955. Bayern mengakhiri musim tersebut dengan raihan 15 poin dan terrelegasi ke divisi dua di wilayah selatan.

Itu kali pertama dalam sejarah Bayern turun kasta. Namun Bayern tak berlama-lama di bawah. Mereka berhasil kembali naik kelas dan bahkan setahun setelahnya, di luar dugaan Bayern mampu menjuarai DFB Pokal untuk pertama kalinya.

Hal itu terjadi pada tanggal 29 Desember 1957. Mereka mengalahkan favorit juara, Fortuna Dϋsseldorf dengan skor tipis 1-0. Setelah itu, sampai sebelum era Bundesliga dimulai, prestasi Bayern tak ada lagi yang mentereng. Dan dengan catatan yang biasa-biasa saja, Bayern tidak masuk nominasi untuk turut menjalani Bundesliga edisi perdana pada tahun 1963.

Meski demikian, pada tahun perdana Bundesliga, di Regionalliga, Bayern sedang membangun sebuah tim yang akan mulai mendominasi Jerman dan bahkan Eropa pada beberapa tahun selanjutnya.

Namun tentang hal tersebut, saya akan ceritakan lain waktu. Harap bersabar ya. Sambil menunggu kisah lanjutannya sebarkan artikel ini sebanyak mungkin. Jangan berhenti di Kamu! Mia San Mia!

Komentar
Penggemar FC Bayern sejak mereka belum menjadi treble winners. Penulis buku Bayern, Kami Adalah Kami. Bram bisa disapa melalui akun twitter @brammykidz