Utak-Atik Statistik dan Prediksi Persib Bandung di Piala AFC 2015

Seperti yang sudah dituliskan dalam artikel sebelumnya, Kilas Balik dan Prediksi Persipura di Piala AFC 2015, Persib Bandung adalah satu dari lima tim yang mencatat rekor tak terkalahkan dalam enam pertandingan di Grup H yang dihuni oleh Ayeyawady United, New Radiant dan Lao Toyota FC. Maung Bandung mencatat tiga kemenangan dan tiga hasil seri. Hasil tersebut cukup untuk mengantarkan mereka ke babak 16 besar Piala AFC 2015 dengan status sebagai juara grup, dan berhak menyandang status sebagai tuan rumah.

Analisis Performa

Meski mencatatkan diri sebagai juara Grup H dan tak terkalahkan, namun ada beberapa catatan terhadap penampilan tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu yang harus secara serius diperhatikan. Dari enam pertandingan, Persib Bandung mencatatkan 10 gol dan 5 kali kebobolan. Jika kita menganalisis waktu terjadinya gol dan kebobolan, maka ada beberapa fakta menarik yang harus diperhatikan.

Grafik: Sebaran waktu kebobolan (kiri) dan mencetak gol (kanan) Persib Bandung
Grafik: Sebaran waktu kebobolan (kiri) dan mencetak gol (kanan) Persib Bandung

Jika kita lihat grafik kebobolan Persib berdasarkan pembagian waktunya, maka kita bisa melihat bahwa 4 dari 5 gol yang bersarang di gawang tim asuhan Emral Abus ini terjadi pada babak kedua. Hal ini bisa diartikan sebagai adanya penurunan konsentrasi lini belakang Persib yang dikomandoi Vladimir Vujovic. Penurunan konsentrasi, terutama sekali disebabkan oleh menurunnya stamina. Hal ini semakin terlihat jelas apabila kita melihat sebaran gol yang diciptakan oleh tim yang pernah dibela oleh Suchao Nutnum dan Sinthaweechai Hathairattanakool. Sebanyak 7 dari 10 gol Persib dicetak pada babak pertama. Artinya, ada penurunan kemampuan penyerang Persib dalam mencetak gol di babak kedua. Salah satu hal yang bertanggung jawab untuk hal ini, sekali lagi, adalah penurunan stamina. Memperbaiki stamina tentu bukan hal mudah dan tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat.

Dalam Football Manager, sebuah permainan simulasi manajer sepak bola, selain physical fitness ada pula istilah match fitness. Match fitness adalah tingkat kesiapan seorang pemain untuk bertanding secara kompetitif. Hal ini hanya bisa dicapai dengan maksimal apabila seorang pemain rutin tampil dalam suatu rentetan pertandingan. Untuk mencapai tingkat match fitness yang cukup bagi para pemainnya, Persib Bandung memang sudah melakukan beberapa uji tanding, seperti ketika melawan Bali United. Namun, perlu diingat bahwa sebuah uji tanding tidak akan menyajikan suasana yang cukup kompetitif seperti halnya kompetisi resmi. Padahal kita tahu, untuk sementara kompetisi resmi Liga QNB sedang dibekukan. Jadi, selain mengalami kerugian dari buruknya kebugaran fisik, pemain Persib juga memiliki match fitness yang kurang.

BACA JUGA:  Sepak Bola Fantasi ala Antonio Conte
Grafik: Area Asal Serangan Persib yang Berbuah Gol
Grafik: Area Asal Serangan Persib yang Berbuah Gol

Gambar di atas menunjukkan jumlah serangan yang dibangun berdasarkan area asalnya. Sisi kanan yang dihuni oleh Supardi Nasir dan Muhammad Ridwan masih menjadi tumpuan utama untuk mencari gol. Kedua pemain ini memang sangat kompak karena telah tujuh musim berturut-turut bermain bersama. Mereka bermain untuk Pelita Jaya (2008-10), Sriwijaya (2010-12) dan Persib (2012-kini). Namun, sisi kiri yang kerap diisi Toni Sucipto dan Atep pun tak kalah mumpuni. Atep bahkan menjadi pencetak gol terbanyak untuk Persib dengan catatan 3 gol.

Grafik : Area Asal Serangan Lawan yang Berujung Kebobolan
Grafik : Area Asal Serangan Lawan yang Berujung Kebobolan

Lini tengah masih menjadi lini paling rawan kebobolan bagi Persib Bandung. Posisi gelandang pengangkut air seringkali diisi bergantian antara Hariono dan M. Taufik. Kedua gelandang ini harus bekerja ekstra untuk menyaring serangan ke jantung pertahanan Persib jika tak ingin menambah catatan kebobolannya di pertandingan berikut.

Calon Lawan

Kitchee FC adalah sebuah tim yang berasal dari Hongkong. Pada perhelatan liga lokal, mereka sukses merengkuh empat gelar juara dalam lima musim terakhir. Selain itu, pada musim 2014-15 ini Kitchee menorehkan prestasi sensasional dengan meraih trigelar, yaitu Liga Hongkong, Piala Liga, dan Piala FA. Hal ini saja sudah cukup menjelaskan dominasi Kitchee FC dalam kompetisi domestik mereka.

Klub yang bermarkas di Stadion Mong Kok ini memiliki ikatan historis yang cukup baik dengan persepakbolaan Indonesia. Rochi Putiray, mantan pemain nasional Indonesia yang lahir di Ambon, pernah bermain di sana selama satu musim pada musim 2003-04. Pemain yang terkenal dengan sepatunya yang selalu berbeda antara kanan dan kiri itu bahkan adalah satu pemain yang tidak akan pernah dilupakan pendukung Kitchee FC. Meski hanya bermain semusim di sana, Rochi pernah menjadi pahlawan kemenangan Kitchee atas AC Milan dengan mencetak dua gol pada pertandingan tahun 2004.

BACA JUGA:  Analisis Pertandingan Borussia Monchengladbach (3-1) Bayern Munchen: Keberanian Andre Schubert Tampil Proaktif Berhasil Kalahkan Pep Guardiola

Piala AFC 2015 adalah keikutsertaan Kitchee FC yang kelima. Sebelumnya, mereka berlaga pada tahun 2008, 2012, 2013 dan 2014. Dalam lima kali keikutsertaan mereka di Piala AFC, Kitchee memiliki rekor yang tak bersahabat setiap kali bertemu dengan wakil Indonesia.

tabelEmpat pertemuan dengan klub asal Indonesia dengan hasil tiga kali kalah dan hanya sekali menang tentu saja menjadi momok bagi klub yang kini dilatih oleh Jose Fransisco Molina.

Penggemar liga Spanyol pada tahun 1990-an pasti tahu siapa Molina. Ia adalah kiper Atletico de Madrid ketika meraih gelar ganda musim 1995-96 (gelar liga dan Piala Raja). Kedatangan Molina pada tahun 2014 lalu diiringi dengan masuknya gerbong pemain Spanyol ke dalam skuat tim yang kostum kandangnya berwarna biru itu. Tercatat, ada lima pemain asal Spanyol yang kini terdaftar. Salah satunya adalah Juan Belencoso. Pemain berusia 33 tahun yang berposisi sebagai penyerang itu merupakan pesaing Boaz Solossa di daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 4 gol. Pemain belakang Persib, terutama Vujovic, harus mampu meredam pemain ini agar tak mampu berbuat banyak.

Kesimpulan

Meski lawan Persib Bandung nanti adalah sebuah tim yang sangat dominan di liga lokal, namun mereka memiliki rekam jejak yang buruk setiap bertemu dengan tim asal Indonesia. Rekam jejak yang buruk itu, ditambah dengan status tuan rumah yang akan dimiliki oleh Persib, diharapkan akan mampu dioptimalkan oleh Maung Bandung. Namun, hasil akhir bisa saja berubah menjadi petaka jika Persib gagal memperbaiki konsentrasi pertahanan mereka di babak kedua, sebab Kitchee cenderung memiliki stamina yang stabil jika dilihat dari sebaran gol mereka berdasarkan waktu (4 dari total 10 gol selama fase grup dicetak di babak kedua). Jika hal ini terjadi, siap-siap saja Juan Belencoso akan menghukum Persib di stadion Si Jalak Harupat!

 

Komentar