Zanadin Fariz: Si Kecil yang Berjiwa Besar

Zanadin Fariz saat membela Timnas Indonesia (Sumber: pssi.org)
Zanadin Fariz saat membela Timnas Indonesia (Sumber: pssi.org)

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sedang memikirkan sosok yang pas untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Marselino Ferdinan. Pemain muda Persebaya Surabaya tersebut diprediksi tak akan bisa kembali ke lapangan hingga Piala AFF U-19 2022 berakhir akibat cedera yang ia derita saat laga melawan Thailand. Perannya kini kosong, dan berdampak besar untuk organisasi permainan tim yang nampak kacau setelah Marselino ditandu keluar.

Pergerakan cepat, kemampuan scanning tanpa bola bagus, kemampuan individu mumpuni, dan visi kuat adalah sederet atribut yang diperlukan untuk menggerakkan motor serangan timnas sepeninggal Marselino. Dari daftar pemain yang dibawa Shin Tae-yong, terlihat satu nama yang mencuri perhatian. Dia adalah Zanadin Fariz, penggawa muda PERSIS Solo.

Zanadin sebelumnya telah menjalani debut saat laga kontra Brunei Darussalam. Setelah unggul enam gol, ia masuk menggantikan Marselino di babak kedua. Ucil, sapaan akrabnya memang mendambakan kesempatan untuk bisa membela Timnas Indonesia. Perasaannya senang bukan kepalang saat akhirnya mendapat panggilan membela panji Garuda di turnamen kali ini.

Ucil langsung mencuri perhatian saat tampil bersama skuad senior PERSIS Solo pada laga perdana Piala Presiden 2022. Aksi-aksi individunya sempat menjadi perbincangan, terutama momen ketika Ucil sukses melewati tiga pemain PSS Sleman sekaligus. Tak butuh lama, alumnus Liga Topskor itu menarik perhatian Shin Tae-yong dan menembus skuad Timnas U-19.

Daya ledaknya tinggi, lincah, skill individunya di atas rata-rata, serta juga bagus saat tanpa bola. Segenap kemampuannya memang menjanjikan, namun satu hal yang belum ia dapat adalah jam terbang tinggi di level profesional. Lahir di Bekasi, pemuda berusia 18 tahun tersebut sebelumnya telah beberapa kali mengikuti seleksi timnas dari berbagai kelompok umur hingga program Garuda Select. Sayang, ia belum beruntung.

BACA JUGA:  Shin Tae-yong Diminta Kembali ke Indonesia, Bagaimana Mungkin?

Akan tetapi, salah satu yang juga jadi kekuatannya adalah resiliensi. Mental Ucil untuk selalu bertarung dan ingin berkembang sangat terasa ketika dirinya merumput atau dalam keseharian. Pelatih PERSIS Youth, Rasiman pernah mengungkapkannya dalam sebuah wawancara. Dilansir dari Bola.com, Rasiman menuturkan bahwa Zanadin adalah salah satu pemain terbaiknya saat di tim muda Laskar Sambernyawa.

Ia tak pernah absen latihan, tak pernah cedera, atau terjangkit virus COVID-19 selama berada dalam asuhan eks pelatih Madura United tersebut. Maka tak heran jika perkembangannya lebih baik dari pemain lain yang ada dalam skuad. Posturnya memang kecil, tapi kekuatan mentalnya besar. Hal ini juga diamini oleh Jacksen F. Tiago selaku pelatih utamanya di skuad senior PERSIS Solo. Bahkan, Jacksen tak sungkan menyebutnya sebagai gelandang masa depan Indonesia.

Namun, pujian hanyalah perkataan dan motivasi. Potensi Ucil memang layak diberikan kesempatan untuk unjuk gigi. Jika momen itu terjadi, ia tak akan menyia-nyiakannya dan mengerahkan semua yang dia bisa. Jika hal itu belum datang, toh dia juga tak lantas menghakimi bangku cadangan. Paling Ucil akan terus mengamati, bekerja lebih keras saat latihan, dan memperkuat kemampuan agar bisa ke level tertinggi. Lagi pula, itu yang juga menjadi kekuatannya. Resiliensi.

Komentar