Fajar Junaedi
Fajar Junaedi
26 Articles0 Comments

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Membaca Pembaca Berita Sepak Bola di Lapak Pengecer Koran

Semakin berkembangnya media daring telah menggerus penjualan media cetak. Tapi, kemunduran media cetak tak melulu karena kehadiran media online. Ada pula alasan pembaca masih bertahan untuk membeli koran.

Kehendak Memaafkan di Tengah Konflik Suporter

Pohon Cinta itu ditanam pada 8 Januari 2011. Itu simbol perdamaian Bonek dengan Pasoepati. Kedua kelompok suporter pernah terlibat perseteruan yang pada mulanya sulit didamaikan. Tapi, niat baik selalu menemukan jalannya.

Menonton Siaran Sepak bola di Televisi Orde Baru

Ketika TVRI pertama kali didirikan pada masa Orde Lama, salah satu tujuannya adalah untuk menyiarkan kegiatan olahraga, yakni Asian Games 1962. Namun, ketika Orde Baru berkuasa, TVRI berubah menjadi corong propaganda yang kerap membuat penggemar sepak bola Italia dan Inggris, khususnya, jengkel berkat Laporan Khusus yang tak jarang memotong tayangan siaran langsung dua liga tersebut.

PS Hizbul Wathan: Kiprah Muhammadiyah dalam Sepak Bola

Muhammadiyah, sudah tak bisa disangkal lagi, merupakan salah satu organisasi terbesar dengan kontribusi besar pula di Indonesia. Di sepak bola, organisasi bentukan K.H. Ahmad Dahlan juga tak ketinggalan untuk berkiprah lewat Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan.

Ruang Publik dan Kopi di Warkop Pitulikur

Perlawanan terhadap ketidakadilan bisa muncul dari mana saja. Begitu pula perlawanan terhadap tirani yang coba mematikan Persebaya yang salah satunya bermula dari sebuah warung kopi.

Mereka adalah Para Pahlawan

Akibat kebusukan pengelolaan sepak bola Indonesia yang bersinggungan dengan kepentingan politik tertentu, Persebaya diatur sedemikian rupa agar degradasi hingga akhirnya coba dihilangkan. Tapi, sejarah tak akan pernah bisa dihapus. Dan Persebaya tidak mati. Klub itu masih ada dan hanya tinggal menunggu waktu untuk bangkit kembali.