Jadilah Bintang, Marselino!

Lanjutan Liga 1 2021/2022 yang dilaksanakan di Stadion I Gusti Ngurah Rai (5/1) dan mempertemukan Bali United kontra Persebaya begitu asyik untuk disaksikan. Satu nama yang mencuri atensi adalah Marselino Ferdinan.

Bersama Samsul Arif Munip dan penggawa asing asal Brasil, Bruno Moreira, Marselino menjadi bintang kemenangan Bajol Ijo.

Papan skor di Stadion I Gusti Ngurah Rai menunjukkan skor 1-3 bagi kemenangan tim asal Surabaya tersebut.

Sepanjang musim ini, nama Marselino memang mencuat ke permukaan. Kepercayaan Aji kepadanya dijawab adik kandung Oktafianus Fernando itu dengan cara brilian.

Media-media pun mulai ramai memberitakan sosok berusia 17 tahun ini. Media yang berbasis di Inggris, The Guardian, bahkan memasukkannya sebagai satu dari 60 Top Wonderkids.

Berposisi natural sebagai gelandang serang, Marselino angkat nama berkat jerih payahnya dalam berlatih serta bertanding. Aksi-aksinya di lapangan dinilai memukau untuk ukuran pemain belia.

Bahkan ada yang menganggap bahwa presensi Marselino di sektor tengah Persebaya sebagai salah satu alasan utama melejitnya klub berkostum hijau itu.

Mesti diakui bahwa kemampuan teknis pemuda kelahiran Jakarta ini cukup mumpuni. Ditambah lagi ia punya visi yang baik.

Ia menjadi salah satu kunci kreativitas permainan Persebaya bersama Muhammad Hidayat, Bruno dan Taisei Marukawa.

Tatkala Persebaya bertanding melawan Persikabo 1973 di Stadion Kapten I Wayan Dipta kemarin (10/1), Marselino kembali tampil mengagumkan.

Ia menjadi aktor terciptanya gol pertama Bajol Ijo lewat kaki Samsul. Umpan mendatarnya di kotak penalti berhasil dicocor striker gaek itu buat membuka keunggulan Persebaya.

Dalam fase ofensif, pemain bernomor punggung 7 ini memang sangat berbahaya. Ia pintar mencari ruang saat tidak memegang bola.

Sementara saat bola ada di kakinya, Marselino bisa menciptakan peluang untuk diri sendiri atau rekan setim.

BACA JUGA:  Septian Bagaskara: Siap Bersaing di Tengah Dominasi Striker Asing

Dalam laga melawan Persikabo, Marselino beberapa kali terlihat menjadi inisiator switch play Persebaya.

Ia yang membawa bola di area kiri pertahanan, tiba-tiba melepas umpan panjang ke area kanan. Begitu juga sebaliknya.

Akibatnya, struktur pertahanan Persikabo amburadul dan keteteran membendung alur serangan Persebaya.

Marselino juga banyak memanjakan Bruno, Samsul, maupun Taisei dengan umpan-umpan terobosan yang ciamik sehingga rekan-rekannya itu dapat melakukan tekanan ke arah gawang lawan.

Pada laga itu sendiri, Bajol Ijo kembali menang. Kali ini dengan skor ketat 3-2. Alhasil, mereka kian mendekat ke tiga besar klasemen.

Selayaknya pemain muda yang lain, Marselino mulanya tidak begitu diperhitungkan presensinya. Bahkan ada sejumlah fans yang merasa jika Aji terlalu cepat memberi kepercayaan kepada Marselino.

Akan tetapi, seiring waktu berjalan, Marselino berhasil mengubah pandangan tersebut. Mereka yang awalnya ragu, sekarang menanti-nanti aksinya saban Bajol Ijo berlaga.

Penilaian The Guardian terhadap Marselino memang benar adanya. Sebagai pemain nomor 10, ia punya kemampuan teknis mumpuni yang ditopang keseimbangan tubuh serta kepercayaan diri tinggi.

Ia takkan terpaku di sektor tengah permainan karena bisa bergerak melebar mencari ruang sekaligus menambah opsi serangan.

Kekurangan yang perlu diperbaiki barangkali hanyalah perasaan sungkan sebagai pemain muda, bangun tubuh yang kudu diperkokoh dengan otot serta kecermatan dalam mengambil keputusan di lapangan.

Apa yang Marselino punyai saat ini bisa menjadikannya bintang sepakbola Indonesia pada masa yang akan datang.

Lingkungan di Persebaya betul-betul memberi ruang untuknya berkembang. Bagi pemain muda, hal terpenting dalam menapaki karier mereka adalah kesempatan dan kepercayaan.

Dari situlah mereka dapat mengembangkan diri. Meningkatkan kemampuan serta meminimalisir segala kekurangan.

Sejauh ini, Marselino sudah mengemas 3 gol di Liga 1 dari 13 penampilan. Sebuah rapor yang cukup elok dari pemain muda sepertinya.

BACA JUGA:  Bonek Disaster Response Team: Ada karena Peduli

Mengingat kepercayaan Aji dan semakin meningkatnya performa Marselino, diyakini ia bisa merumput sampai 25 pertandingan musim ini.

Pundi-pundi golnya pun dirasa takkan berhenti di angka tiga walau menembus dua digit juga bukan pekerjaan sepele.

Melesatnya Marselino bikin seluruh elemen di tubuh Persebaya semringah. Buat Bajol Ijo sendiri, ini seperti pembuktian bahwa mereka memang piawai menelurkan bakat-bakat muda yang kemampuannya paripurna.

Situasi berbeda yang tengah dijalani pemuda kelahiran 9 September ini tak sepatutnya bikin ia cepat puas dan besar kepala. Ini hanyalah awal dari sebuah perjalanan panjang.

Sebaliknya, ia dituntut untuk bekerja keras secara kontinyu agar kemampuannya semakin komplet dan dapat menunjang kiprahnya di lapangan hijau.

Seluruh sesi latihan kudu ia lahap dengan determinasi dan semangat tinggi. Hal itulah yang akan membantunya tumbuh menjadi sosok yang kian profesional. Pun dengan menit bermain yang ia dapatkan dari pelatih.

Bersama seniornya di Persebaya, Ricky Kambuaya, Marselino disebut-sebut khalayak pantas untuk bermain di luar negeri.

Kubu Bajol Ijo sendiri kabarnya takkan menolak tawaran yang masuk dari luar negeri selama harganya cocok dan Marselino berkenan.

Apapun itu, kompetisi Liga 1 2021/2022 memang pas jika disebut sebagai arena naik daunnya Marselino.

Semua pihak kini menaruh harap bahwa ia bisa merekah sebagai pesepakbola asal Indonesia dengan kualitas adiluhung.

Ayo, Marselino. Wujudkan!

Komentar
Penikmat sepakbola yang kebetulan mencoba tekun membaca. Bisa disapa di Twitter via akun @junaidi_afif.