Mengenal FSG, Pemilik Liverpool

John Henry (kiri) dan Tom Werner (kanan) pemilik Fenway Sports Group (teamtalk.com)
John Henry (kiri) dan Tom Werner (kanan) pemilik Fenway Sports Group (teamtalk.com)

Dilansir dari The Athletic pada hari Senin (7/11) , FSG (Fenway Sports Group)  diisukan akan menjual Liverpool dalam waktu dekat. Hal itu dikarenakan sudah banyak pihak ketiga yang punya minat besar untuk membeli Liverpool. Namun tak lama berselang, Sky Sports melaporkan bahwa FSG masih berkomitmen besar pada Liverpool.

Lantas siapakah sebenarnya FSG Group itu?

Apa itu FSG

Fenway Sports Group (FSG), berdiri tahun 2001, awalnya dikenal sebagai New England Sports Ventures (NESV), adalah perusahaan investasi olahraga yang berbasis di Boston, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh beberapa orang Amerika yaitu John W Henry, Tom Werner, dan rekanan pengusaha lainnya.

Tahun berikutnya, Henry dan Werner bergabung dengan investor termasuk The New York Times dan Les Otten untuk membeli Major League Baseball, Boston Red Sox. Sejak itu, perusahaan terus berkembang, hingga akhirnya mengakuisisi Pittsburgh Penguins, tim dari National Hockey League.

Kapan FSG Group membeli Liverpool?

Mereka membeli Liverpool Football Club pada Oktober 2010 seharga £300 juta (5,4 triliun rupiah), karena saat itu Liverpool tengah ada masalah administrasi dari pemilik sebelumnya, Tom Hicks dan George Gillett. Kemudian mereka juga mengubah nama perusahaan dari NESV menjadi FSG pada bulan Maret berikutnya.

BACA JUGA:  Belajar Bangkit Ala Heurelho Gomes

Siapa saja yang termasuk dalam kelompok kepemilikan FSG?

Henry adalah pemilik utama FSG. Sementara Werner adalah wakil dari Henry. Namun secara keseluruhan FSG memiliki 30 anggota, termasuk istri Henry, Linda, Direktur Liverpool Michael Egan, Wakil Ketua David Ginsberg dan Phillip Morse, serta Sam Kennedy dan Larry Lucchino — masing-masing menjabat sebagai CEO Boston Red Sox dan mantan CEO.

Kemudian ada Mike Gordon, yang juga masuk dalam jajaran presiden Liverpool. Hanya saja ia fokus pada investasi klub dan berperan  mengelola operasional sehari-hari klub dan memiliki hubungan yang kuat dengan Klopp.

Berapa nilai Liverpool sekarang?

Setelah diambil alih Fenway Sports Group, nilai Liverpool melonjak tajam. Menurut GlobalData, sebuah perusahaan dan analisis data  terkemuka, Liverpool saat ini mempunyai value sebesar 4,36 miliar pound (83,1 triliun rupiah). Ditambah di musim 2022/2023 Liverpool juga meraup sponsor 140 juta pound (2,5 triliun rupiah)

Prestasi Liverpool di bawah FSG 

Selama dimiliki Fenway Sports Group (FSG), Liverpool mencapai kesuksesan terbesar sejak 1980-an. Keputusan mendatangkan Jurgen Klopp, mereka meraih semua trofi baik level nasional, continental maupun dunia. Selain trofi Premier League dan Champions League, Liverpool juga telah memenangkan Piala Dunia Antarklub, Piala FA, Piala Carabao, Piala Super UEFA dan Community Shield saat ini, serta mencapai 11 final di berbagai kompetisi.

Sangat fokus membenahi infrastruktur klub

FSG juga telah mengubah Anfield dengan pengembangan Main Stand baru senilai 110 juta. Hal itu bertujuan kapasitas stadion dari 53.394 menjadi 61.000 yang. 

Selain itu FSG juga memindahkan pusat latihan Melwood yang sudah digunakan selama 70 tahun ke Kirkby. Perpindahan ini memakan biaya 50 juta pound

BACA JUGA:  Menilai Keberhasilan Rebranding Tahun Kedua Indian Super League

Kritikan pada FSG

FSG sempat berselisih dengan pendukung terkait proyek Liga Super Eropa pada April tahun lalu. Perselisihan ini membuat fans Liverpool terpecah dan menjadi periode terburuk FSG selama memiliki klub.

FSG juga dinilai lamban dalam melakukan regenerasi pemain di Liverpool. Skuad Liverpool saat ini berada di urutan keempat dengan rataan usia tertua yang berlaga di Liga Inggris 2022/2023. Selain itu FSG juga dinilai terlalu pelit belanja pemain sehingga berdampak pada kedalaman skuad Liverpool dan tidak bersaing dengan rival-rivalnya. Hal itu pun sempat dikeluhkan oleh Klopp.

“Tidak ada yang bisa bersaing dengan Manchester City,” kata Jurgen Klopp bulan lalu, sebelum Liverpool bersua City (16/10).

FSG juga sempat dikritik habis-habisan oleh para fan karena menaikan harga tiket di musim 2016 silam. Sistem tiket paperless yang mulai diterapkan setelah pandemi COVID-19 juga tak luput dari kritik pedas Liverpudlian karena dinilai belum siap secara sistem dan penerapannya.

Lantas apa kaitannya RedBird Capital Partners dengan FSG?

RedBird Capital Partners adalah perusahaan investasi swasta yang membeli 11 persen saham FSG seharga 655 juta pound tahun 2021 silam. Mereka invest di perusahaan induk yaitu FSG bukan di klub Liverpool secara khusus.

Tujuannya penjualan saham FSG ini adalah untuk mengurangi beban keuangan. Dengan dana yang datang dari RedBird menyediakan lebih banyak uang untuk pemain baru.

Langkah ini ternyata menarik superstar NBA, LeBron James dan mitra bisnisnya Maverick Carter dan Paul Wachter untuk juga menjadi bagian dari grup FSG.

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara