Perjalanan Karier Juan Iturbe Bagaikan Roller Coaster

Jika Anda merupakan seorang veteran game Football Manager (FM), nama Juan Iturbe bukanlah nama yang asing  bagi telinga Anda. Sejak FM 2010 dirilis, namanya harum dalam jajaran daftar wonderkids di pelbagai situs yang membicarakan game yang popularitasnya menyaingi game The Sims dalam kategori simulasi.

Harga jual Juan Iturbe di FM terbilang jauh lebih murah ketimbang mendatangkan Alexis Sanchez, James Rodríguez, Lewis Holtby, dan Xherdan Shaqiri yang notabenenya memiliki posisi yang sama. Bahkan kalau tidak salah, di FM 2011, kita bisa mendapatkan secara gratis pada awal musim dengan cara “approach for sign“, karena status kontraknya bersama Cerro Porteño, klub profesional pertama tempat ia bernaung akan segera berakhir.

Memperoleh status anak ajaib di game FM tak lepas dari penampilan Iturbe di dunia nyata. Sewaktu muda, ketika bermain di Paraguayan Primera División, ia mendapatkan julukan El Messi Guarani, di mana selain memiliki posisi bermain yang mirip dengan bintang Argentina, Lionel Messi, yakni mampu bermain di sayap, gelandang hingga menjadi striker, Iturbe juga memiliki kelebihan dalam men-drible bola yang luar biasa.

Selain itu keduanya dilahirkan di Argentina, berbeda dengan Messi yang Argentina tulen, Iturbe hanya menyandang status “numpang lahir” karena kedua orangnya merupakan orang Paraguay tulen dan Iturbe lebih lama tinggal di negara asal orang tua ketimbang di Argentina.

Bahkan gegara status Iturbe yang memiliki kewarganegaraan ganda, ia pernah membela dua tim nasional (timnas) berbeda. Ketika Iturbe berusia 15 tahun, ia membela Paraguay U-17. Setahun kemudian, ia mencicipi debut bersama timnas senior Paraguay dalam pertandingan persahabatan.

Namun pada akhirnya, Iturbe justru memilih makar dengan membela Argentina U-20 pada Piala Dunia U-20. Puncaknya, pada tahun 2011 lalu. Ia memilih hanya akan berseragam Albicelestes. Namun hingga tahun 2016 kini, nama Iturbe belum pernah masuk dalam daftar skuat Argentina di berbagai ajang yang mereka ikuti. Hal ini mungkin dikarenakan nasib kariernya yang mirip dengan roller coaster.

Karier pemain yang bernama lengkap Juan Manuel Iturbe Arevalos ini memang dapat dikatakan layaknya laju roller coaster yang naik turun. Cemerlang bersama klub Cerro Porteño, membuat dirinya ditaksir banyak klub-klub Eropa. Real Madrid, Barcelona, Benfica dan Porto tertarik mendatangkan pemain kelahiran Buenos Aires tersebut. Namun, klub yang terakhir ditulis menjadi pelabuhan selanjutnya.

BACA JUGA:  Serie A, Timnas Italia dan Kenangan Tentangnya

Di Porto,  Iturbe gagal mendapatkan tempat utama di tim. Sejak membela klub Portugal tersebut, ia hanya dimainkan sebanyak sembilan kali selama dua tahun. Hal ini memaksa Iturbe dipinjamkan ke River Plate pada tahun 2011 untuk menyelamatkan kariernya. Terbukti, selama di klub tersebut, karier Iturbe menanjak dan dapat tampil bersama timnas Argentina U-20 di Piala Dunia.

Berkat penampilan gemilangnya selama peminjaman di Liga Argentina tersebut, membuat tim promosi Serie A musim 2013/2014, Hellas Verona resmi meminjam pemain yang memiliki caps sebanyak 13 kali untuk timnas Argentina U-20 itu.

Selama di Verona, penampilan konsisten tetap diperlihatkan oleh Iturbe. Berduet bersama Jorginho, keduanya berhasil mengangkat posisi Verona ke papan atas Serie A dengan mampu berada di sepuluh besar liga, sebuah prestasi bagi tim yang baru promosi kembali selama selama tahun lamanya berkutat di liga bawah.

Bermain sebanyak 33 kali selama satu musim, Iturbe berhasil mencetak delapan gol dan membuat empat asis.  Hal inilah yang membuat Verona harus menebus Iturbe dengan mahar €15 juta dari Porto pada Mei 2014 lalu.

Namun kebersamaan Iturbe dengan Verona hanya berlangsung selama satu musim. Dua bulan setelah penebusan kontrak dari Porto, Verona justru menjual aset berharga mereka ke AS Roma dengan mahar  €22 juta dan dengan sodoran kontrak selama lima tahun.

Transfer dengan dana sebesar itu, menjadikan pemain yang memulai debut profesional pada usia 16 tahun ini menjadi pemain termahal Serie A pada musim 2014/2015. Sedangkan tim pesaing sekaligus tim Juara musim 2013/2014 lalu, Juventus hanya mampu mengeluarkan dana sebesar €20 juta untuk membeli Alvaro Morata dari Real Madrid sebagai pembelian termahal klub asal kota Turin tersebut.

Sayangnya laju roller coaster yang tengah berada di jalur puncak, kini terlihat menukik terjun ke bawah. Selama di AS Roma, Iturbe tak mampu menampilkan penampilan yang sama ketika membela Verona.

BACA JUGA:  Pedro Rodriguez, Kepingan Penting Lazio

Ekspektasi besar dan cedera yang berkepanjangan, membuat pemain yang kini berusia 22 tahun ini tampil di bawah performa terbaiknya. Dalam semusim Iturbe, hanya mampu mencetak empat gol saja, berbanding pada musim sebelumnya, ia mampu mencetak delapan gol.

Penampilan buruk pada musim lalu membuat porsi bermain Iturbe berkurang dan lebih sering menghuni bangku cadangan. Terlebih pada bursa transfer musim 2015/2016, AS Roma justru mendatangkan pemain yang memiliki posisi serupa dengan Iturbe, yakni Mohamed Salah (Fiorentina/Chelsea), Edin Dzeko (Manchester City), dan kembalinya Iago Falque yang tampil ciamik di Genoa.

Alhasil Iturbe hanya bermain sebanyak 12 kali di Serie A di mana sembilan di antaranya turun sebagai pemain pengganti.

Hal ini membuat pemain yang memiliki tinggi 169 cm ini pun memilih meninggalkan AS Roma. Ketika Liverpool dikabarkan akan meminjam tenaga Iturbe, ia justru mengagetkan semua orang di bursa transfer musim dingin Eropa dengan merapat bersama tim promosi Liga Inggris, AFC Bournemouth dengan status pinjaman pada awal bulan Januari ini.

Hal ini menjadi sebuah penurunan yang sangat tajam bagi karier seorang pesepak bola ketika sebelumnya bermain bagi salah satu  tim besar dan kini harus turun derajat dengan bermain di tim yang notabenenya saat ini berada di posisi ke-16 alias dua setrip menuju jurang degradasi di Liga Inggris.

Mungkinkah dengan bermain di Bournemouth dapat menjadi titik balik karier pemain yang masih memendam cita-cita bermain bersama Messi cs di timnas Argentina senior ini. Entahlah, hanya Iturbe sendiri yang mampu menjawabnya. Ia masih muda dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier menjadi lebih baik.

Bila dilihat dengan penampilan seperti yang ia tunjukan saat masa peminjaman, seperti saat membela River Plate dan Verona, Iturbe mampu mengangkat prestasi kedua klub tersebut, bisa saja  Bournemouth ketiban durian runtuh oleh pemain yang dipinjam dengan mahar €1,2 juta ini.

Nampaknya laju roller coaster karier Iturbe bisa kembali naik dan berada di jalur yang benar.

Selamat berjuang, Iturbe!

 

 

Komentar
Penjaga gawang @id_fm yang jadi idaman setiap calon mertua. Bisa dihubungi melalui akun Twitter @handyfernandy.