Phil Jones dan Marcos Rojo: Tembok Ideal yang Sempat Terpinggirkan

Ketika Jose Mourinho mengambil kemudi nahkoda Manchester United pada awal musim ini, muncul prediksi bahwa Phil Jones dan Marcos Rojo adalah dua dari beberapa pemain yang akan dijual. Ditambah lagi dengan diboyongnya Eric Bailly ke Old Trafford membuat penghuni pos bek tengah semakin menumpuk.

Apalagi, kedua pemain tersebut juga tidak banyak mendapat menit bermain ketika masih berada dibawah asuhan Louis van Gaal. Musim lalu, duet Daley Blind dan Chris Smalling lebih sering dimainkan sebagai bek tengah daripada Jones dan Rojo.

Rojo malah beberapa kali dimainkan sebagai bek kiri saat Luke Shaw cedera, sementara Jones lebih sering menghabiskan waktu di ruang perawatan.

Jones awalnya digadang-gadang menjadi bek tangguh pada awal kedatangannya ke Manchester. Tahun 2013, Sir Alex Ferguson pernah mengatakan bahwa Jones dapat menjadi pemain terbaik yang pernah dimilikinya.

Namun, masalah cedera ditambah ekspektasi berlebih yang dibebankan membuat perkembangannnya tak terlalu bagus.

Sementara itu, Rojo didatangkan dari Sporting Lisbon setelah menunjukkan performa yang menawan bagi Argentina di ajang Piala Dunia 2014. Rojo diboyong untuk memenuhi idealisme van Gaal yang ngotot bahwa bek tengah kiri harus pemain yang berkaki kidal. Penampilan yang tidak konsisten dan kerap diterpa cedera bahu membuatnya tak jadi pilihan utama.

Begitu pula pada awal musim ini. Pos pertahanan lebih sering diisi duet Bailly dan Smalling atau Bailly dengan Blind. Semuanya tampak jelas bahwa tidak banyak menit bermain yang akan diberikan kepada Rojo dan Jones.

Namun, semua berubah ketika Smalling dan Bailly dihantam cedera. Masih diperparah dengan penampilan Blind sebagai bek tengah yang masih angin-anginan. Faktor-faktor tersebut membuat Mourinho dihadapkan dengan pilihan terakhirnya, yaitu memainkan Jones dan Rojo.

BACA JUGA:  Valencia, Peter Lim, dan Mainan Yoyo

Duet Jones dan Rojo memainkan laga pertama mereka ketika Manchester United menghajar Swansea 3-1 di Old Trafford. Sejak saat itu, mereka menjadi pilihan utama lini belakang Setan Merah di Liga Primer Inggris dan hanya sekali absen saat menjamu Middlesbrough. Itupun karena jadwal yang padat setelah Boxing Day sehingga Mou memilih merotasi pemainnya.

Kemenangan 2-0 atas West Ham merupakan pertandingan kesembilan mereka bersama. Sepanjang sembilan pertandingan tersebut, United berhasil memenangi 6 pertandingan dan 3 kali imbang tanpa sekalipun menalan kekalahan. Mereka juga hanya kemasukan 6 gol. Catatan yang cukup baik, mengingat duet selain mereka membuat United kebobolan 13 gol dalam 11 pertandingan.

Pendekatan proaktif dalam bertahan yang diinstruksikan Jose Mourinho terlihat membuahkan hasil, setidaknya hingga saat ini. Jones menjadi pemain dengan rataan clearances tertinggi di United dengan 8,3 per pertandingan dan Rojo menempati urutan kedua dengan rataan 7,5.

Jones dan Rojo juga memenuhi kebutuhan Mourinho akan bek modern. Walaupun masih jauh di bawah Mats Hummels, rataan umpan mereka termasuk tinggi di Manchester United.

Jones dan Rojo berhasil memenuhi keinginan Mourinho untuk membangun serangan dengan umpan pendek dari lini pertahanan. Dengan akurasi umpan 89,2% milik Jones dan 85,7% milik Rojo, kedua pemain ini menunjukkan kemampuan memainkan bola dari belakang.

Jose Mourinho sendiri mengungkapkan kegembiraannya setelah melihat duet Jones dan Rojo menunjukkan performa gemilang.

“Saya terkejut melihat Jones bisa bangkit. Jones telah absen lama karena cedera,” ungkap pelatih berjuluk The Special One ini.

“Rojo mengalami beberapa masalah cedera. Kini, dia bebas dari cedera. Saat kami tanpa Bailly dan Smalling, orang-orang ketakutan. Namun, Jones dan Rojo mampu melalui banyak laga tanpa terkalahkan. Saya jelas senang,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Melihat Klub Sepakbola Indonesia dari Kacamata Media Sosial

Sementara Phil Jones mempunyai argumen sendiri terkait duetnya dengan Rojo. Ia percaya bahwa kerja samanya dengan Rojo akan terus membaik. “Saya pikir kami telah saling memahami satu sama lain dengan baik. Saya mengerti permainannya, dia mengerti permainan saya, dan kami saling melengkapi satu sama lain,” ujarnya kepada MUTV.

Saat ini, Jones dan Rojo merupakan pasangan terbaik yang dimiliki Manchester United di lini pertahanan. Solidnya pertahanan kedua pemain ini hingga penampilan kesembilan mereka seakan ingin meyakinkan Mourinho bahwa ia tak perlu mendatangkan pemain belakang pada musim dingin ini.

Mungkin, penampilan menawan mereka bisa membuat The Special One mengurungkan niat untuk memboyong bek Benfica, Victor Lindelof.

Komentar
Pendukung Persiba Bantul dengan akun twitter @AndhikaGila_ng