Player to Watch: Alexander Isak

Alexander Isak lahir di pinggiran Stockholm Solna dengan keturunan Eritrea, dan lulus dari akademi di AIK, juara 12 kali Liga Swedia. Isak memulai perjalanan karier sepakbolanya pada usia enam tahun, dan hanya dalam satu dekade, ia menjelma menjadi striker yang komplit.

Sepatu futsal Mills ori di sini!

Pemain Timnas Swedia itu merupakan penyerang serba bisa yang memiliki set up skill yang cukup lengkap. Ia memiliki postur tinggi (1,9 m), kecepatan, serta kemampuan dribble yang baik.

Satu hal yang juga tak boleh terlupa adalah kemampuan mencetak golnya. Isak merobek jala lawan pada debutnya di pertandingan Piala Swedia melawan Tenhults IF. Malam itu, dia menjadi pencetak gol termuda AIK ketika masih berusia 16 tahun.

Ia bahkan juga menjadi pencetak gol termuda Timnas Swedia, ketika mencetak gol dalam penampilan keduanya pada usia 17 tahun. Pesonanya memancar hingga memikat klub-klub top Eropa. Borussia Dortmund menjadi pelabuhan berikutnya.

Namun tak banyak jam terbang yang ia dapatkan di Signal Iduna Prak. Ia kemudian bergabung dengan Willem II dengan status pinjaman pada Januari 2019. Selama di Belanda, kariernya sebagai pesepakbola berjalan dengan lebih lancar.

Sepatu sepakbola Mills ori di sini!

Ia mencetak 14 gol dalam 18 pertandingan bersama Willem II, menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick penalti dalam pertandingan Eredivisie melawan Fortuna Sittard, dan menjadi pemain non-Belanda pertama yang mengantongi 12 gol dalam 12 laga.

Di musim itu, penampilannya kembali memikat klub-klub di daratan Eropa. Kali ini, Real Sociedad, yang kepincut. Tak butuh waktu lama bagi Isak untuk beradaptasi. Ia langsung mencetak 9 gol dalam musim pertamanya di La Liga.

BACA JUGA:  Permainan Psikologi Claudio Ranieri

Isak juga berhasil mempersembahkan trofi Copa del Rey 2020, saat membawa Real Sociedad mengalahkan Athletic Bilbao dengan skor 0-1. Terakhir kali Real Sociedad memenangkan trofi tersebut pada 1987 saat mengalahkan Atletico Madrid.

Pencapaian 17 gol dari 34 laga di musim 2020/21 memastikan Isak menjadi salah satu striker muda papan atas yang didambakan klub-klub besar. Striker Timnas Swedia itu menjadi penjualan termahal Real Sociedad, sekaligus pembelian termahal bagi Newcastle United.

Tak tanggung-tanggung, The Magpies dengan ‘uang minyak-nya’ menebus Isak dengan harga sekitar 75 juta Euro. Dia tiba di St. James Park hampir seminggu setelah mencetak gol ke-44-nya dengan gaya chip saat melawan Barcelona.

“Ada banyak bagian yang perlu disiapkan untuk membuat keputusan besar seperti ini. Tapi saya pikir alasan utamanya adalah proyek besar yang dijalankan klub ini..” tutur Isak, mengutip dari laman resmi Newcastle United.

Dan kini, Isak telah mencetak 10 gol dari 16 penampilannya di Premier League. Melakukan aksi individu brilian vs Everton di bulan April 2023, dan membawa Newcastle United menatap Liga Champions musim depan setelah 20 tahun absen.

Sepatu Specs Bambang Pamungkas ori!

Komentar
Menjadi fans Chelsea karena pengaruh bapak. Dapat disapa via akun Twitter @iiklil.