Siapa Danai Spanduk “In Arsene We Trust”?

Kekalahan Arsenal dari tuan rumah West Bromwich Albion (WBA) tak hanya dihiasi oleh protes kepada Arsene Wenger. Salah satu gesture yang justru memantik perdebatan adalah perihal dua spanduk yang diterbangkan di atas The Hawthorns, kandang WBA.

Spanduk pertama berisi desakan suporter Arsenal kepada manajemen supaya tidak memberikan kontrak baru kepada Wenger. Spanduk ini dibiayai menggunakan konsep crowdfunding. Sebelum pertandingan ini digelar, ada dua kabar terkait spanduk bertuliskan “No Contract #WENGER OUT” ini.

Pertama, lantaran cuaca buruk, pesawat kecil yang hendaknya menerbangkan spanduk ini urung mengudara. Perlihal keamanan menjadi penyebabnya. Simon Moores, pilot pesawat yang menerbangkan spanduk “No Contract #WENGER OUT” menjelaskan sulitnya menstabilkan pesawat di tengah cuaca yang tidak begitu bersahabat.

“We have minimum safety requirements towing a banner. I have to pick a banner off the ground, I’m doing 100 miles between two posts which are 10 feet apart and 8 feet high to snatch a line like a carrier landing and I need a stable approach,” kata Moores kepada Goal.com.

“If there’s a strong wind it makes it dangerous and if I get it wrong that’s the end of me. Only five of us do the operation in the UK. Yesterday was beyond the marginal limits but I was going to give it a go as I’ve been doing it a long time. In Europe a lot less than a dozen people can do it. A lot of things can go wrong,” tegasnya.

Alasan kedua adalah dana yang terkumpul melalui crowdfunding tidak mencapai target sehingga tidak ada cukup dana untuk menyewa pesawat sekaligus membeli jatah waktu terbang.

Upaya crowdfunding sendiri menargetkan terkumpul dana senilai 4.000 poundsterling. Namun, hingga crowdfunding ditutup, hanya terkumpul 3.022 poundterling, atau hanya 75% dari target yang ditetapkan. Perihal upaya pengumpulan dana tersebut bisa Anda baca di sini.

Namun ternyata, beberapa saat setelah pertandingan berjalan, sebuah pesawat kecil melintas di atas stadion membawa spanduk protes tersebut. Kejadian ini sontak membuat stadion sedikit riuh lantaran menjadi sebuah kejutan. Menjadi kejutan lantaran tidak ada yang mengira pesawat tersebut bersedia lepas landas.

BACA JUGA:  Mengenal Franck Kessie

Keterkejutan supporter Arsenal tak hanya sampai di situ. Beberapa saat kemudian, melintas lagi sebuah pesawat kecil. Bukan, bukan pesawat yang tadi membawa spanduk protes. Kali ini, sebuah pesawat kecil yang membawa spanduk dukungan kepada manajer asal Prancis tersebut. Spanduk tersebut berbunyi “In Arsene We Trust #RESPECTAW”.

Peristiwa ini lantas memicu perdebatan, siapa yang rela merogoh kocek cukup dalam untuk menyewa pesawat sekaligus membuat spanduk yang tentu tidak murah. Banyak spekulasi yang beredar, mulai dari sekelompok suporter yang cukup kaya, sampai salah satu atau bahwa beberapa orang dari jajaran manajemen Arsenal yang ingin Wenger bertahan.

Spekulasi semakin berkembang setelah Airads Banner, sebuah penyedian jasa iklan menggunakan “spanduk terbang” mengklaim bahwa spanduk  “In Arsene We Trust #RESPECTAW” dibiayai oleh sekelompok suporter Arsenal yang berdomisili di Hong Kong.

Simon Moores sendiri juga menyampaikan bahwa spanduk dukungan tersebut memang dibiayai oleh sekelompok orang yang berdomisili di Hong Kong. Perdebatan semakin menarik setelah sebuah akun Twitter bernama @ApJolley81 menyebutkan bahwa Jardine Matheson Group berada di balik spanduk dukungan tersebut.

Siapa Jardine Matheson Group? Atau mungkin lebih tepat saya tulis Jardine Matheson Holdings (Jardines).

Perusahaan ini bergerak di banyak bidang, mulai dari retail, real estat, jasa keuangan, konstruksi, jaringan hotel, hingga pengiriman, dan penerbangan. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini “dikuasai” oleh Keluarga Keswick, dengan Sir Henry Keswick duduk sebagai Chairman. Menariknya, CEO perusahaan ini diampu oleh Adam Keswick. Lantas, siapa Adam Keswick?

Adam Keswick adalah anak dari adik Sir Henry Keswick, yaitu Sir John Chippendale “Chips” Lindley Keswick atau lebih singkatnya Sir Chips Keswick.

Nah, para suporter The Gunners tentu akrab dengan nama tersebut. Betul sekali, Sir Chips Keswick merupakan Chairman Arsenal. Ia duduk di jajaran petinggi setelah menggantikan Peter Hill-Wood yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Melihat fakta tersebut, maka menjadi masuk akal apabila ada “sekelompok” orang dari Hong Kong yang “mampu” menyewa sebuah pesawat komersil untuk keperluan iklan di Inggris. Bila melihat ke belakang, tidak ada publikasi atau crowdfunding terhadap upaya menyewa pesawat pro-Wenger ini.

BACA JUGA:  Berlomba Menjadi Loyalis Sepak Bola

Maka menjadi maklum, apabila ada seorang konglomerat di belakang aksi menerbangkan spanduk mendukung Arsene Wenger. Mengapa Adam Keswick atau Sir Chips Keswick lebih tepatnya, ingin Wenger bertahan? Dugaan bagaiamana Wenger sudah sangat berjasa menyehatkan keuangan sekaligus memberikan keuntungan bagi kas klub tentu akan selalu dilambungkan.

Apakah Arsenal adalah sapi perah bagi segelintir orang kaya dengan setelan jas mahal? Dugaan akan terus menjadi pemanis.

Lantas bagaimana dengan masa depan Arsene Wenger sendiri?

Hari Minggu (19/03) beredar kabar bahwa Wenger akan mendapatkan kontrak baru dengan durasi satu tahun. Kabar ini sebenarnya sudah bisa ditebak sejak jauh-jauh hari. Mengapa? Karena jajaran manajemen sendiri puas dengan cara Wenger menangani misi mereka dahulu untuk menyehatkan keuangan Arsenal yang harus membangun infrasrtuktur.

Semoga saya salah, namun hal ini bisa dimaklumi. Keberhasilan Wenger mengepulkan dapur Arsenal tentu sangat membekas di setiap hati para anggota manajemen. Dan kontrak baru adalah hadiah minimal bagi Wenger di tengah karut-marut situasi hubungan klub dan sebagian suporter yang terus memburuk.

Namun, dalam waktu tak kurang dari 12 jam, beradar kabar juga bahwa manajemen Arsenal sudah mengajukan penawaran kepada Borussia Dortmund guna meminang Thomas Tuchel. Rumor ini mulai beredar sejak hari Senin (20/03) pagi. Sebuah kabar yang tentunya sedikit aneh.

Mengapa aneh? Karena artinya, jajaran manajemen pun sudah terbelah, antara kubu yang mendukung kelanggengan Wenger untuk satu tahun lagi dan kubu yang mendambakan sebuah perubahan. Atau bisa jadi ini hanya spekulasi media seperti biasanya melihat bagaimana Arsenal dipecundangi WBA tempo hari.

Terlepas dari itu semua, apabila Sir Chips Keswick memang benar rela merogoh kocek pribadi hanya untuk menyaingi usaha suporter menerbangkan spanduk protes, maka kita tahu bagaimana pola pikir petinggi Arsenal yang seperti anak kecil yang salah asuhan. Tak ingin kalah, merajuk, dan justru menunjukkan sisi “anak kecil” tersebut.

#COYG

Komentar
Koki @arsenalskitchen.