WWE Talent Wellness Program: Cara WWE Menjaga Kesehatan Superstar-nya

World Wrestling Entertainment, Inc atau yang biasa disingkat sebagai WWE adalah salah satu perusahaan besar Amerika Serikat yang bergerak di industri hiburan. Mereka menawarkan gulat sebagai produk hiburan mereka, sebut saja “Wrestlemania”, yang terbagi ke dalam dua brand utama, yaitu “Smackdown” dan “RAW”.

Walaupun sudah banyak orang yang tahu bahwa apa yang ditawarkan WWE ini adalah scripted wrestling, tetapi masyarakat tetap menggandrunginya. Ya, mungkin karena pengemasan dan marketingnya yang bagus.

Namun, gulat tetaplah gulat. Pukulan dan tendangan mungkin palsu tapi bicara banting membanting penulis rasa tidak perlu bantah berbantahan lagi bahwa itu memang benar adanya.

Ketika Big Show mengangkat tinggi-tinggi Rey Mysterio di udara lalu menjatuhkannya di atas ring, pastilah ada rasa sakit yang dirasakan.

Atau ketika Chris Jericho “mengunci” lawannya dengan Walls of Jericho-nya itu, pasti ada nyeri-nyerinya lah. Diperlukan latihan yang serius untuk menanggulangi resiko cedera, baik latihan fisik, maupun koreografinya.

Kemudian, apa kesehatan para superstar-nya dijamin oleh WWE? Dalam situs resminya, WWE mengatakan, ”Prioritas utama dari WWE adalah health and wellness (kesehatan, baik secara fisik, maupun mental) dari para superstar kami.

Para pemain WWE (talent) adalah aset terbesar perusahaan, tanpa para pemain, WWE tidak akan ada”. Lalu, bagaimana cara WWE membuktikan kata-kata mereka tersebut? Mereka membuat program yang dinamakan “WWE Talent Wellness Program”.

WWE Talent Wellness Program adalah program yang dikelola secara independen oleh para profesional di bidang medis. Para pemain WWE melakukan tes-tes tertentu secara berkala pada waktu tertentu.

Sebelum bergerak lebih jauh, penulis juga ingin menjelaskan bahwa para pemain WWE secara kontrak bertanggung jawab untuk memperoleh jaminan asuransi mereka sendiri yang mencakup perawatan kesehatan dan penyakit sehari-hari.

WWE hanya mencakup 100 persen dari semua biaya yang terkait dengan cedera terkait di dalam ring dan rehabilitasi terkait.

Dengan kata lain, kecelakaan atau masalah kesehatan yang tidak ada hubungannya dengan pertandingan (in-ring related) atau yang terkait itu menjadi tanggung jawab si pemain itu sendiri.

Misalnya, John Cena lagi jalan terus ditabrak tukang kopi keliling, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Atau, Big Show jatuh dari atap rumahnya setelah berusaha memperbaiki atapnya yang bocor, sampai-sampai tangannya patah dan harus ditangani pihak medis. Nah, biaya-biaya pengobatan macam itu tidak akan ditanggung WWE.

Mari penulis perkenalkan dengan para ahli yang dipercaya mengelola program ini, di antaranya (WWE Corporate Website, 2017):

  1. Dr. Joseph Maroon (WWE Medical Director)
  2. Dr. Timothy Robert (Interim Program Administrator)
  3. Dr. Mark Lovell (ImPACT)
  4. Dr. Bryan Donohue (Cardiologist)
  5. Dr. Vijay K. Bahl (Endocrinologist)
  6. Dr. Tom Sisk (Orthopedic)
  7. Dr. Mark Unterberg (Sports Psychiatrist)
  8. Dr. Christopher Amann (WWE Ringside Physician)

Comprehensive Medical and Wellness Staffing and Infrastructure

Ada beberapa program yang dijalankan oleh para ahli tersebut, di antaranya adalah “Comprehensive Medical and Wellness Staffing and Infrastructure”. Penanggung jawab utama program ini adalah Dr. Joseph Maroon, selaku direktur medis WWE.

Beliau yang bertanggung jawab masalah bagaimana penanganan kesehatan atau pertolongan di area ring, kemudian juga mengatur para pelatih atletik, serta mengelola perawatan medis, dan uji obat-obatan terhadap para pemain WWE.

BACA JUGA:  Makedonia Utara dan Mimpi yang Terwujud

Uniknya, mulai dari bulan September 2007, program ini tidak hanya menyasar para pemain WWE yang masih terikat kontraknya tapi juga untuk mereka yang dulu pernah dikontrak oleh WWE.

Bagi para mantan pemain, programnya lebih bersifat rehabilitatif. Tujuannya adalah untuk membantu para mantan pemain WWE yang mengalami ketergantungan terhadap zat-zat tertentu (Substance-Related Dependency Problem).

Hingga November 2014, tercatat sudah ada 707 mantan pemain yang dikirimkan surat oleh WWE mengenai program ini. WWE memberikan nomor telpon rahasia untuk para mantan pemain agar dapat menelepon dan mengakses ke pusat perawatan bersertifikasi, dengan semua biaya yang tercakup dalam WWE.

Hingga tulisan ini dimuat, berdasarkan situs resmi WWE, tercatat sudah ada 10% dari para mantan pemain yang menerima bantuan ini.

Cardiovascular Testing and Monitoring Program

Program yang satu ini dilaksanakan sebelum para calon penampil menandatangani kontrak dengan WWE, dan juga dilakukan 2 tahun sekali di bawah kontrak atau bisa juga dilakukan lebih sering dari itu pada kondisi tertentu.

Program ini di bawah tanggung jawab Dr. Bryan Donohue. Untuk tes yang satu ini, mungkin sebagai langkah antisipasi WWE agar apa yang terjadi pada Eddie Guerrero tidak terulang lagi.

Kita tahu bersama bahwa pegulat yang terkenal dengan “Frog Splash”-nya itu ditemukan meninggal pada 13 November 2005 di usianya yang masih 38 tahun. Dari hasil otopsi diketahui bahwa Eddie meninggal akibat serangan jantung.

Ya, WWE Talent Wellness Program sendiri pun baru diinisiasikan pada Februari 2006, salah satu alasannya adalah bercermin dari kematian Eddie Guerrero.

Bagaimana mungkin seorang atlet yang berolahraga setiap hari punya masalah jantung? Oh ya tentu bisa. Di situlah pentingnya istirahat. Penggunaan steroid yang berlebihan juga dapat membahayakan jantung.

Mandatory ImPACT™ Testing

Tes yang satu ini berkaitan dengan fungsi otak terkait memori, kecepatan pemrosesan dan lamanya suatu reaksi. Monitoring dan analisisnya dilakukan dengan mengandalkan program bernama ImPACT™ Concussion Management Program, yang juga digunakan oleh NFL, NHL, MLB, MLS, US Olympic Training Center dan juga diterapkan lebih dari 400 universitas dan 2000 sekolah.

Mengapa tes ini menjadi penting? Ya, seperti yang kita tahu ada kalanya bantingan keras membuat kepala pemain menghantam matras ring. Ada kalanya pukulan yang mengarah ke kepala atau wajah, secara tidak sengaja betul-betul membentur pemain.

Ada kalanya seorang pemain dibanting atau dilempar oleh pemain lain dengan kepala mendarat terlebih dahulu pada ring. Hal yang lebih ekstrem adalah ketika berkelahi dengan alat atau senjata, yang secara tidak sengaja benar-benar mengenai kepala pemain.

Ya, guna menanggulangi dampak buruk dari hal-hal di atas, maka tes ini dapat terbilang sangat penting.

Apabila gejala gegar otak telah terdeteksi, maka WWE tidak akan mengizinkan pemainnya untuk kembali ke atas ring sebelum hasil dari ImPACT test dan kondisi klinisnya telah dinyatakan bebas dari gegar otak (atau masalah kepala/otak lainnya) oleh dokter yang berserfifikasi.

Tes ImPACT biasanya akan diulangi pada 2-3 hari berikutnya setelah tes pertama. WWE juga telah melarang penggunaan kursi berbahan metal untuk menyerang kepala lawan.

Jika pemain masih bandel melakukannya atau memukul kepala dengan sengaja (walau tangan kosong), maka akan ada penalti yang akan diberikan oleh WWE.

BACA JUGA:  Ego Messi, Sumber Keterpurukan Barcelona

Substance Abuse and Drug Testing Policy

Ini adalah tes yang ditujukan guna memastikan bahwa para pemain WWE hanya menggunakan obat-obatan untuk tujuan medis yang dibenarkan menurut resep dari dokter yang memiliki izin praktek. Dr. Timothy A. Robert, Ph.D., D-ABCC bertanggung jawab atas program ini. WWE juga menjabarkan daftar obat yang dilarang.

Kemudian, konsekuensi apa yang akan diberikan WWE jika ada pemainnya yang melakukan penyalahgunaan obat-obatan? Ancaman denda, skorsing, bahkan pemecatan membayangi para pemain.

Ada sebuah kasus yang menimpa Jeff Hardy pada tahun 2003, di mana ia dipecat pada bulan Mei di tahun tersebut. Salah satu alasan pemecatannya adalah penyalahgunaan obat dan menolak untuk direhabilitasi.

Annual Physical Examinations and Blood Screening

Pemeriksaan dan skrining ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sebelum masalah tersebut berubah menjadi gejala penyakit, penyakit dan/atau cedera. Ini lebih seperti langkah preventif yang mencakup kesehatan fisik (tubuh) pemain, potensi cedera, dan mendeteksi ada/tidaknya ketidaknormalan pada hasil tes darah.

Kurang lebih sama seperti jika kita sakit demam tinggi, biasanya kita akan memutuskan ke rumah sakit untuk melakukan tes darah, toh? Sehingga kita bisa tahu sebenarnya ada penyakit apa sih di tubuh kita.

Atau kadang gangguan fisik yang sering kita tidak rasakan atau mungkin remehkan. “Ah cuma nyeri-nyeri sedikit,” padahal, mungkin itu merupakan potensi cedera. Para pemain WWE, yang juga dapat dikatakan atlet profesional harus diberikan perhatian lebih mengenai hal-hal ini.

Referrals to Consulting Health Care Providers on An As Needed Basis

WWE menawarkan semua pemainnya kesempatan untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan profesional berkualitas yang dapat membantu mereka mengatasi masalah yang mungkin timbul dari waktu ke waktu. Di bawah pengawasan Dr. Maroon, WWE telah menjalin hubungan dengan para spesialis ternama di bidang psikiatri, ortopedi, dan endokrinologi.

Ada beberapa penyakit yang baru akan timbul atau benar-benar parah dirasakan setelah bertahun-tahun. Kita ambil contoh penyakit yang pernah diderita oleh salah satu wasit paling fenomenal WWE, yaitu Muhammad Ali.

Ya, The Greatest pernah diundang sebagai wasit tamu pada ajang Wrestlemania I pada tahun 1984. Kita tahu bahwa sang legenda hidup telah mengalami Parkinson pada waktu itu.

Penyakit neurodegeneratif yang bersifat progresif tersebut menyerang otak dan mengakibatkan beberapa gangguan, seperti halnya tremor. Penyakit ini mengancam para atlet dari cabang olahraga tinju, silat, termasuk juga gulat.

Adanya program ini dapat membantu para pemain untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan terkini mereka. Kita tahu bahwa para jagoan masa SD generasi milenial, seperti Big Show, Hardy Boyz, Chris Jericho, The Rock, John Cena, dan lain-lain telah beranjak tua.

Ya, mereka menua. Tidak peduli seberapa besar otot mereka, semakin tua usia, maka tubuh akan semakin rentan terkena penyakit.

Pada akhirnya, WWE Talent Wellness Program ada untuk menolong dan menjamin kesehatan para pemain WWE. Ini adalah hiburan beresiko tinggi bagi para pelakunya.

Sudah seharusnya, sebuah perusahaan yang hidup di negara sebesar dan semaju Amerika Serikat memberikan jaminan kesehatan atau hidup bagi para pegawainya, yang dalam hal ini adalah WWE dan para pemainnya.

Komentar
Indonesian Moslem | Anti-Mainstream Nutritionist/Dietitian who love football | Twitter: @katondio | Hey, you can also read my article at giziberkarya.blogspot.com.