Pekan ke-38 Liga Primer Inggris (19/5) menjadi momen spesial bagi Edinson Cavani. Pasalnya, pria Uruguay berusia 34 tahun tersebut sukses mencetak gol pertamanya di hadapan fans Manchester United yang mengisi tribun Stadion Old Trafford.
Terasa kian manis, gol itu dibuat Cavani dengan cara yang cantik. Berawal dari sepakan David De Gea yang memberikan umpan panjang ke depan, bola didapat oleh Bruno Fernandes. Pria Portugal tersebut sempat mengecoh pemain Fulham sebelum mengirim umpan kepada Cavani.
Melihat peluang mencetak gol di depan mata, Cavani langsung melepaskan tendangan lob dari jarak 40 yard ketika pertahanan Fulham lengah dan posisi Alphonse Areola jauh dari gawangnya.
Rekomendasi Jersey Fantasy dan Jaket Bertema Garuda yang Keren
Walaupun laga itu berakhir dengan skor 1-1, fans United merasa cukup gembira sebab Cavani membuktikan kapasitasnya secara paripurna. Sepanjang laga, eks penyerang Napoli dan Paris Saint-Germain (PSG) itu acap membahayakan gawang The Cottagers kendati dirinya cuma bikin satu gol.
Presensinya di lini depan bikin barisan belakang lawan lebih waspada terhadap serangan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Bisa jadi, Cavani adalah figur penyerang tengah yang dirindukan selama ini.
Sepanjang musim 2020/2021, lelaki berambut gondrong ini mengukir 17 gol bagi The Red Devils. Rinciannya adalah 10 gol di Liga Primer Inggris, 6 gol di Liga Europa, dan 1 gol di Piala Liga.
Sebagian pihak mungkin menganggap catatan itu tak kelewat mentereng. Namun fans United mensyukurinya sebab produktivitas Cavani di usianya yang kian uzur belum terlihat menurun. Tuntutan kepada Ole agar lebih mempercayainya pun meninggi.
Lebih jauh, pemain setinggi 184 sentimeter itu juga memunculkan kegembiraan lain untuk fans United. Cavani dianggap sebagai penyelamat bagi nomor punggung tujuh di kubu The Red Devils.
Dalam sejarahnya, khususnya di era Liga Primer Inggris, pemain bernomor punggung tujuh di United selalu menghadirkan kisah spesial.
Eric Cantona, David Beckham, dan Cristiano Ronaldo tampil eksepsional dan melesat sebagai bintang sepakbola ternama. Keberadaan mereka juga melahirkan banyak trofi untuk rival sekota Manchester City ini.
Terlepas dari berbagai masalah yang pernah ditimbulkan mereka, tetapi sampai kapanpun Cantona, Beckham, dan Ronaldo akan diingat suporter fanatik United sebagai legenda.
Cavani dan Nomor Punggung Tujuh
Selama perjalanan kariernya, nomor punggung tujuh bukan hal yang asing untuk Cavani. Tercatat ia pernah memakai nomor itu ketika membela Palermo dan Napoli.
Bersama kedua tim itu, Cavani bersinar dan melejit sebagai penyerang ganas. Rimba Serie A yang terkenal akan pertahanan gerendelnya tak menyulitkannya untuk mencetak gol demi gol.
Selama merumput di Serie A, Cavani mengemas lebih dari 100 gol. Ketajamannya itulah yang lantas menggoda PSG untuk meminangnya.
Sayangnya, saat berkostum PSG dan tampil di Ligue 1, Cavani tak memakai nomor punggung tujuh karena sudah digunakan oleh Jeremy Menez terlebih dahulu (lalu dipakai oleh Lucas Moura dan Kylian Mbappe).
Keputusan klub tajir asal Prancis itu tidak salah. Selama berseragam Les Parisiens, Cavani menjelma sebagai mesin gol yang begitu mengerikan di depan gawang lawan. Total ia menciptakan 200 gol bagi PSG dan mempersembahkan beberapa gelar domestik.
Barulah pada musim 2020/2021, pria berjuluk El Matador tersebut memilih hengkang ke Inggris dan menerima pinangan The Red Devils. Asyiknya, Cavani berani memilih seragam bernomor punggung tujuh yang melegenda itu di United.
“Ini akan memberi saya kebanggaan besar dalam memilih nomor punggung ini, sekarang saya akan mempersiapkan segalanya di Manchester United,” ungkap Cavani seperti dikutip dari Bolaskor.
Alih-alih menjadi pesakitan seperti Memphis Depay, Angel Di Maria, dan Michael Owen yang tampil semenjana kala mengenakan baju United bernomor punggung tujuh, jejak Cantona, Beckham, dan Ronaldo jadi sesuatu yang ingin diikuti Cavani.
Mengacu pada statistik yang ia bukukan pada musim 2020/2021, ESPN mencatat bahwa Cavani menjadi pemain bernomor punggung tujuh pertama semenjak Ronaldo pada musim 2008/2009 silam, yang mampu mencetak gol dalam jumlah dua digit bagi United.
Nahas, peluang mempersembahkan gelar perdana untuk United pupus saat takluk di tangan Villarreal pada babak final Liga Europa (27/5) kemarin via adu penalti. Padahal dalam laga tersebut, Cavani mencetak gol penyama kedudukan yang bikin napas perjuangan The Red Devils lebih panjang.
Selain piawai memanfaatkan peluang dengan kepala maupun kakinya, pemilik 118 caps dan 51 gol bersama tim nasional Uruguay ini dikenal punya pergerakan dan pemosisian diri yang prima.
Dirinya berbahaya baik saat memegang bola maupun bergerak tanpa bola. Keterlibatannya juga cukup tinggi dalam permainan karena mau turun ke bawah untuk menjemput bola serta menginisiasi serangan.
Dalam fase defensif, Cavani juga punya kontribusi cukup elok. Ia tak ragu untuk melakukan pressing kepada lawan yang memegang bola dan bahkan membuat pelanggaran teknis, entah dengan menarik baju lawan, melakukan body charge atau bahkan menjulurkan tekel.
Pria yang mengidolakan Gabriel Batistuta ini diyakini bakal menjadi pemain kunci di skuad Ole pada musim mendatang. Selain berkontribusi dengan gol-golnya, Cavani juga bisa menjadi mentor untuk para pemain depan belia United semisal Mason Greenwood dan Marcus Rashford.
Bila tak diganggu cedera, sinar Cavani dengan baju The Red Devils bernomor punggung tujuh di Negeri Ratu Elizabeth berpotensi makin cemerlang pada musim mendatang.