Benang Merah Masalah Setan Merah

Pemain Setan Merah/Manchester United tengah kecewa (twitter.com/Man.United)
Pemain Setan Merah/Manchester United tengah kecewa (twitter.com/Man.United)

Masalah demi masalah terus menghampiri kubu Setan Merah. Praktis sejak kepergian Sir Alex Ferguson, tim ini sangat mudah menjadi bulan-bulanan media dengan beragam isu miring. Entah itu karena performa tim, urusan di luar lapangan, pemain, manajemen, fasilitas dan masih banyak lagi. Kini saat performa klub mulai sedikit membaik dan fans mulai bergairah lagi mendukung The Red Devils, masalah lain justru datang kembali.

Kali ini problem itu datang dari ulah sang mega bintang, Cristiano Ronaldo. Di mana pemain bernomor punggung tujuh itu mengeluarkan statemen-statemen kontroversial di hadapan wartawan The Sun (13/11) lalu. CR7 menunjukan ketantrumannya kepada klubnya saat ini terkait pelatih, mantan pelatih, manajemen, fasilitas, mantan pemain dan beragam keluhan lainnya.

Sontak hal ini membuat pihak Manchester United meradang. Pasalnya pernyataan pemain asal Portugal itu muncul ke publik pasca MU menang 2-1 atas Fulham di Liga Inggris dan merupakan pertandingan terakhir sebelum gelaran Piala Dunia. Meskipun ada beberapa hal yang disampaikan Ronaldo adalah sebuah fakta, hanya saja pemilihan waktunya untuk membuat wawancara dirasa kurang tepat oleh banyak orang.

Ronaldo sebenarnya bukanlah orang pertama yang mencoba membuka masalah yang ada di internal Manchester United. Setelah era Ferguson ada beberapa pemain maupun pelatih yang menyatakan hal yang kurang lebihnya sama dengan Ronaldo katakan. Sebut saja seperti Jose Mourinho, Louis van Gaal, Alexis Sanchez, dan Zlatan Ibrahimovic.

Mourinho juga sempat melontarkan sindiran keras pada mantan klubnya itu pada Agustus 2022. Kurang lebihnya ia mengatakan bahwa melatih MU adalah salah satu capaian terbaik dalam karier melatihnya. Hanya saja mereka tidak tahu apa yang terjadi di belakangnya.

BACA JUGA:  Jauhkan Sepakbola Dari Rasisme

Pun sama hal dengan Louis van Gaal yang mengatakan bahwa Manchester United hanyalah klub yang mementingkan komersial. Lalu Alexis di tahun 2020 juga mengungkapkan penyesalannya bergabung dengan Setan Merah. Menurutnya sejak hari pertama ia bergabung klub yang bermarkas di Old Trafford ini tidak punya rasa kekeluargaan, intervensi media yang besar, adanya ikut campur mantan pemain.

Terakhir ada Ibrahimovic yang menyoroti Manchester United bukanlah sebesar dan sekaya apa yang orang-orang pikirkan. Pasalnya menurut pemain asal Swedia itu MU hanya klub kecil dan tidak punya mental pemenang. Berbeda dengan Ronaldo, dari keempat orang di atas dan beberapa legenda klub yang suka mengkritik MU menumpahkan kekesalannya kepada The Red Devils setelah mereka tidak terikat kontrak dengan pihak klub dan tidak menyasar secara personal di hadapan publik. 

Terkait apa yang disampaikan Mourinho, Louis van Gaal, Alexis Sanchez, dan Ibrahimovic pasti ada sisi benarnya. Sengkarut masalah yang tak segera terurai hanya akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak bagi. Ditambah juga akan menghambat laju klub untuk kembali berprestasi.

Toh jika tidak ada masalah komersialisasi yang berlebih, fasilitas klub yang usang, Glazer pelit, sistem yang gagal dalam memanajemen tim secara menyeluruh, salah rekrut pemain dan masih banyak lagi. Tidak mungkin prestasi Manchester United bisa seterpuruk dalam satu dekade terakhir.

Benang merah dari masalah yang dialami MU adalah salah urus. Pihak klub pun juga seharusnya menyadarinya. Hanya saja ada political will yang besar tidak dari pihak klub untuk segera menyelesaikannya?

Jangan sampai Manchester United yang dikenal sebagai klub yang besar akan prestasinya, justru kedepan akan dikenal sebagai klub yang problematik saja. 

Komentar
Medioker yang bisa diandalkan. Kadang dukung Manchester United kadang dukung AC Milan. Bisa kalian sapa di twitter @CandraBantara