Memilih Dalot atau Wan-Bissaka?

Rezim Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United berakhir sudah. Kini, kursi kepelatihan The Red Devils diduduki oleh lelaki asal Jerman, Ralf Rangnick.

Hasil-hasil jeblok yang dituai United bersama Solskjaer menjadi alasan manajemen buat mencopotnya.

Sebelum diisi Rangnick yang menjabat sebagai pelatih interim sampai akhir musim 2021/2022, Michael Carrick menakhodai tim selama beberapa pertandingan sebagai caretaker.

Menariknya, ada sedikit perubahan yang dilakukan oleh Carrick. Pos bek kanan yang biasa dihuni Aaron Wan-Bissaka, ia berikan kepada Diogo Dalot.

Percobaan itu dimulai saat United bersua Arsenal (3/12). Hasilnya pun lumayan apik sebab Dalot mampu membawa The Red Devils menaklukkan salah satu rival bebuyutannya itu via skor akhir 3-2.

Mengacu pada data WhoScored, Dalot mencatatkan 3 tekel, 3 sapuan, dan 2 intersep kala bertahan. Sementara di fase menyerang, ia sempat membuat 1 tembakan ke arah gawang dalam duel itu.

Ketika masa tugas Carrick selesai dan Rangnick menjalani debutnya, Dalot tetap dipercaya sebagai bek kanan ketimbang Wan-Bissaka dalam laga melawan Crystal Palace (5/12).

Lagi-lagi, pemain asal Portugal ini memperlihatkan aksi yang cukup prima. Sebagaimana dikutip dari Statman Dave, ia mencatatkan 11 percobaan umpan panjang, 9 umpan panjang yang berhasil, 6 recovery berhasil, 4 percobaan tekel, 3 tekel sukses, 3 percobaan umpan silang, 2 umpan silang berhasil, 1 intersepsi.

Dari statistik tersebut, dapat disimpulkan bahwa Diego Dalot punya sesuatu yang lebih dan bisa dijadikan senjata oleh United, baik saat bertahan maupun menyerang, khususnya dalam mengokupansi area sayap kanan.

Di sisi lain, hal itu juga membuat Wan-Bissaka tak bisa lagi berleha-leha dan merasa bahwa posisinya sebagai bek kanan aman.

Saat dipercaya Rangnick untuk turun sedari sepak mula pada pertandingan melawan BSC Young Boys (9/12). Wan-Bissaka bikin 4 intersep, 4 sapuan, dan 3 tekel dalam aksi defensifnya.

BACA JUGA:  Mengapa Jose Mourinho Didambakan Banyak Klub Meski Dia Gagal di Chelsea?

Sayangnya, hasil laga tak terlalu berpihak kepada United karena klub asal Swiss tersebut mampu menahan imbang mereka.

Ketika bertandang ke markas Norwich City kemarin malam (11/12), Rangnick kembali memercayakan pos bek kanan United kepada Dalot.

Kepercayaan itu dijawabnya dengan impresif usai mengantar The Red Devils menang 1-0. Statistik Dalot pun memuaskan dengan membuat 3 intersep, 3 sapuan, 3 blok, dan 2 tekel.

Kalau sudah begini, siapa yang sebaiknya Rangnick utamakan buat mengisi pos bek kanan United, Dalot atau Wan-Bissaka?

Mengacu pada performa belakangan ini, nama Dalot jelas diunggulkan. Aksi-aksinya dalam beberapa laga pamungkas begitu ciamik.

Terlebih mantan pelatih Schalke ini sempat berujar bahwa ia ingin melatih kemampuan anak asuhnya dalam melepas umpan dan umpan silang, mengontrol bola, menggiring bola, menekan lawan, sampai pemosisian diri.

Menurutnya, hal tersebut krusial bagi United, utamanya dalam fase menyerang karena berkaitan dengan bola, pemanfaatan ruang, dan pengambilan keputusan.

Mengingat Dalot maupun Wan-Bissaka adalah opsi yang tersedia sebagai bek kanan, pasti keduanya akan bersaing demi merebut posisi inti.

Pada era sepakbola modern seperti sekarang, pos fullback tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Presensinya makin krusial bagi sebuah tim.

Tengok saja bgaimana kiprah Trent Alexander-Arnold di Liverpool maupun Joao Cancelo di Manchester City. Posisi bermain mereka ‘cuma’ fullback, tetapi alur permainan The Reds dan The Citizens justru banyak yang diinisiasi keduanya.

Mereka tak melulu menyisir area sayap, tetapi bisa masuk ke ruang apit dan memainkan bola di situ guna mengontrol permainan seraya mencari celah dan opsi-opsi umpan maupun tembakan ke arah gawang.

Ada banyak perubahan fungsi dari fullback masa kini. Hal inilah yang coba digali Rangnick dalam diri Dalot maupun Wan-Bissaka.

BACA JUGA:  Memphis Depay: Harapan yang Tak Lagi Bisa Lagi Diharapkan

Harapannya jelas, United memiliki berbagai opsi dalam permainan, utamanya saat menyerang. Ya, aksi-aksi fullback modern jauh lebih kompleks dan berarti besar dalam permainan tim.

Dalot maupun Wan-Bissaka tentu bakal memacu diri guna memenuhi kebutuhan tim serta ekspektasi sang pelatih yang dikenal visioner tersebut.

Di sisi lain, fans jelas semringah melihat adanya perubahan gaya main United, lebih-lebih lagi dari Dalot dan Wan-Bissaka.

Satu yang pasti, eksplosivitas dan penampilan elok Luke Shaw di sisi kiri kudu diimbangi oleh rekannya yang menghuni area kanan.

Dengan begitu, ada beragam alternatif permainan yang bisa diterapkan Rangnick. Ancaman yang bisa ditebar United pun jangkauannya kian luas bila sisi kanan dan kiri sama-sama hidup.

Andai Dalot kian mencuat sebagai bek kanan yang dibutuhkan dalam permainan The Red Devils, Wan-Bissaka juga bisa digeser Rangnick buat mengisi pos bek tengah yang acap kekurangan tenaga karena cuma mengandalkan Eric Bailly, Victor Lindelof, dan Harry Maguire.

Raphael Varane yang baru didatangkan musim ini dari Real Madrid, masih banyak berkutat dengan cedera sedangkan Phil Jones masih butuh waktu mengembalikan match fitness-nya.

Masuknya Rangnick pasti membawa banyak perubahan di tubuh United. Termasuk mengenai detail-detail permainan yang wajib dilakukan oleh para pemain di setiap posisi.

Walau tak mungkin menghadirkan perubahan secepat kilat, setidaknya para pemain The Red Devils lebih memahami lagi esensi permainan yang dibawa pria berumur 63 tahun tersebut, tak terkecuali Dalot dan Wan-Bissaka.

Komentar
Seorang penggemar Ralf Rangnick yang mempunyai hobi sepak bola dan memasak. Bisa disapa di akun Twitter @AndrianDA15