Return Match: Laga Tandang yang Menentukan Bagi Arsenal

Paruh kedua Liga Inggris musim 2015/2016 akan berjalan makin sengit. Selisih poin yang rapat tidak mengizinkan setiap klub untuk lengah, apalagi kalah. Bagi Arsenal, return match dalam konteks laga tandang ke beberapa tim “kuat” akan begitu penting. Jika gagal memetik hasil positif, bukan tidak mungkin The Gunners harus mengucapkan selamat tinggal kepada peluang juara musim ini.

Januari

Rentetan perjalanan ke kandang tim-tim yang notabene selalu menyulitkan Arsenal akan dimulai pada tanggal 13 Januari 2016. Pada tanggal tersebut, Arsenal akan dijamu Liverpool di Anfield.

Pertemuan pertama kedua tim berakhir dengan hasil imbang tanpa gol. Meskipun, sebenarnya, Arsenal harusnya bisa menang setelah gol Aaron Ramsey dianulir wasit dengan alasan offside. Padahal, tayangan ulang menunjukkan Ramsey justru berada dalam posisi onside.

Meskipun baru saja kalah dari West Ham United dengan skor 2-0, Liverpool tetap tim dengan materi pemain yang cukup bagus. Tim dari Merseyside tersebut juga mulai terbiasa dengan sistem permainan yang coba dibangun Juergen Klopp. Fakta mencatat bahwa Arsenal selalu kesulitan melawan tim yang bermain dengan pressing tensi tinggi. The Reds dan Klopp bisa sangat menyakiti Arsenal.

Selain Liverpool, bulan Januari 2016 menjadwalkan Arsenal berkunjung ke Britannia Stadium, rumah Stoke City pada tanggal 17. Tim yang berlokasi di Stoke-on-Trent tersebut lekat dengan predikat “Rugby Team” karena permainan keras dan (terkadang) menjurus kasar.

Ganti kulit di bawah asuhan Mark Hughes, Stoke mampu menyajikan permainan yang atraktif dan menghibur. Stoke bahkan diidentifikasikan sebagai “stoke-lona”, sebuah usaha menggambarkan atraktifnya permainan Stoke seperti Barcelona.

Meskipun corak permainan keras dan kasar tak lagi pekat, Stoke tetap tim yang akan sulit dikalahkan Arsenal. Di rumahnya sendiri, Stoke mampu menundukkan duo Manchester. Meskipun, kubu United memang sedang masuk angin, sedangkan City kehilangan beberapa pemain kunci. Namun, catatan impresif tersebut tetap harus diingat Arsenal. Britannia Stadium tidak akan ramah.

Februari

Berlanjut ke Februari 2016, Arsenal akan ditunggu Manchester United di Old Trafford pada tanggal 28. Setelah memotong rentetan hasil buruk ketika menjamu Swansea City dan Wayne Rooney yang kembali mencetak gol, Gooners harus mewaspadai kabangkitan Setan Merah.

BACA JUGA:  Aksi Politik di Lapangan Hijau

Ketika menjamu Swansea, arsitek United, Louis van Gaal menggelar bentuk 1-3-4-2-1. Bentuk baru ini menunjukkan van Gaal masih mempunyai tabungan taktik. Secara tradisi, United sendiri adalah lawan tangguh bagi Arsenal.

Laga ini akan semakin berat apabila Gooners melihat jadwal yang ada. Sebelum bertamu ke Old Trafford, pada tanggal 23, Arsenal kudu meladeni Barcelona di Emirates Stadium. Fisik dan mental yang terkuras akan menyulitkan Arsenal. Rotasi dari Wenger bisa menjadi kunci, selain para pemain juga harus menyadari urgensi yang kudu mereka pikul.

Maret

Bulan Maret akan menjadi bulan “neraka” bagi Arsenal. Selain harus menjalani return match ke White Hart Line pada tanggal 5 Maret, Arsenal akan melawat ke Goodison Park pada tanggal 19.

Tottenham Hotspurs sedang menjalani “bulan madu” dengan Mauricio Pochettino. Arc-rival (saingan) Arsenal ini juga (tumben) bisa masuk ke empat besar Liga Inggris. Sementara itu, Roberto Martinez akan memastikan armada Everton siap membalas kekalahan di Emirates lalu. Romelu Lukaku, Ross Barkley, dan Gerard Deulofeu sedang on-fire.

“Maret Neraka” akan terasa makin “panas” lantara Arsenal akan bersua dengan beberapa tim yang di atas kertas selalu menyebalkan, yaitu Swansea City dan West Bromwich Albion (WBA). Khusus bagi WBA, tim ini berhasil mengalahkan Arsenal. Musim ini, WBA juga bermain cukup baik dan sedikit kebobolan.

Selain dua tim keras kepala di atas, Arsenal juga akan menjalani return match dalam konteks tandang ke Nou Camp, markas raksasa Catalan pada tanggal 16 Maret. Melihat komposisi lawan-lawan di atas, bulan Maret akan memberikan ancaman terbesar bagi tabungan poin Arsenal.

April

Setelah “Maret Neraka”, bulan April menawarkan jadwal yang “sedikit” bersahabat bagi Arsenal. Lawan “cukup berat” bagi Arsenal di bulan April adalah West Ham United.

BACA JUGA:  Terkikisnya Victoria Concordia Crescit dari Rona Arsene Wenger

Kesembuhan Andy Carroll dan kembalinya Dimitri Payet membuat West Ham kembali bertenaga. Jagoan tandang ini juga pernah mengalahkan Arsenal di Emirates pada laga pembuka musim ini.

Satu hal yang mungkin akan memberatkan lawatan ini adalah jika Arsenal berhasil mengalahkan Barcelona dan lolos ke perempat final Liga Champions. Jadwal perempat final Liga Champions akan mengapit jadwal kunjungan Arsenal ke Boleyn Ground, yaitu Leg 1 digelar pada tanggal 5/6 Maret dan Leg 2 pada tanggal 12/13.

Lawatan ke rumah West Ham sendiri tertanggal 9 Maret. Membagi fokus dan kedalaman skuat akan berbicara banyak, terutama memasuki bulan Maret dan April.

Mei

Bulan penghujung musim 2015/2016 menjadwalkan Arsenal bertamu ke Etihad Stadium, kandang Manchester City. Melihat perolehan poin kedua tim, bisa jadi laga yang akan dihelat pada tanggal 7 Mei ini akan terasa seperti final.

Kejar-kejaran poin akan membuat tensi laga ini meningkat tajam. Bertarung di rumah lawan plus berjibaku antara bulan Maret-April akan menjadi ujian terberat bagi Arsenal di penghabisan musim ini. Return match ini akan menjadi laga penentuan sekaligus jawaban bagi peluang juara Arsenal yang saat ini tengah terbuka.

Sebagai tambahan, jika mampu lolos ke semifinal Liga Champions. Leg 2 semifinal Liga Champions akan digelar antara tanggal 3 atau 4 Mei. Artinya, Arsena hanya mempunyai tiga atau empat hari untuk mempersiapkan lawatan ke Etihad. Namun syaratnya jelas, Arsenal harus lolos ke semifinal.

Nah, dari catatan di atas, mau tidak mau, Arsenal harus membuat prioritas. Kedalaman skuat dan catatan cedera bisa menjadi penentuan prioritas tersebut. Antara fokus ke liga untuk “melegakan” jadwal dan mengorbankan kompetisi Eropa atau membagi fokus di dua kompetisi dengan risiko kehilangan peluang di kedua kompetisi yang Arsenal ikuti.

Sekali lagi, kedalaman skuat dan catatan cedera yang akan berbicara. Itulah catatan return match ke kandang lawan yang akan menentukan jalanya musim ini bagi Arsenal.

#COYG

 

Komentar
Koki @arsenalskitchen.