Sepakbola Tak Sekadar Tendang-menendang

Sepakbola adalah permainan sederhana dengan cara menendang bola ke gawang lawan untuk mencetak gol.

Permainan yang tak kenal usia dan selalu digemari oleh penduduk Bumi ini sebenarnya memiliki sejarah yang cukup rumit.

Para peneliti sendiri tidak menemukan secara pasti di mana dan kapan ia diciptakan.

Ada yang menyebutnya dari Cina. Ada pula yang menyebutnya dari peradaban suku Maya. Terpopuler, orang Inggris mengklaim sebagai penciptanya.

Satu yang pasti, permainan ini sangat familiar. Banyak orang yang rela mendedikasikan hidupnya untuk olahraga kolektif ini.

Sepakbola yang orang awam lihat mungkin hanya sekedar menendang, menggiring dan mengoper bola agar sampai ke gawang lawan.

Memang benar jika hal paling penting dalam sepakbola adalah permainan fisik yang melibatkan kaki. Namun olahraga ini yang sebenarnya bukanlah permainan yang begitu-begitu saja.

Banyak unsur yang mewarnai sepakbola dan membuatnya menjadi terasa lebih indah dan memuaskan untuk dinikmati.

Permainan Tim

Ini adalah unsur pertama dan paling utama, karena bermain sepakbola berarti kita bermain bersama tim dan bukan individu.

Tak mungkin sebuah tim sepakbola berjuang hanya dengan seorang pemain. Sebagai olahraga kolektif, kekompakan dan kerja sama menjadi hal yang paling ditonjolkan.

Sekali saja kekompakan itu rusak dan kerja sama yang harusnya dilakukan hilang, maka sebuah tim takkan mampu melakukan hal yang semestinya di atas lapangan.

Taktik yang Beragam

Bermain dengan sebelas orang dalam satu tim belum cukup untuk memenangkan pertandingan sepakbola.

Oleh karenanya, dibutuhkan taktik untuk menaklukkan lawan. Taktik dalam sepakbola pun sangat beragam tergantung bagaimana instruksi pelatih terhadap timnya.

Bagaimana cara membongkar pertahanan lawan. Bagaimana menjaga kerapatan saat menyerang dan bertahan. Bagaimana trik untuk memancing emosi lawan dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Nostalgia Euro 1996 Sebagai Tantangan Bagi Inggris

Taktik itu sendiri berkaitan dengan banyak aspek. Baik mengenai sepakbola itu sendiri maupun psikologi manusia sebagai pelakunya.

Maka tak heran bila muncul berbagai macam taktik dan strategi dalam ranah sepakbola. Mulai dari Catenaccio ala Italia, Total Football khas Belanda, dan lain sebagainya.

Satu yang pasti, taktik dalam sepakbola tidak kaku. Ia sangat adaptif dan dinamis.

Tipe Pemain dan Tugasnya

Setiap orang di dunia tentunya memiliki sifat dan karakteristik berbeda-beda, tak terkecuali pesepakbola.

Mereka memiliki karakteristik dan tipikal berbeda-beda ketika bermain di lapangan hijau.

Meski seseorang bermain di posisi sama, orang tersebut belum tentu memiliki peran serta cara bermain yang sama dikarenakan setiap pemain memiliki karakter dan tipe yang berbeda-beda.

Kondisi inilah yang kemudian memunculkan berbagai peran dan tugas dalam sepakbola. Mereka yang menjadi striker tunggal, tak melulu berperan sebagai juru gedor. Ada juga yang lebih berfungsi sebagai penyerang yang menarik atensi lawan guna membuka ruang untuk rekannya.

Begitu juga para winger. Ada yang bertipe ortodoks dengan banyak menyisir area sayap guna melepas umpan silang. Namun ada juga yang sering menggiring bola ke tengah dan melepaskan tembakan langsung ke gawang.

Pemain-pemain di posisi lain, berkat dinamika yang selalu muncul dalam permainan juga terus berkembang dan beradaptasi dengan tugas-tugasnya yang kompleks serta beragam.

Penuh Drama

Berbicara sepakbola, rasanya sulit untuk menepikan sisi dramanya yang acap muncul.

Entah kita ada di sisi yang meratapi kesedihan, diliputi kemarahan atau justru melambung tinggi karena gembira, permainan ini memang selalu penuh drama.

Di dalam maupun di luar lapangan, sepakbola selalu menyajikan hal yang menarik.

Misalnya saja final Liga Champions 1998/1999 dan 2004/2005 yang menguras energi dan emosi.

BACA JUGA:  Musik, Sepakbola dan PSIM

Pun dengan aksi protes para suporter yang berdemonstrasi di depan kantor klub kesayangannya menuntut turunnya harga tiket atau presiden klub mundur. Semuanya berlatar drama.

Hal inilah yang membuat ia begitu dicintai oleh penggemarnya. Tanpa sisi drama, tentu ada yang kurang darinya.

Ladang Bisnis

Seiring waktu, sepakbola tak lagi sekadar olahraga yang menarik untuk diikuti dan disaksikan.

Perkembangan sepakbola membuatnya jadi lahan bisnis yang menjanjikan. Ya, olahraga ini merupakan ceruk besar menghasilkan uang.

Baik di level kecil seperti yang dilakukan para pedagang asongan, jersei, atau pernak-pernik, hingga level besar seperti pemilik klub. Semuanya berebut jatah kue (baca: uang).

Satu yang pasti, industri sepakbola menuntut pelakunya untuk terus beradaptasi dan kreatif.

Dengan sepakbola yang terus berdenyut, maka kita bisa meyakini bahwa olahraga yang satu ini akan terjaga keberadaannya.

Di samping itu, kita harus belajar dan memahami bahwa sepakbola merupakan anugerah yang begitu menyenangkan sekaligus menggemaskan.

Komentar
Penggemar sepakbola, khususnya Manchester United.