Taro Misaki Layak Bermain untuk PSG

Dalam manga Captain Tsubasa, sang tokoh utama, Tsubasa Ozora, disebut punya tandem sehati bernama Taro Misaki.

Dalam mengisi lini tengah, khususnya dalam aspek menyerang, duo ini begitu menakutkan bagi lawan.

Kendati demikian, mangaka Captain Tsubasa, Yoichi Takahashi, terkesan pilih kasih perihal nasib kedua sosok ini.

Ketika Tsubasa berkarier secara lancar dari Sao Paulo ke Barcelona (sempat ada di tim Barcelona B terlebih dahulu), pasangan emasnya justru mengalami nasib nahas. Misaki kudu pulang kampung setelah ditabrak bus kala berada di Prancis.

Mulanya, Misaki melihat seorang anak kecil (saudari tirinya) hampir tertabrak bus. Dengan sigap ia menolongnya.

Anak tersebut selamat, tetapi kaki kiri Misaki mengalami cedera parah akibat hal tersebut. Dengan kondisi seperti itu, sepakbola Prancis bak sebuah mimpi baginya.

Putra dari seorang pelukis ini lantas pulang ke Jepang, bermaksud memoles kemampuannya setelah proses rehabilitasi dan bergabung dengan klub lokal tempat kelahirannya, Jubilo Iwata.

Tanpa disangka, di klub tersebut juga ada kawan-kawan masa kecilnya seperti Henji Urabe dan Ryo Ishizaki.

Jika Tsubasa punya impian bersama Barcelona, pun sama halnya dengan Misaki dan dunia sepakbola yang ia genggam.

Ia ingin bermain di Prancis, dengan partner in crime bernama Elle Sid Pierre yang sekarang membela Girondins de Bordeaux.

Usai pemulihan serta bermain apik bersama Jubilo Iwata, ia kembali mengincar sepakbola Prancis sebagai mimpi-mimpi yang pernah ringsek ditabrak bus.

Lantas, tim Prancis mana yang pantas dihuni oleh Misaki? Benar kata Mbah Budi Windekind bahwa Paris Saint-Germain (PSG) begitu rajin mengumpulkan pangeran-pangeran lapangan hijau untuk merumput di sana.

Lantas, apa salahnya kalau mereka memboyong Misaki? Masalah adaptasi, sepakbola Prancis adalah makanan pokok jebolan Nankatsu ini sejak usia muda.

BACA JUGA:  Kultur Pop, Fesyen dan Sepakbola ala Paris Saint-Germain

Ya, rasanya akan terasa magis semisal Misaki hijrah ke Parc des Princes dan mengenakan baju Les Parisiens.

Skuad yang kini bak sebuah tim impian, akan kian superior dengan kedatangan sang seniman lapangan hijau dari Negeri Matahari Terbit.

Selain Misaki yang akan bertandem bersama Lionel Messi, memangnya ada yang lebih seksi?

Mauricio Pochettino tidak perlu merasa pening lantaran ia tipikal pemain serbabisa yang memiliki keseimbangan sempurna untuk bermain di tengah.

Bila Pochettino jeli, potensi utama Misaki berada di gelandang nomor 10 klasik yang mirip-mirip seperti Juan Roman Riquelme dari Argentina.

Misaki memang skillfull, tetapi tidak seperti Tsubasa. Ia lebih stylish dan elegan. Sebuah prototipe gelandang nomor 10 jempolan.

Sebelum membahas peran vital apa yang bisa Misaki bangun dalam skuad PSG yang sangat elit, saya mau membahas peran sentral pasangan emas Tsubasa ini di lapangan.

Satu hal, ia adalah pemain sekaligus penikmat sepakbola yang sesungguhnya. Jika Tsubasa berkawan dengan bola, maka Misaki justru berkawan dengan sepakbola itu sendiri.

Termasuk satu lapisan yang kadang dilupakan oleh pemain sepakbola kebanyakan yakni menikmati permainan bola dengan menyenangkan.

Misaki itu playmaker andal. Ia memang tidak sering membuat pertahanan lawan kocar-kacir seperti ketika Tsubasa membawa bola.

Namun bagaimana ia memahami posisi, menciptakan ruang, menguasai bola dan melepaskan umpan-umpan akurat sungguh adiluhung.

Misaki itu pemain hebat. Di tim nasional Jepang sendiri, keakuratan umpan Misaki—menurut saya pribadi—lebih baik dari Tsubasa maupun Hikaru Matsuyama.

Kecerdasan dan visinya pun bisa lebih prima dibanding Jun Misugi. Semisal timnas Jepang adalah sup, maka Misaki adalah kuahnya. Benar, apa enaknya makan sayur-sayuran tanpa tumpahan kuah kaldu yang eco dan menyegarkan?

BACA JUGA:  Semoga Musim Depan Tak Seburuk Ini, Persiba Bantul

Misaki dengan baju PSG bisa membuat gempar seantero Negeri Menara Eiffel.

Presensinya juga bisa membuat Angel Di Maria, Julian Draxler, Leandro Paredes, dan Rafinha duduk lebih lama di bangku cadangan.

Trio Kylian Mbappe, Messi, dan Neymar, siap dimanjakannya dengan umpan-umpan terukur yang sangat estetis.

Adanya Misaki juga bikin Messi tak perlu repot-repot turun ke lini tengah guna menjemput bola.

Sementara Mbappe dan Neymar tinggal fokus ngetem di dekat gawang atau guling-guling di area kotak penalti karena urusan menciptakan peluang sudah diurus gelandang Jepang itu.

Dengan demikian gelar-gelar yang saban musim ingin dipanen PSG bakal hadir di Parc des Princes. Tak terkecuali Si Kuping Besar yang begitu diidam-idamkan Nasser Al-Khelaifi itu.

Komentar
Penggemar sepakbola Asia Tenggara. Selain memimpikan Indonesia melawan Thailand di partai puncak Piala Dunia, juga bercita-cita mengarsipkan sepakbola Asia Tenggara. Dapat disapa di akun twitter @gustiaditiaa