Akhir Pekan yang Vital untuk Vettel

Akhir pekan ini, Gelaran lomba jet darat paling prestisius di muka bumi, Formula One, akan kembali melanjutkan tur Asianya dengan menghampiri sirkuit Suzuka, Jepang.

Seri ke-16 musim ini akan dihiasi drama jalan terjal Sebastian Vettel karena kini ia tengah tertinggal 34 poin dari pemuncak klasemen Lewis Hamilton. Penyebabnya, apalagi jika bukan kesialan beruntun yang dirasakan oleh Vettel di dua balapan terakhir.

Baik di Malaysia dan Singapura, rasanya semua sudah melihat apabila setelan mobil Ferrari yang diboyong langsung dari Maranello memang nampak lebih meyakinkan untuk melibas trek di Asia. Bahkan, Mercedes pun masih lumayan tertatih-tatih untuk melewati tim Red Bull.

Entah Hamilton ini memang sempat mampir ke Gunung Lawu sebelum balapan di Singapura dan Malaysia untuk sekedar bertapa sambil nyuwun wangsit atau gimana, nasib Hamilton mujur sekali jika dibandingkan Vettel yang mantap di awal namun selalu sial di hari penentuan.

Atau mungkin, Hamilton sudah menyelipkan lagu “September Ceria” karya Vina Panduwinata di playlist miliknya sehingga ia bisa meninggalkan bulan September dengan senyum lebar berkat keunggulan 34 poin dari Vettel.

Di Singapura, berkah untuk Hamilton datang ketika Vettel, Kimi Raikkonen dan Max Verstappen – yang merupakan tiga pembalap terdepan – secara mengherankan terlibat dalam kecelakaan hebat di belokan pertama selepas start.

Mercedes milik Hamilton pun melenggang mulus dan menorehkan kemenangan ketujuh di musim ini.

Sementara di Malaysia, performa menawan Vettel yang merajai sesi latihan bebas tidak dapat diterjemahkan dengan baik ketika ia gagal mencatatkan waktu di sesi kualifikasi dan memulai balapan dari posisi buncit.

Kesialan semakin bertambah ketika Vettel terlibat dalam insiden konyol dengan pembalap Williams, Lance Stroll, ketika balapan sudah selesai. Beruntung, Vettel tidak harus mengganti komponen gearbox mesinnya sehingga ia terbebas dari grid-penalty di Suzuka esok.

BACA JUGA:  Mengangkut Sepakbola dengan Mobil Formula 1

Dengan lima balapan tersisa (termasuk Japanese Grand Prix), maka akhir pekan esok adalah balapan yang krusial bagi Vettel.

Jika ia bisa menang dan Hamilton “kena sial”, maka Vettel boleh tersenyum lagi dan menatap empat seri balapan tersisa dengan penuh optimisme namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka Ferrari bisa jadi akan memperpanjang masa puasanya untuk kembali membawa pulang trofi juara dunia pembalap yang terakhir kali diraih tahun 2007 silam oleh Kimi Raikkonen.

Dalam menyongsong balapan ini, tentu Vettel boleh membusungkan dada karena ia adalah pemenang empat kali Japanese Grand Prix.

Ia juga sah-sah saja bernostalgia akan kenangan manisnya di musim 2012 silam saat ia berhasil menggunakan kemenangan di Suzuka untuk mengambil alih momentum perebutan juara dunia karena di saat yang bersamaan, Fernando Alonso gagal menyelesaikan balapan.

Namun, Vettel tidak boleh jumawa juga. Ingat, tiga balapan terakhir di Suzuka selalu dikuasai oleh Mercedes dan lebih peliknya lagi, terakhir kali Ferrari menang di Jepang (sirkuit Suzuka/Fuji) terjadi 13 tahun lalu kala Michael Schumacher masih narik buat Ferrari.

Lalu, Hamilton pun sudah berkomentar di media massa jika ia sudah “… siap untuk berperang dan tidak akan bergantung kepada ketidakberuntungan pembalap lain” di akhir pekan ini.

Di seri ke-16 ini, duo Mercedes dan Ferrari telah memutuskan untuk menggunakan jatah terakhir komponen mesinnya di sirkuit Suzuka sehingga kedua tim akan menggunakan mobil dengan jeroan yang masih segar.

Hasil sesi latihan bebas hari Jumat (6/10) yang baru selesai beberapa saat lalu menunjukkan jika Vettel berhasil mengungguli Hamilton dengan jarak 0.211 detik saja.

Sayang, sesi latihan bebas kedua tidak dapat dimaksimalkan oleh sebagian besar pembalap karena hujan yang mengguyur sirkuit Suzuka.

BACA JUGA:  Alan Smith di Antara Benci dan Cinta

Hamilton dan Vettel masih menjadi favorit terdepan untuk menjuarai seri Japanese Grand Prix tahun ini. Namun, melihat performa duo Red Bull yang tengah ganas di dua balapan terakhir serta kemungkinan bahwa balapan akan digelar di bawah guyuran hujan membuat prediksi balapan menjadi lebih liar dan sulit ditebak.

Karakter sirkuit Suzuka yang kerap dideskripsikan sebagai sirkuit yang ”menantang” dan “membutuhkan komitmen tinggi” dari para pembalap diharapkan akan memberikan sajian yang menarik untuk para maniak Formula One di seluruh dunia.

Kemampuan pembalap dan strategi tim akan memegang kunci di balapan kali ini. Namun yang jelas bagi Vettel, kemenangan adalah harga mati yang harus ia kejar di balapan kali ini demi menjaga jarak dengan Hamilton dalam upaya perebutan gelar juara dunia tahun 2017.

Komentar
Sarjana HI UGM yang entah bisa mewujudkan mimpi jadi diplomat atau tidak