Mbarga Mengembalikan Nuansa Afrika

Dahulu kompetisi Liga Indonesia, baik itu kasta tertinggi atau kasta kedua banyak dijejali oleh pemain asal Afrika.

Mulai dari Mbeng Jean Mambolou, Bako Sadissou, Bamidele Frank Bob Manuel, Eric Mabengga, Ngon A Djam, Pierre Njanka, Zah Rahan, sampai Roger Batoum.

Dahulu, hampir seluruh kontestan Liga Indonesia memiliki penggawa dari Benua Hitam. Umumnya yang berposisi sebagai bek tengah atau striker.

Ada beberapa alasan mengapa banyak pemain Afrika yang merumput di Indonesia dan bahkan menjadi legenda.

Pertama, nominal gaji mereka yang tak setinggi pemain asal Amerika Selatan. Kedua, mereka dikenal cepat beradaptasi dengan cuaca Indonesia yang tidak jauh berbeda dengan kebanyakan negara Afrika.

Ketiga, mereka dinilai cocok dengan gaya main dalam sepakbola Indonesia yang bertumpu pada kekuatan fisik dan kecepatan lari.

Akan tetapi, tren itu mulai bergeser beberapa tahun ke belakang. Pemain asal Afrika tak lagi menjadi primadona. Mereka kalah dari sosok-sosok dari Amerika Selatan dan bahkan Eropa.

Selain itu, banyak pesepakbola asal Benua Hitam yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) karena telah menetap lama di sini dan bahkan memiliki istri orang Indonesia.

Misalnya saja Herman Dzumafo, Greg Nwokolo, Bio Paulin Pierre, Victor Igbonefo, sampai Osas Marvellous Saha.

Sampai tulisan ini dibuat, hanya ada empat pesepakbola asal Afrika yang membela tim-tim Liga 1 di musim 2021/2022. Mereka adalah Ezechiel N’Douassel (Chad-Bhayangkara FC), Alie Sesay (Sierra Leone-Persebaya), Makan Konate (Mali-Persija), dan Privat Mbarga (Kamerun-Bali United).

Menariknya, dua nama terakhir baru bergabung pada jendela transfer paruh musim. Artinya, sepanjang putaran pertama Liga 1 2021/2022 lalu, cuma N’Douassel dan Sesay saja yang merupakan penggawa asing dari Benua Hitam.

Baca Juga:  Jangan Ada Penundaan Kompetisi

Dibanding Mbarga, nama Konate jelas lebih menarik atensi lantaran ia sudah pernah bermain di Liga Indonesia. Tepatnya bareng Persib dan Persebaya.

Akan tetapi, keputusan Bali United memboyong Mbarga tak boleh dipandang sebelah mata.

Dirinya direkrut Serdadu Tridatu setelah kontrak Melvin Platje tidak diperpanjang. Platje sendiri kemudian bergabung dengan Bhayangkara FC mulai putaran kedua musim ini.

Manajemen Bali United berharap bahwa pemain bernama lengkap Jean Marie Privat Befolo Mbarga itu bisa menjadi amunisi tambahan yang bisa diandalkan di lini depan.

Apalagi Bali United mengusung ambisi bertarung dalam persaingan memperebutkan titel juara. Saat ini mereka duduk di posisi lima klasemen sementara.

Awal kedatangan Mbarga ke Bali United sebetulnya mendapat banyak cibiran dari warganet karena sebelumnya cuma bermain untuk untuk klub Kamboja, Svay Rieng.

Warganet menganggap bahwa kompetisi di Kamboja masih ada di bawah Liga Indonesia sehingga ragu akan kontribusi Mbarga.

Namun realita di lapangan justru berbeda. Pandangan remeh terhadap Mbarga bisa ditepis sebab ia langsung tampil ciamik dalam balutan seragam Bali United.

Pada laga debutnya, Mbarga langsung mencatatkan 1 gol dan 1 asis seraya mengantar Serdadu Tridatu menang 3-0 atas Barito Putera.

Dalam tiga laga perdananya bersama Bali United di putaran kedua kompetisi, Mbarga menyumbang 2 gol dan 2 asis. Sebuah rapor yang menjanjikan, bukan?

Mbarga menghadirkan dimensi berbeda dalam serangan Bali United yang selama ini bertumpu kepada Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, dan Eber Bessa.

Pergerakan dengan dan tanpa bolanya berpotensi membuat para penggawa lini belakang ketar-ketir. Terlebih ia memiliki kecepatan yang mumpuni.

Selain memberi benefit untuk Bali United yang merekrutnya, ada harapan lain yang diletakkan di pundak Mbarga.

Baca Juga:  Taisei Marukawa, Poros Serangan Persebaya

Ya, penampilan ciamik darinya bisa membuat Serdadu Tridatu mempertahankannya dalam jangka waktu lama.

Di sisi lain, Mbarga dan rekan-rekan Afrika lainnya yang tampil gemilang bisa memantik kembali ketertarikan klub-klub Indonesia buat mengontrak pemain asal Afrika. Apalagi yang kualitasnya ciamik.

Bonne chance et succès, Privat Mbarga!

Komentar
Rizki Aji
Penulis pemula yang juga penggemar Juventus dan sepakbola Indonesia pada umumnya. Bisa dihubungi melalui twitter @Rizkiaajii